- Facebook SAVA
Alasan KOVO Tambah Kuota Pemain Asia Diungkap Media Korea, Megawati Hangestri Jadi Contoh Sukses Ace V-League
tvOnenews.com - Keberhasilan Megawati Hangestri Pertiwi bersinar di Liga Voli Korea ternyata dinilai membawa pengaruh besar terhadap perkembangan kompetisi.
Penampilan impresif opposite hitter asal Indonesia itu menjadi salah satu contoh yang disorot ketika Federasi Bola Voli Korea (KOVO) memutuskan mengubah regulasi kuota pemain asing dan kuota Asia mulai musim 2027-2028.
Keputusan tersebut resmi ditetapkan dalam rapat Dewan Direksi ke-6 dan rapat umum KOVO yang digelar pada 23 Juni 2026. Regulasi baru itu diyakini akan mengubah peta persaingan di V-League, khususnya pada sektor putri.
- KOVO
Mulai musim 2027-2028, setiap klub putri V-League diperbolehkan memiliki satu pemain asing dan dua pemain kuota Asia di lapangan secara bersamaan.
Sementara itu, pada kompetisi putra, format yang diterapkan adalah dua pemain asing dan satu pemain kuota Asia.
Dengan aturan tersebut, baik di sektor putra maupun putri, setiap tim kini dapat memainkan tiga pemain non-Korea secara bersamaan selama pertandingan berlangsung.
Media Korea Selatan, SportsQ, menilai perubahan regulasi ini bukan tanpa alasan. Menurut mereka, peningkatan kualitas pemain kuota Asia dalam beberapa musim terakhir menjadi faktor utama di balik keputusan KOVO menambah jatah pemain Asia.
- KOVO
Dalam laporannya, SportsQ menyebut pemain-pemain kuota Asia kini tidak lagi hanya berstatus pelengkap tim. Sebaliknya, mereka telah berkembang menjadi sosok penting yang mampu menjadi tumpuan utama dalam mencetak poin.
Salah satu nama yang mendapat sorotan khusus adalah Megawati Hangestri.
Penampilan gemilangnya bersama Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks pada musim 2024-2025 disebut menjadi bukti bahwa pemain kuota Asia mampu bersaing bahkan mendominasi kompetisi.
"Kemampuan pemain kuota Asia baru-baru ini meningkat, dan beberapa bahkan mengambil peran sebagai ace. Opposite spiker Megawati Pertiwi (Suwon Hyundai E&C, Indonesia), saat bermain untuk Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks di musim 2024-2025, menduduki peringkat ketiga dalam perolehan poin dengan 802 poin dan pertama dalam performa serangan keseluruhan (tingkat keberhasilan serangan 48,06%)," tulis SportsQ.
"Ini membuktikan bahwa pemain kuota Asia dapat menjadi kekuatan ofensif utama," lanjut media Korea.
- Instagram @red__sparks
Statistik tersebut menjadi salah satu dasar yang memperkuat keyakinan KOVO bahwa kualitas pemain Asia sudah layak mendapatkan porsi yang lebih besar dalam kompetisi.
Dengan bertambahnya kuota pemain Asia, klub-klub V-League kini memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam membangun kekuatan tim.
Mereka dapat mengombinasikan satu pemain asing dengan dua pemain kuota Asia atau memanfaatkan tambahan kuota tersebut untuk memperkuat posisi-posisi yang selama ini masih menjadi kelemahan, seperti middle blocker maupun libero.
Regulasi baru ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap satu pemain asing.
Selama beberapa musim terakhir, cedera atau penurunan performa pemain asing sering kali berdampak besar terhadap hasil pertandingan sebuah tim.
Meski demikian, kebijakan tersebut tidak lepas dari kritik. SportsQ menilai bertambahnya jumlah pemain asing dan kuota Asia yang tampil bersamaan berpotensi mengurangi kesempatan bermain bagi pemain lokal Korea Selatan.
Jika tidak diimbangi dengan program pembinaan yang baik, kondisi itu dikhawatirkan dapat memperlambat proses regenerasi karena pemain muda domestik akan semakin sulit memperoleh menit bermain secara reguler di level profesional.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, perubahan regulasi ini menunjukkan bahwa Megawati menjadi bukti nyata bahwa kualitas pemain Asia kini semakin diakui di V-League. (asl)