- Kolase tvOnenews.com / tangkapan layar Instagram NEC RR Official
Baru Debut, Lee Da-hyeon Mantan Rival Megawati Hangestri Langsung Jadi Middle Blocker Terbaik di Liga Voli Jepang
Jakarta, tvOnenews.com - Meski baru debut di Liga Voli Jepang 2026-2027, namun Lee Da-hyeon mampu tampil impresif bersama NEC Red Rockets Kawasaki. Mantan rival Megawati Hangestri itu bahkan mampu menjadi andalan sekaligus dinobatkan sebagai middle blocker terbaik di pekan pertama SV.League.
Lee Da-hyeon telah resmi menjalani debut saat NEC Red Rockets Kawasaki menghadapi Victorina Himeji di pekan pertama Liga Voli Jepang pada 17-18 Oktober lalu. Ia pun langsung menjadi andalan.
Melansir dari media Jepang, The Answer, Lee Da-hyeon mencetak 14 poin, termasuk enam poin melalui blok, meski NEC harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 2-3 pada hari pertama.
Kemudian pada hari kedua, Lee berhasil membantu NEC bangkit dengan kemenangan 3-1 atas Himeji. Ia menyumbangkan 12 poin, termasuk empat blok dan satu ace servis, sehingga mengoleksi total 26 poin dan 10 blok dalam dua pertandingan perdananya.
Berdasarkan statistik dari Volleyball World Asia, Lee Da-hyeon bahkan menjadi midle blocker terbaik di pekan pertama. Ia bersanding dengan Araki Ayaka dan Brionne Butler yang sama-sama mengemas 11 angka.
Ketiganya mengunggul Mami Yokota (10) dan Danielle Cuttino serta Elia Rubin (9) yang berada di posisi selanjutnya.
Sehingga adaptasi mantan rival Megawati Hangestri tersebut pun terbilang mengesankan karena ia baru bisa berlatih bersama rekan-rekan setimnya selama kurang lebih dua minggu, lantaran harus menjalani agenda Tinnas Voli Putri Korea di Asian Games 2026.
Pelatih NEC, Kodai Nakatani, turut memuji kemampuan Lee Da-hyeon dalam beradaptasi di lingkungan barunya, mengingat statausnya sebagai debutan di Jepang.
“Dia pemain yang sangat cerdas sehingga mampu beradaptasi dengan tim dengan sangat cepat,” kata Kodai Nakatani, dikutip dari The Answer.
Di sisi lain, Lee Da-hyeon mengungkapkan bahwa dukungan rekan-rekan setim menjadi salah satu alasan dirinya bisa merasa nyaman meski baru bergabung dengan klub Jepang tersebut. Ia mengaku tidak merasa tertekan ketika melakukan kesalahan selama latihan karena para pemain lain tetap membantunya berkembang.
“Semua orang benar-benar banyak membantu saya. Saya melakukan banyak kesalahan selama latihan, tetapi tidak ada seorang pun yang menyalahkan saya. Berkat suasana seperti itu, saya merasa benar-benar menjadi bagian dari tim,” kata Lee.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada setter Tsukasa Nakagawa yang membantunya memahami berbagai aspek permainan, termasuk timing dan koordinasi serangan.
“Nakagawa mengajari saya banyak hal, termasuk timing. Berkat suasana seperti ini, saya bisa merasa nyaman seperti ketika berada di tim nasional Korea Selatan,” tambahnya.
Meski mengawali kiprahnya dengan menjanjikan, Lee menyadari bahwa SV.League menghadirkan tantangan tersendiri karena dihuni banyak pemain asing berkualitas dan tim-tim dengan pertahanan yang kuat.
Ia menilai bahwa kemampuan menyerang saja tidak cukup karena pemain harus menemukan cara yang tepat untuk menembus pertahanan lawan.
“SV.League memiliki banyak pemain asing dengan kekuatan dan kemampuan yang sangat tinggi. Kualitas pertahanan setiap tim juga sangat baik sehingga kemampuan menciptakan peluang untuk mencetak poin menjadi hal yang penting,” jelasnya lagi.
Keputusan berkarier di Jepang sebelumnya telah menjadi sumber motivasi besar bagi Lee Da-hyeon untuk terus meningkatkan kemampuannya. Saat ditemui selama Asian Games, ia bahkan menegaskan tekadnya untuk belajar lebih banyak melalui pengalaman bermain di luar Korea Selatan.
“Bisa menandatangani kontrak dengan tim Jepang saja sudah menjadi motivasi yang luar biasa. Ketika sempat berlatih sebentar pada Juli, saya berpikir, ‘Saya tidak boleh berpuas diri. Ternyata selama ini saya berada di dunia yang terlalu sempit.’ Demi masa depan Korea Selatan, saya akan berjuang keras di Jepang,” ucapnya lagi.
(nad)