- Antara Foto/Nova Wahyudi
Megawati Hangestri, Rivan Nurmulki, dan Nizar Mundur dari Timnas Voli Indonesia, PBVSI Buka Peluang Jatuhkan Sanksi
Jakarta, tvOnenews.com - Tiga Bintang Voli Indonesia, Megawati Hangestri, Rivan Nurmulki, dan Nizar Zulfikar, berpeluang mendapatkan sanksi dari PP PBVSI usai memutuskan mundur dari Timnas Voli Indonesia.
Kemungkinan tersebut muncul karena PBVSI memiliki aturan dan mekanisme khusus yang mengatur pemain yang menolak atau mengundurkan diri dari tugas tim nasional.
Peluang dijatuhkannya sanksi terhadap ketiga pemain itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo.
- Facebook SAVA
Menurutnya, keputusan terkait status Megawati, Rivan, dan Nizar masih akan dibahas lebih lanjut melalui mekanisme organisasi yang berlaku.
Kasus pengunduran diri tiga pemain senior tersebut kini menjadi perhatian besar di kalangan pecinta voli Indonesia.
Pasalnya, ketiganya merupakan sosok penting yang selama ini menjadi tulang punggung Timnas Voli Indonesia di berbagai turnamen internasional.
PBVSI sendiri diketahui memiliki prosedur khusus dalam merespons keputusan atlet yang mengundurkan diri dari tim nasional.
Karena itu, setiap langkah yang diambil federasi nantinya akan mengacu pada hasil pembahasan dan keputusan Dewan Kehormatan.
Pernyataan Imam Sudjarwo disampaikan usai acara pelepasan Timnas Voli Putri Indonesia di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Selasa (2/6).
Skuad Merah Putih diberangkatkan menuju Candon, Filipina untuk mengikuti AVC Nations Cup 2026 for Women's yang berlangsung pada 6-14 Juni mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Imam mendapatkan pertanyaan dari awak media terkait sikap PBVSI terhadap keputusan Megawati, Rivan, dan Nizar yang memilih mundur dari tim nasional.
- Antara Foto/Nova Wahyudi
Pertanyaan itu muncul karena publik menanti respons resmi federasi atas keputusan para pemain senior tersebut.
Menanggapi soal pengunduran tiga atlet itu, Imam menegaskan bahwa PBVSI tetap menghormati keputusan para atlet.
Namun di sisi lain, federasi juga memiliki aturan yang harus ditegakkan dalam proses pembinaan prestasi olahraga nasional.
"Kita lagi pembinaan prestasi. Itu kan hak mereka," ujar Imam Sudjarwo, Sentul, Bogor, Selasa (2/6/2026).
"Tapi kita mekanisme di PBVSI kan ada aturannya. Nah nanti kita putuskan di (rapat-red) dewan kehormatan, masih ada proses," tambahnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa peluang ketiga pemain untuk mendapatkan sanksi cukup terbuka.
Terlebih, keputusan akhir akan ditentukan setelah Dewan Kehormatan PBVSI melakukan pembahasan dan evaluasi terhadap kasus tersebut.
PBVSI sebelumnya juga pernah menjatuhkan sanksi kepada pemain yang menolak panggilan tim nasional.
Rivan Nurmulki bahkan sempat mengalami situasi serupa pada tahun 2023 sehingga kasus kali ini kembali memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan hukuman yang akan diberikan.
"Mereka memang sudah mengundurkan diri, tapi kan di PBVSI ada aturan, dan itu harus melalui dewan kehormatan," kata Imam.
Selain itu, Megawati pernah mengungkapkan dalam podcast sport77 bahwa pemain yang menolak panggilan memperkuat tim nasional bisa dikenai sanksi oleh PBVSI.
Pernyataan tersebut kini kembali menjadi sorotan setelah dirinya ikut memutuskan mundur dari Timnas Voli Indonesia.
Sementara itu, Rivan Nurmulki dan Nizar Zulfikar sebelumnya termasuk dalam daftar pemain yang dipanggil mengikuti pemusatan latihan Timnas Voli Putra Indonesia.
Keduanya dipersiapkan untuk memperkuat skuad asuhan pelatih baru asal Brasil, Sergio Veloso, pada ajang AVC Nations Cup 2026 for Men's di India.
Namun, Rivan dan Nizar memilih mundur dengan alasan ingin memberi ruang regenerasi bagi pemain muda.
Berbeda dengan keduanya, Megawati memutuskan menepi dari tim nasional untuk fokus memulihkan cedera lutut yang telah dialaminya sejak masih memperkuat Red Sparks pada 2025,
keputusan yang kemudian dihormati oleh pelatih Timnas Voli Putri Indonesia, Marcos Sugiyama.
(igp)