news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Mohamad Shohibul Fikri dan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama

Kata Fajar/Fikri soal Psywar Duel Sesama Pelatnas di Indonesia Masters 2026: Semua Ingin Jadi Nomor Satu

Perang saudara di sektor ganda putra akan kembali tersaji pada babak perempat final Indonesia Masters 2026 antara pasangan Fajar/Fikri melawan Raymond/Joaquin.
Jumat, 23 Januari 2026 - 06:42 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pertemuan sesama ganda putra Indonesia di Daihatsu Indonesia Masters 2026 tak hanya menyajikan adu teknik, tetapi juga pertarungan mental. 

Fajar Alfian menilai psywar yang muncul saat dirinya berpasangan dengan Muhammad Shohibul Fikri menghadapi Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana di babak 16 besar kemarin merupakan bagian dari persaingan sehat di lingkungan pelatnas.

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Mohamad Shohibul Fikri
Sumber :
  • tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama

“Kalau ditanya ada psy war atau enggak, ya pasti ada. Tapi bukan soal gengsi berlebihan," ujar Fajar Alfian kepada media.

"Di PBSI, sesama ganda putra Indonesia kami saling bersaing untuk jadi yang terbaik. Semua pasti ingin menang dan jadi nomor satu,” katanya lagi.

Duel internal tersebut akhirnya dimenangkan Fajar/Fikri lewat laga tiga gim yang ketat dengan skor 21-16, 18-21, 21-13, sekaligus memastikan langkah mereka ke babak perempat final. 

Meski berasal dari satu negara, tensi pertandingan terasa tinggi sejak awal hingga akhir.

Fajar/Fikri sempat mengontrol permainan pada gim pertama, namun situasi berubah di gim kedua ketika Leo/Bagas memilih mengubah pendekatan permainan.

“Di game kedua, Leo/Bagas memperlambat tempo permainan. Mereka tidak mau ke pola permainan kami yang cepat, jadi mereka memperlambat tempo permainan dan kami juga tidak sadar dan terlambat mengantisipasi,” kata Fajar.

Leo mengakui tekanan pertandingan turut memengaruhi performa mereka, terutama saat memasuki poin-poin krusial.

“Kami terlalu banyak melakukan kesalahan yang beruntun, harusnya kalau salah di satu-dua poin, bisa balik dapat poin lagi. Cukup disayangkan juga, apalagi terjadi di poin-poin kritis,” ujar Leo.

Meski keluar sebagai pemenang, Fajar tak menampik bahwa permainan depan Leo sempat membuatnya kurang nyaman. Ia menilai karakter permainan tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah panasnya laga.

“Apalagi saya pribadi kalau lawan Leo agak sedikit kurang cocok ya. Permainan depan Leo begitu halus, kadang saya agak kagok dengan pola permainannya,” beber Fajar.

Hasil pertandingan ini kembali mempertemukan Fajar/Fikri dengan sesama wakil Indonesia di perempat final, yakni Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
05:21
02:59
06:26
01:02
04:07

Viral