- Instagram @hdecvolleyballteam - KOVO
Mengenal Moma Bassoko, 'Monster Opposite' yang Bisa Jadi Ancaman Serius Megawati Hangestri di KOVO Cup 2026
tvOnenews.com - Megawati Hangestri Pertiwi akan menghadapi tantangan menarik ketika Suwon Hyundai E&C Hillstate tampil di KOVO Cup 2026.
Salah satu sosok yang patut mendapat perhatian adalah Laetitia Moma Bassoko, opposite asal Kamerun yang kini memperkuat Gimcheon Korea Expressway Hi-Pass.
Nama Moma Bassoko bukan pemain asing yang bisa dipandang sebelah mata. Ia sudah memiliki pengalaman panjang di Liga Voli Korea Selatan dan pernah menjadi bagian penting dari skuad Hyundai Hillstate.
Kini, setelah Megawati bergabung dengan Hyundai Hillstate dan Moma memperkuat Korea Expressway Hi-Pass, keduanya berpotensi kembali berhadapan di lapangan.
- Facebook Hyundai Hillstate
Pertemuan tersebut menjadi salah satu duel menarik yang patut dinantikan dalam KOVO Cup 2026, terutama karena keduanya sama-sama berposisi sebagai opposite dan dikenal memiliki kemampuan mencetak poin.
Hyundai Hillstate dijadwalkan menghadapi Korea Expressway Hi-Pass pada 14 Oktober 2026 dalam pertandingan Grup B KOVO Cup 2026. Dua hari kemudian, Hillstate akan menghadapi GS Caltex Seoul KIXX.
Dengan komposisi grup tersebut, Megawati dan rekan-rekannya harus menghadapi lawan-lawan yang memiliki pemain asing berbahaya.
Siapa Moma Bassoko?
Laetitia Moma Bassoko merupakan pevoli asal Kamerun yang sudah cukup lama berkarier di kompetisi internasional.
Di Korea Selatan, namanya mulai dikenal ketika memperkuat GS Caltex sebelum kemudian bergabung dengan Hyundai Hillstate.
Moma memperkuat Hyundai Hillstate pada musim 2023/2024 dan 2024/2025. Selama membela klub tersebut, ia berkembang menjadi salah satu mesin poin utama tim.
Musim 2023/2024 menjadi periode paling gemilang bagi Moma. Ia membantu Hyundai Hillstate menjadi juara V-League setelah mengalahkan Incheon Heungkuk Pink Spiders di final. Pada musim tersebut, Moma mencetak 886 poin di fase reguler.
Performanya di babak final bahkan semakin mengesankan.
Dalam tiga pertandingan final, Moma mengoleksi total 109 poin atau rata-rata lebih dari 36 poin per pertandingan.
Pada laga penentuan gelar, ia mencetak 38 poin dengan efektivitas serangan 49,33 persen. Performa tersebut membuatnya terpilih sebagai MVP final.
Ada alasan mengapa duel Moma melawan Megawati memiliki cerita tersendiri.
Sebelum Megawati datang, Moma merupakan salah satu pemain asing yang menjadi tumpuan serangan Hyundai Hillstate.
Pada musim 2023/2024, misalnya, Moma berada di peringkat keempat daftar pencetak poin terbanyak fase reguler dengan 886 poin. Ia juga beberapa kali menjadi pemain terbaik dalam putaran kompetisi.
Kontribusinya semakin terlihat pada babak playoff. Dalam dua pertandingan pertama final melawan Pink Spiders, Moma sudah menghasilkan 71 poin, masing-masing 37 dan 34 poin.
Bahkan pada laga terakhir, ketika Hillstate memastikan gelar juara, Moma kembali menjadi pencetak angka terbanyak dengan 38 poin.
Setelah tidak lagi menjadi bagian dari Hyundai Hillstate, Moma melanjutkan kariernya bersama Korea Expressway Hi-Pass.
- Youtube HDEC Volleyball Team
Perpindahan tersebut membuat situasi menjadi semakin menarik karena kini Moma justru berpotensi berhadapan dengan mantan klubnya.
Di sisi lain, Hyundai Hillstate telah mendatangkan Megawati sebagai pemain kuota Asia.
Perbandingan keduanya pun wajar muncul karena sama-sama berposisi sebagai opposite dan pernah menjadi tumpuan serangan di klub yang sama.
Namun, membandingkan keduanya hanya berdasarkan jumlah poin tentu tidak cukup.
Moma memiliki keunggulan berupa pengalaman panjang di V-League dan pemahaman terhadap karakter permainan Korea. Sementara itu, Megawati juga sudah memiliki pengalaman dua musim di liga tersebut bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks.
Dengan demikian, keduanya sama-sama memiliki modal untuk tampil sebagai pemain penting.
Pertandingan Hyundai Hillstate melawan Korea Expressway Hi-Pass pada KOVO Cup 2026 berpotensi menjadi salah satu laga yang menarik perhatian.
Meski Moma menjadi pemain yang paling banyak mendapat sorotan, Hyundai Hillstate juga tidak bisa hanya fokus kepadanya.
Korea Expressway Hi-Pass memiliki sejumlah pemain domestik yang dapat memberikan ancaman dari berbagai posisi.
Park Jung-ah merupakan salah satu nama berpengalaman di sektor outside hitter. Selain itu, Kang So-hwi juga menjadi pemain yang perlu diperhatikan dalam komposisi Hi-Pass.
Kehadiran pemain-pemain tersebut membuat Hillstate harus mengantisipasi distribusi serangan secara keseluruhan.
Di sisi lain, Megawati juga menghadapi tugas yang tidak kalah berat.
Kepindahan ke klub baru membuatnya harus kembali membangun chemistry dengan setter dan rekan-rekan setim. Sistem permainan Hyundai Hillstate juga sedang mengalami perubahan setelah kehilangan beberapa pemain penting.
Kondisi tersebut membuat KOVO Cup 2026 menjadi kesempatan berharga untuk mengukur kesiapan tim sebelum memasuki V-League 2026/2027.
Megawati dan Moma sebenarnya bukan dua nama yang benar-benar asing satu sama lain.
Keduanya pernah menjadi bagian dari persaingan V-League ketika Megawati membela Red Sparks dan Moma memperkuat Hyundai Hillstate.
KOVO Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada Oktober dan menjadi salah satu agenda penting sebelum musim reguler V-League 2026/2027 dimulai.
(tsy)