- KOVO
Mengenal Kwon Soon-chan, Pelatih Baru Red Sparks Pengganti Ko Hee-jin
tvOnenews.com - Jung Kwan Jang Red Sparks resmi menunjuk Kwon Soon-chan sebagai pelatih kepala baru untuk menghadapi musim mendatang di Liga Voli Korea. Kwon sebelumnya pernah menangani Heungkuk Life Pink Spiders.
Penunjukan tersebut dilakukan setelah Ko Hee-jin mengundurkan diri dari posisi pelatih kepala. Keputusan itu menjadi bagian dari upaya Red Sparks untuk membangun kembali suasana tim setelah muncul kontroversi terkait perilaku tidak pantas yang dilakukan salah satu staf pelatih saat jeda All-Star pada Januari lalu.
Menurut pengumuman klub pada tanggal 6, Kwon Soon-chan dipercaya untuk memimpin Red Sparks pada musim mendatang. Klub menilai Kwon sebagai sosok yang mampu membantu perkembangan pemain melalui pendekatan yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing.
- KOVO
Jung Kwan Jang Red Sparks menyebut Kwon sebagai "pemimpin yang membawa pertumbuhan melalui instruksi yang disesuaikan dengan mempertimbangkan karakteristik individu setiap pemain."
Klub juga menjelaskan alasan di balik penunjukan tersebut. "Kami menilai bahwa pengalaman kepelatihannya yang melimpah, kemampuan pengembangan pemain, dan kepemimpinannya menjadikannya orang yang tepat untuk memperkuat organisasi dan kinerja tim, sehingga membawa klub ke lompatan baru ke depan."
Red Sparks sendiri melewati musim lalu dengan hasil mengecewakan setelah finis di posisi terakhir klasemen. Daya serang tumpul pasca ditinggal Megawati Hangestri, sosok penggantinya belum bisa mengambil peran seperti yang diharapkan.
Situasi klub kemudian semakin sulit ketika pada Juli muncul laporan mengenai dugaan perilaku tidak pantas seorang pelatih terhadap pemain.
Berdasarkan keterangan sejumlah sumber di dunia bola voli saat itu, perilaku tersebut terjadi dalam acara makan malam tim yang digelar Jung Kwan Jang pada Januari. Kasus tersebut kemudian menggemparkan komunitas bola voli Korea.
Permintaan maaf yang disampaikan klub setelah kejadian tersebut juga menuai kontroversi. Sejumlah penggemar mempertanyakan ketulusan permintaan maaf tersebut dan melontarkan kritik kepada klub.
Situasi bahkan semakin berkembang setelah beberapa penggemar menyatakan rencana untuk mengajukan petisi secara pribadi kepada tiga kementerian pemerintah, yakni Kementerian Kehakiman, Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata, serta Kementerian Kesetaraan Gender dan Keluarga.