news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Megawati Hangestri saat di Red Sparks.
Sumber :
  • KOVO

Saat Masih Berseragam Red Spark, Megawati Hangestri Berani Ungkap Perbedaan Main di Indonesia dan Korea

Saat masih di Red Sparks, Megawati Hangestri blak-blakan soal perbedaan voli Indonesia dan Korea Selatan, termasuk tempo permainan yang lebih cepat.
Kamis, 3 September 2026 - 12:41 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Megawati Hangestri Pertiwi bukan lagi nama asing bagi pencinta voli Korea Selatan.

Dua musim memperkuat Daejeon JungKwanJang Red Sparks membuat pevoli asal Indonesia tersebut merasakan langsung kerasnya persaingan V-League sekaligus membuktikan bahwa pemain Indonesia mampu bersaing di level internasional.

Namun, di balik kesuksesannya, Megawati ternyata membutuhkan proses adaptasi yang tidak mudah. Saat masih berseragam Red Sparks, ia pernah mengungkapkan secara terbuka perbedaan gaya permainan voli Indonesia dan Korea Selatan.

Menurut Megawati, salah satu perbedaan paling terasa adalah tempo pertandingan. Permainan di Korea Selatan menurutnya berlangsung lebih cepat sehingga pemain dituntut mengambil keputusan dalam waktu singkat.

Jung Ho-young Megawati Hangestri saat di Red Sparks
Sumber :
  • KOVO

"Menurut aku cara bermainnya, di sini (Korea Selatan) lebih cepat, kalau di Indonesia lebih santai," ujar Megawati Hangestri dikutip dari kanal YouTube Off The TV..

V-League dikenal memiliki permainan dengan tempo cepat dan pola serangan yang menuntut koordinasi tinggi.

Bagi pemain yang baru pertama kali datang ke Korea Selatan, perubahan tersebut tentu membutuhkan penyesuaian.

Megawati sendiri mengaku pengalaman bermain di Korea membuat dirinya mendapatkan banyak pelajaran.

Dalam sebuah wawancara, ia bahkan mendorong pemain voli putri Indonesia lainnya untuk berani mencoba berkarier di luar negeri. 

Menurutnya, pengalaman tersebut dapat membantu pemain meningkatkan kemampuan karena menghadapi tempo permainan yang lebih cepat.

Bagi Megawati, proses tersebut akhirnya menjadi bagian penting dari perkembangan kariernya.

Ia tidak hanya belajar menghadapi lawan dengan kemampuan berbeda, tetapi juga harus memahami bagaimana membangun komunikasi dengan setter, membaca blok lawan, mencari celah dalam pertahanan, serta mempertahankan konsentrasi ketika pertandingan berlangsung ketat.

Hal tersebut menjadi semakin penting karena posisi Megawati sebagai opposite membuatnya sering menjadi salah satu tumpuan utama serangan.

Menariknya, Megawati juga tidak berusaha menyembunyikan sisi emosionalnya ketika menjalani persaingan di Korea Selatan.

Di balik julukan "Megatron" yang menggambarkan kekuatan serangannya, Megawati mengaku dirinya merupakan sosok yang cukup sensitif ketika menghadapi pertandingan berat.

"Aku pasti nangis kalau lawan Pink Spiders," ucapnya sambil tersenyum mengenang pengalaman itu.

"Kalau pertandingan yang sulit banget, aku pasti nangis. Meskipun menang, tetap kayak sedih gitu, terharu, karena aku orangnya soft," lanjutnya.

Pengalaman pada musim pertamanya di Korea ternyata tidak membuat Megawati merasa puas dengan pencapaiannya.

Ia justru menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk meningkatkan performa.

"Pengen buktikan, pengen lebih baik dari tahun lalu (2023/2024). Tentunya aku sama teman-teman aku akan bekerja keras," tegasnya.

Tekad tersebut kemudian terlihat dalam perjalanan Megawati bersama Red Sparks.

Pada musim 2024/2025, performanya meningkat secara signifikan. Ia menjadi salah satu mesin poin utama Red Sparks dan membantu klub tersebut mencapai final V-League untuk pertama kalinya dalam 13 tahun.

Dalam perjalanan menuju final, Megawati mencetak 26 poin ketika Red Sparks mengalahkan Hyundai Hillstate 3-1 pada laga semifinal. 

Kemenangan tersebut memastikan Red Sparks kembali tampil di partai puncak setelah terakhir kali melakukannya pada musim 2011/2012.

Performa Megawati bahkan semakin menonjol di babak final. Ia mengoleksi 153 poin dalam lima pertandingan final dan menjadi top skor fase tersebut. Secara keseluruhan, ia mencatat 1.020 poin sepanjang musim 2024/2025, termasuk fase reguler dan final.

Sayangnya, Red Sparks harus puas sebagai runner-up setelah kalah dari Incheon Heungkuk Life Pink Spiders pada pertandingan kelima final.

Meski gagal mengangkat trofi, perjalanan tersebut menunjukkan bahwa proses adaptasi Megawati di Korea menghasilkan perkembangan besar.

Salah satu penampilan paling mencolok Megawati bersama Red Sparks terjadi ketika menghadapi IBK Altos pada Januari 2025.

Dalam pertandingan yang berlangsung hingga lima set tersebut, Megawati mencetak 44 poin dan membantu Red Sparks meraih kemenangan 3-2. Torehan itu menjadi rekor poin Megawati dalam satu pertandingan V-League.

Megawati akhirnya menyelesaikan dua musim bersama Red Sparks dengan reputasi yang kuat.

Menariknya, salah satu tim yang cukup sering berhadapan dengan Megawati adalah Hyundai E&C Hillstate. Kini, setelah perjalanan bersama Red Sparks berakhir, Megawati justru bergabung dengan klub tersebut.

Megawati Hangestri berseragam Hyundai Hillstate untuk Liga Voli Korea musim 2026/2027
Sumber :
  • Instagram Hyundai HIllstate

Hyundai Hillstate mengumumkan perekrutan Megawati untuk musim 2026/2027 pada Mei 2026. Kepindahan itu sekaligus membuka babak baru dalam karier Megawati di V-League.

Bersama Hyundai Hillstate, Megawati tidak lagi berstatus pemain yang baru mengenal kompetisi Korea.

Ia sudah memahami karakter V-League, atmosfer pertandingan, serta tuntutan sebagai pemain asing yang menjadi tumpuan serangan.

Namun, bukan berarti tantangannya otomatis menjadi lebih ringan.

Megawati harus kembali membangun chemistry dengan setter dan rekan-rekan setimnya, termasuk tandem barunya, Jordan Wilson.

Jika kembali melihat pernyataan Megawati, ada satu hal penting yang bisa dipetik dari pengalamannya.

Perbedaan antara bermain di Indonesia dan Korea Selatan bukan semata-mata mengenai siapa yang lebih baik. Setiap kompetisi mempunyai karakter, sistem, dan tuntutan masing-masing.

Bagi Megawati, tempo permainan yang lebih cepat di Korea justru menjadi tantangan yang membuatnya berkembang.

Kini, bersama Hyundai Hillstate, tantangannya tentu akan kembali berbeda.

(tsy)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:06
15:53
24:57
01:25
01:04
04:48

Viral