- ANTARA/Laman MMA Fighting/Jeff Bottari/Zuffa LLC via Getty Images.
Alex Pereira Sparring Lawan Sean Strickland Demi Bidik Sejarah Juara Tiga Divisi UFC
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan juara kelas berat ringan UFC, Alex Pereira, menjalani sesi sparring melawan mantan rival beratnya yakni Sean Strickland, demi mempersiapkan diri mencetak sejarah di ajang MMA paling bergengsi di dunia tersebut.
Alex Pereira (13-3-0) dijadwalkan akan berhadapan dengan Ciryl Gane (13-2-0, 1NC) di kelas berat di salah satu kartu pertandingan UFC Freedom 250 atau UFC White House pada 14 Juni 2026 mendatang.
Pertarungan ini menjadi spesial karena Alex Pereira akhirnya debut di kelas berat usai resmi menanggalkan statusnya sebagai juara kelas berat ringan UFC.
Tak hanya itu, The Poatan juga memiliki misi lain saat berhadapan dengan Ciryl Gane. Yakni dirinya mencoba menjadi pemegang gelar di tiga divisi berbeda di UFC.
Untuk mempersiapkan hal tersebut, Pereira sampai menunjuk Sean Strickland yang merupakan rivalnya sebagai rekan sparringnya. Hal ini diketahui dari unggahan terbaru Pereira di akun media sosial pribadinya.
Dalam unggahan video singkat tersebut, terlihat momen menarik ketika Strickland menunjuk ke tengah kanvas, meniru aksi Max Holloway saat menghadapi Justin Gaethje. Setelah itu, keduanya langsung terlibat dalam adu kombinasi pukulan keras selama 10 detik yang berlangsung intens.
Sementara itu, Strickland juga memiliki target besar. Ia akan mencoba merebut kembali gelar kelas menengah saat berhadapan dengan petarung tak terkalahkan, Khamzat Chimaev di UFC 328 pada 9 Mei mendatang.
Sesi sparring ini pun terlihat menarik. Pasalnya hubungan Pereira dan Strickland kini berubah. Setelah sebelumnya menjadi rival di oktagon, keduanya kini kerap berlatih bersama.
Pertemuan mereka di masa lalu terjadi pada UFC 276 tahun 2022, saat Pereira mencetak kemenangan knockout (KO) ronde pertama atas Strickland dalam perjalanannya menuju duel melawan Israel Adesanya dan meraih gelar kelas menengah (84 kg).
Namun, sesi sparing terbaru tersebut ternyata juga memunculkan kenangan kurang menyenangkan bagi Strickland. Ia mengakui sempat berada dalam situasi sulit saat menghadapi tekanan dari Pereira.
"Kami sedang berlatih tanding dan dia membuat aku menurunkan tangan aku. Pada saat itu aku langsung berkata, 'Tidak, kawan. Kita sudah selesai.", katanya.