- NOC Indonesia / Tetuko Mediantoro
False Start Bikin Hilang Medali Asian Games, CdM Todotua Pasaribu Akui Aditya Tri Syahria Jadi Masa Depan Panjat Tebing Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Tim Indonesia gagal mendapatkan medali emas dari nomor men speed cabang olahraga panjat tebing yang menjadi salah satu unggulan di Asian Games 2026.
Usai Veddriq Leonardo tersingkir di semifinal, wakil Indonesia di final Aditya Tri Syahria justru gagal memberikan medali setelah terkena false start pada Kamis (1/10/2026).
Meski gagal bawa pulang medali, performa Aditya mendapat perhatian khusus dari Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu.
Todotua menilai kegagalan meraih medali tidak seharusnya membuat perjuangan Aditya dipandang sebelah mata. Ia justru melihat atlet yang akrab disapa Adit tersebut sebagai salah satu aset penting untuk masa depan speed climbing Indonesia.
“Masyarakat Indonesia patut berterima kasih atas perjuangan luar biasa atlet panjat tebing Aditya Tri Syahria. Mungkin memang belum berakhir dengan medali, tetapi satu hal telah kita yakini, salah satu masa depan speed climbing Indonesia ada pada diri Spiderman muda Aditya Tri, dan perjalanan besarnya baru dimulai hari ini,” ujar Todotua.
Todotua juga meminta masyarakat memberikan dukungan tanpa memberikan tekanan berlebihan kepada Aditya yang masih berada dalam fase perkembangan sebagai atlet. Menurutnya, kepercayaan dan ketenangan menjadi hal penting agar sang atlet bisa terus berkembang.
“Untuk atlet muda seperti Adit, yang dibutuhkan bukan beban yang berlebihan, melainkan kepercayaan, ketenangan, dan ruang untuk terus bertumbuh di masa depan. Tugas kita adalah menjaga pundaknya tetap kuat, bukan justru menambah berat,” tambahnya.
Dalam nomor speed putra, Aditya dan Veddriq Leonardo sama-sama membawa harapan Indonesia. Veddriq terhenti di semifinal, sedangkan Aditya mampu melaju hingga final sebelum harus mengakhiri perjuangannya tanpa medali.
“Doa terbaik untuk Adit dan Olympian kebanggaan Indonesia, Veddriq Leonardo. Tetap tegakkan kepala, Adit. Perjalananmu masih panjang, kesempatanmu masih terbentang,” ujar Todotua.
Todotua pun meminta keduanya tetap menjaga semangat setelah perjuangan di Asian Games 2026.
“Teruslah memanjat, teruslah melesat. Kalian telah memberikan yang terbaik untuk Merah Putih. Teruslah berjuang tanpa letih, karena Indonesia akan selalu membersamai dengan doa dan kasih,” katanya.