- KOVO
Saat Masih Berseragam Red Spark, Megawati Hangestri Berani Ungkap Perbedaan Main di Indonesia dan Korea
tvOnenews.com - Megawati Hangestri Pertiwi bukan lagi nama asing bagi pencinta voli Korea Selatan.
Dua musim memperkuat Daejeon JungKwanJang Red Sparks membuat pevoli asal Indonesia tersebut merasakan langsung kerasnya persaingan V-League sekaligus membuktikan bahwa pemain Indonesia mampu bersaing di level internasional.
Namun, di balik kesuksesannya, Megawati ternyata membutuhkan proses adaptasi yang tidak mudah. Saat masih berseragam Red Sparks, ia pernah mengungkapkan secara terbuka perbedaan gaya permainan voli Indonesia dan Korea Selatan.
Menurut Megawati, salah satu perbedaan paling terasa adalah tempo pertandingan. Permainan di Korea Selatan menurutnya berlangsung lebih cepat sehingga pemain dituntut mengambil keputusan dalam waktu singkat.
- KOVO
"Menurut aku cara bermainnya, di sini (Korea Selatan) lebih cepat, kalau di Indonesia lebih santai," ujar Megawati Hangestri dikutip dari kanal YouTube Off The TV..
V-League dikenal memiliki permainan dengan tempo cepat dan pola serangan yang menuntut koordinasi tinggi.
Bagi pemain yang baru pertama kali datang ke Korea Selatan, perubahan tersebut tentu membutuhkan penyesuaian.
Megawati sendiri mengaku pengalaman bermain di Korea membuat dirinya mendapatkan banyak pelajaran.
Dalam sebuah wawancara, ia bahkan mendorong pemain voli putri Indonesia lainnya untuk berani mencoba berkarier di luar negeri.
Menurutnya, pengalaman tersebut dapat membantu pemain meningkatkan kemampuan karena menghadapi tempo permainan yang lebih cepat.
Bagi Megawati, proses tersebut akhirnya menjadi bagian penting dari perkembangan kariernya.
Ia tidak hanya belajar menghadapi lawan dengan kemampuan berbeda, tetapi juga harus memahami bagaimana membangun komunikasi dengan setter, membaca blok lawan, mencari celah dalam pertahanan, serta mempertahankan konsentrasi ketika pertandingan berlangsung ketat.
Hal tersebut menjadi semakin penting karena posisi Megawati sebagai opposite membuatnya sering menjadi salah satu tumpuan utama serangan.
Menariknya, Megawati juga tidak berusaha menyembunyikan sisi emosionalnya ketika menjalani persaingan di Korea Selatan.
Di balik julukan "Megatron" yang menggambarkan kekuatan serangannya, Megawati mengaku dirinya merupakan sosok yang cukup sensitif ketika menghadapi pertandingan berat.
"Aku pasti nangis kalau lawan Pink Spiders," ucapnya sambil tersenyum mengenang pengalaman itu.