- REUTERS/Marco Bello
Anthony Joshua Buka Suara Soal Kematian Dua Sahabatnya Usai Kecelakaan Maut, Mantan Juara Kelas Berat Berikan Tribut Emosional
Jakarta, tvOnenews.com - Petinju asal Inggris, Anthony Joshua akhirnya untuk pertama kalinya buka suara dan memberikan tribut emosional soal kematian dua sahabatnya yang tewas dalam kecelakaan maut.
Anthony Joshua sempat terlibat kecelakaan maut yang terjadi di Nigeria pada 29 Desember 2025 lalu. Saat itu mobil SUV yang ditumpanginya menabrak truk yang berhenti di pinggir jalan.
Akibat kecelakaan ini, dua sahabat sekaligus pelatih yakni Sina Ghami dan Latif 'Latz' Ayodele meninggal dunia dalam peristiwa memilukan ini. Sedangkan AJ selamat dan hanya mengalami cedera ringan.
Setelah bungkam dalam masa berkabungnya, Joshua akhirnya buka suara dengan penuh emosional. Hal ini ia ungkapkan melalui sebuah video berdurasi 6 menit yang diunggah di kanal YouTube pada Kamis (29/1/2026) waktu Indonesia.
Dalam video singkat tersebut, mantan juara kelas berat itu menyatakan bahwa kehilangan kedua pria itu adalah pengalaman paling berat yang pernah ia rasakan dalam hidupnya. Meski ia pernah kehilangan orang-orang penting dalam hidupnya sebelumnya, Joshua menjelaskan bahwa hubungan mereka jauh lebih dari sekadar rekan kerja, karena tumbuh bersama untuk waktu yang cukup lama.
Joshua juga berbicara tentang perasaan batinnya yang campur aduk setelah kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa banyak orang yang mungkin mencoba memaknai situasi dari luar, tetapi yang paling penting adalah bagaimana ia menerima dan menghormati hubungan yang ia miliki dengan kedua sahabatnya.
Ia juga menegaskan bahwa ia merasa diberkati telah memiliki mereka di sisinya dan berterima kasih atas dukungan yang mengalir dari seluruh dunia sejak berita kecelakaan itu.
Anthony Joshua menekankan bahwa ia ingin melanjutkan apa yang telah mereka rencanakan bersama, yakni membantu keluarga mereka mencapai tujuan yang belum sempat terwujud.
Lebih lanjut Joshua juga tidak menutup kemungkinan untuk kembali ke ring tinju. Walau belum ada pengumuman resmi tentang jadwal pertarungannya berikutnya, tekadnya untuk terus menjalani misi dan tanggung jawabnya terhadap sahabatnya menunjukkan bahwa ia belum siap untuk pensiun dari dunia yang telah membesarkan namanya.
- Instagram @healthy_mindset
Berikut garis besar pernyataan Anthony Joshua soal kematian dua sahabatnya, sebagaimana dilansir dari Sky Sports:
"Kami pulang ke rumah, mengunjungi keluarga kami, dan semuanya langsung berubah drastis. Itu adalah keadaan yang tak terduga, di luar kendali kami.
Bukan hanya orang tua mereka, paman mereka, sepupu mereka, teman-teman mereka, dan saya sendiri yang kehilangan dua sosok hebat, kami juga kehilangan orang-orang yang sangat kami sayangi dan telah menjadi tokoh penting dalam hidup kami semua.
Ini sulit. Benar-benar sulit. Saya tidak akan duduk di sini dan menunjukkan semua emosi saya. Saya tahu di zaman sekarang ini mudah untuk menganalisis orang secara detail dan menghakimi. Saya tahu apa yang saya rasakan dan itulah yang penting bagi saya. Saya tahu apa kewajiban saya. Mereka adalah saudara-saudara saya, mereka adalah teman-teman saya.
Saya pernah kehilangan orang-orang sebelumnya. Tapi saya rasa saya belum pernah kehilangan orang-orang seperti itu. Saya dan mereka adalah anggota tim yang sangat penting, teman-teman yang sangat penting, dan dua saudara laki-laki saya.
Saya memang orang besar, tapi aku berjalan bersama para raksasa yang melindungiku, menjagaku agar tetap terlindungi.
Tujuan saya adalah untuk terus membantu mereka mencapai tujuan mereka. Bukan hanya kekuatan fisik yang akan membantuku melewati ini. Saya membutuhkan banyak kekuatan dari Tuhan. Jadi, saya pasti akan berdoa dan membantu mereka mewujudkan impian mereka untuk keluarga mereka, bukan hanya saya, tetapi seluruh tim kami.
Saya akan melakukan apa yang benar untuk mereka, saya akan melakukan apa yang benar untuk keluarga mereka. Saya tahu apa yang akan saya lakukan. Apa yang bisa saya katakan? Suatu hari nanti waktu saya akan tiba, tapi misi harus terus berjalan dan saya memahami tugas saya.
Ini bukan tentang warisan, ini hanya tentang melakukan apa yang benar dan saya tahu saya akan melakukan apa yang benar untuk mereka. Saya tahu apa yang harus saya lakukan.
Saya masih tidak bisa memahami, hanya dua teman saya, betapa populernya mereka. Kami tumbuh bersama. Saya mengenal mereka sebagai teman, tetapi mereka telah membangun karakter yang begitu kuat selama bertahun-tahun,
"Saya yakin orang tua mereka 100 persen bangga pada mereka karena saya sendiri juga bangga.
Terima kasih atas kasih sayang dari seluruh dunia. Untuk siapa pun di luar sana yang telah kehilangan seorang putra, seorang saudara, salam cinta untuk kalian." kata Anhtony Joshua.
(nad)