news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wakil Ketua Umum PBSI, Taufik Hidayat.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama

PBSI Siapkan Evaluasi Besar-besaran Usai Gagal di Piala Thomas 2026, Taufik Hidayat: Pelatih Bisa Diganti Kapan Saja

Evaluasi besar-besaran tengah disiapkan federasi Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) usai hasil buruk yang didapatkan oleh Indonesia pada ajang Piala Thomas 2026.
Jumat, 8 Mei 2026 - 17:54 WIB
Editor :

"Kalau tidak perform buat apa dipertahankan. Olahraga tidak bisa menunggu-nunggu. Tidak hanya pelatih teknik tapi juga tim pendukung yang kalau tidak maksimal, kami cari lagi yang baru," kata Taufik.

Dalam kesempatan tersebut, Taufik turut membahas perubahan karakter atlet di era modern. Ia menilai pendekatan kepelatihan saat ini berbeda jauh dibanding masa ketika dirinya masih aktif bermain.

Menurutnya, pelatih modern harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Mereka juga dituntut lebih peka terhadap kondisi mental dan kebutuhan atlet di tengah tekanan kompetisi internasional.

"Kami tidak bisa bandingkan dengan atlet zaman dulu. Kalau dulu, pelatih ngomong apa atlet ikut saja. Sekarang tidak bisa begitu. Pelatih juga harus sensitif sekarang," ucap Taufik.

Selain membahas evaluasi, Taufik juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia atas hasil yang diraih di Thomas Cup dan Uber Cup 2026.

Ia mengakui ekspektasi publik terhadap bulutangkis Indonesia memang sangat tinggi karena sejarah prestasi yang panjang.

Wakil Ketua Umum I PBSI, Taufik Hidayat dan (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian
Sumber :
  • tvOnenews.com/Ilham Giovani Pratama

"Mungkin ini yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang untuk tanggapan Thomas Cup dan Uber Cup. Tentu pengurus ada kecewa tapi kita harus lihat dari sisi atlet," kata Taufik.

"Kita harus realistis. Kita tahu ekspektasi terhadap bulutangkis begitu besar dan kita punya sejarah yang bagus 10-20-30 tahun lalu di Piala Thomas Cup dan Uber," sambunganya.

Taufik mengaku memahami reaksi masyarakat yang kecewa dengan pencapaian tim nasional. Meski demikian, ia memastikan para atlet sudah berjuang maksimal demi membawa nama Indonesia.

"Kita lihat bahasa di media sosial banyak orang kecewa. Kami tidak menutupi. Secara umum perjuangan atlet sudah maksimal. Mereka menunjukkan semangat dan kerja keras untuk Indonesia," jelas Taufik.

"Tapi kami juga harus jujur bahwa pencapaian tidak sesuai ekspektasi. Atas nama PBSI kami memohon maaf terhadap pencapaian di Thomas Cup dan Uber Cup. Memang olahraga seperti itu, kalau menang disanjung dan kalau kalah pasti ada banyak orang kecewa," lanjutnya.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
02:11
01:30
05:41
02:16
05:19

Viral