- Kolase tvOnenews.com / http://bwfshuttletime.com / Instagram @t_gun75
Tak Terduga, 3 Pebulu Tangkis Indonesia Ini Malah Pilih Pindah Kewarganegaraan setelah Raih Medali Olimpiade
3. Tony Gunawan, peraih emas Sydney yang kemudian berjaya bersama Amerika Serikat
Nama berikutnya adalah Tony Gunawan, salah satu pemain ganda putra terbaik yang pernah lahir dari Indonesia.
Tony lahir di Surabaya pada 9 April 1975 dan dikenal sebagai pemain dengan sentuhan halus, refleks cepat, serta kemampuan membaca permainan yang sangat matang di depan net.
Prestasi terbesar Tony bersama Indonesia datang di Olimpiade Sydney 2000. Berpasangan dengan Candra Wijaya, ia berhasil merebut medali emas di nomor ganda putra.
Gelar itu menjadi salah satu momen emas penting bagi bulu tangkis Indonesia pada era 2000-an.
Tony juga tercatat pernah menjuarai Kejuaraan Dunia 2001 saat masih membela Indonesia.
Namun perjalanan karier Tony tidak berhenti di sana. Setelah meninggalkan pelatnas Indonesia, ia melanjutkan hidup dan kariernya di Amerika Serikat.
Di negeri barunya itu, Tony kemudian menjadi warga negara Amerika Serikat dan tetap aktif di dunia bulu tangkis, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Yang membuat kisah Tony semakin menarik, ia tak sekadar “pindah negara”, tetapi juga kembali meraih prestasi besar.
Pada Kejuaraan Dunia 2005 di Anaheim, Tony berpasangan dengan Howard Bach dan sukses merebut gelar juara dunia untuk Amerika Serikat.
Kemenangan itu sangat bersejarah karena menjadi salah satu pencapaian terbesar bulu tangkis AS di level dunia.
Dengan kata lain, Tony adalah sosok langka yang mampu menjadi juara dunia baik saat membela Indonesia maupun setelah beralih ke Amerika Serikat.
Fakta ini memperlihatkan betapa besar kualitas Tony Gunawan sebagai pemain kelas dunia.
Di Indonesia ia dikenang sebagai peraih emas Olimpiade, sedangkan di Amerika Serikat ia juga meninggalkan warisan penting sebagai pemain dan pelatih.
Perpindahan kewarganegaraan para mantan atlet elite memang selalu memunculkan perdebatan.
Di satu sisi, publik Indonesia tentu merasa kehilangan karena mereka pernah menjadi simbol kejayaan Merah Putih.
Namun di sisi lain, keputusan tersebut juga merupakan bagian dari perjalanan hidup pribadi masing-masing atlet, entah karena keluarga, karier, masa depan, atau kesempatan baru di luar negeri.