- Stephen R. Sylvanie-Imagn Images/REUTERS
Paddy Pimblett Soroti Kekalahan dari Justin Gaethje, Singgung Insiden Colokan Mata di UFC 324
tvOnenews.com - Paddy Pimblett angkat bicara mengenai kekalahannya dari Justin Gaethje dalam perebutan gelar interim kelas ringan di UFC 324.
Laga utama yang digelar di T-Mobile Arena itu berlangsung sengit hingga ronde kelima. Kedua petarung menampilkan pertarungan intens, namun setelah lima ronde berakhir, para juri sepakat memenangkan Gaethje dengan skor 48-47, 49-46, dan 49-46.
Bagi Gaethje (27-5 MMA, 10-5 UFC), kemenangan ini memperpanjang tren positifnya menjadi dua kemenangan beruntun lewat keputusan juri.
- Stephen R. Sylvanie-Imagn Images/REUTERS
Ia masuk ke duel perebutan gelar interim setelah mengalahkan Rafael Fiziev. Sebelumnya, Gaethje pernah meraih sabuk interim di UFC 249 usai menundukkan Tony Ferguson, namun gagal menyatukan gelar setelah kalah dari Khabib Nurmagomedov beberapa bulan kemudian.
Sementara itu, kekalahan ini menghentikan sembilan kemenangan beruntun Pimblett sekaligus menjadi kekalahan pertamanya di UFC.
Soroti Insiden Colokan Mata
Melalui video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya, petarung asal Liverpool itu menonton ulang pertarungan tersebut dan mempertanyakan hasil keputusan juri serta kepemimpinan wasit.
Dalam laga itu, Pimblett mengalami colokan di kedua matanya. Ia merasa seharusnya ada pengurangan poin bagi lawannya dan menilai insiden tersebut sangat memengaruhi performanya.
"Saya tidak ingin terdengar seperti pecundang yang buruk, tetapi itu mengubah seluruh pertarungan," kata Pimblett.
Ia mengakui sempat mendapat tekanan setelah insiden tersebut, namun merasa tetap mampu menguasai ronde ketiga.
"Sejujurnya, dia memukul saya setelah itu karena dia memukul dan mulai menyikut saya, tetapi saya dengan mudah memenangkan ronde ketiga. Jadi bayangkan jika itu tidak pernah terjadi di ronde kedua. ... Persepsi kedalaman saya salah, mereka berteriak kepada saya untuk melakukan takedown, tetapi terkadang dia melihat jauh, terkadang dia melihat dekat."
Setelah meninjau ulang pertarungan, Pimblett menilai dirinya memenangkan dua dari lima ronde. Menurutnya, jika pengurangan poin dilakukan sebagaimana mestinya, hasilnya bisa berbeda.
"Bagi saya, saya menang tiga dan lima," jelas Pimblett. "Jika poinnya berjalan seperti seharusnya, Nak, itu seri. Saya tidak ingin terdengar kesal, Anda tidak bisa menyesali apa yang sudah terjadi, tetapi saya merasa sedikit kecewa. Saya tahu bagaimana perasaan Jared Gordon, saya akan mengatakannya seperti itu. Saya tahu kartu skor tidak akan menguntungkan kami. Itulah mengapa saya melakukan sedikit 'Saya tidak tahu' kepada ibu dan ayah saya karena saya setengah tahu saya kalah. Anda bisa melihat mata saya merah padam di sana. Seharusnya skornya 48-47," pungkasnya.