news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Petinju kelas berat, Oleksandr Usyk.
Sumber :
  • REUTERS/Amr Abdallah Dalsh

Tinju Dunia: Oleksandr Usyk Ungkap Alasan Ingin Pilih Deontay Wilder sebagai Lawan Terakhir Sebelum Pensiun

Petinju kelas berat, Oleksandr Usyk mengungkapkan alasannya ingin berduel melawan Deontay Wilder di pertarungan terakhirnya sebelum memutuskan pensiun dari dunia tinju.
Senin, 3 Agustus 2026 - 14:17 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Petinju kelas berat, Oleksandr Usyk mengungkapkan alasannya ingin berduel melawan Deontay Wilder di pertarungan terakhirnya sebelum memutuskan pensiun dari dunia tinju.

Oleksandr Usyk  (25-0, 16 KO) akhirnya secara blak-blakan mengungkap sosok yang ingin dihadapinya pada pertarungan terakhir dalam karier profesionalnya. Petinju asal Ukraina itu secara terbuka memilih mantan juara dunia WBC, Deontay Wilder, sebagai lawan ideal untuk menutup perjalanan panjangnya di ring.

Keputusan tersebut muncul setelah Oleksandr Usyk melepas sabuk juara dunia kelas berat versi IBF, WBA, dan WBC pada Juni lalu. Keputusannya didasari agar divisi kelas berat tetap berjalan tanpa harus menunggu dirinya yang hanya ingin menjalani satu laga terakhir sebelum pensiun.

Petinju berusia 39 tahun itu juga ingin menggelar duel perpisahannya di Amerika Serikat. Alhasil nama Deontay Wilder dinilai sebagai pilihan paling menarik sekaligus memiliki nilai komersial tinggi di pasar tinju Negeri Paman Sam.

Meski performa Wilder belakangan ini dianggap telah menurun dalam beberapa tahun terakhir, Usyk tetap menaruh respek besar kepada mantan pemegang sabuk WBC tersebut. Pasalnya ia menilai bahwa reputasi dan kemampuan Wilder tetap tidak boleh dipandang sebelah mata.

"Dengar, Deontay Wilder adalah petinju yang dalam 10 tahun terakhir merupakan salah satu petarung terbaik dan juara dunia. Dia sosok yang berbahaya," kata Oleksandr Usyk kepada All Out Fighting.

Wilder sendiri memang tidak lagi berada di puncak performanya setelah kalah dari Joseph Parker dan Zhilei Zhang. Namun, petinju berjuluk The Bronze Bomber itu masih memiliki rekor 45 kemenangan, 43 di antaranya diraih lewat knockout.

Usyk mengakui kemenangan atas Wilder mungkin tidak akan banyak menambah warisannya sebagai salah satu petinju terbaik sepanjang masa. Namun, ia menegaskan bahwa motivasinya bukan lagi mengejar pengakuan ataupun gelar.

"Saya tidak bertinju demi kejayaan. Bagi saya, ini adalah hidup saya," ujarnya.

Saat ditanya apakah dirinya masih merasa sebagai petinju kelas berat terbaik di dunia, Usyk justru memilih bersikap rendah hati. Ia menegaskan setiap pertarungan selalu dihadapinya dengan mental sebagai penantang.

"Mungkin, saya tidak tahu. Bagi saya, setiap kali bertarung saya selalu merasa sebagai underdog. Saya merasa baik, ini adalah waktu yang tepat. Kami terus berlatih, terus bertinju, dan terus mengembangkan karier saya." tutupnya.

(nad).

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:51
01:46
01:56
05:54
18:02
05:11

Viral