news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Justin Gaethje (hitam) vs Paddy Pimblett di UFC 324.
Sumber :
  • Stephen R. Sylvanie-Imagn Images/REUTERS

Kejujuran Paddy Pimblett soal Kekalahan dari Justin Gaethje di UFC: Tak Lagi Goyahkan Mentalnya

Paddy Pimblett mengungkapkan bahwa kekalahan dari Justin Gaethje di UFC 324 tidak terlalu memengaruhi mentalnya. Petarung asal Liverpool itu mengaku kini mampu.
Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:02 WIB
Reporter:
Editor :

Ia kemudian membandingkan pengalamannya saat menelan kekalahan pada usia yang lebih muda dengan apa yang dirasakannya setelah menghadapi Gaethje. Menurutnya, kekalahan ketika berusia 18, 22, dan 23 tahun memberikan tekanan yang jauh lebih besar terhadap kondisi mentalnya.

“Saat aku kalah di usia 18, 22, dan 23 tahun, itu sangat memengaruhi kesehatan mentalku. Saat kalah kali ini, aku bahkan tidak menangis.”

Paddy Pimblett juga menjelaskan bahwa kekalahan-kekalahan sebelumnya kerap membuatnya larut dalam kesedihan selama berhari-hari. Namun, pengalaman menghadapi Gaethje memberinya perspektif yang berbeda dalam menyikapi hasil pertandingan.

“Setiap pertarungan lain yang saya kalahkan, saya selalu duduk di kamar dan menangis tersedu-sedu selama berhari-hari,” lanjutnya. “Yang ini saya tidak pernah (menangis).”

Menurut Pimblett, ia dapat menerima kekalahan tersebut karena memahami bahwa masih ada aspek dalam kemampuannya yang perlu dikembangkan. Ia memandang hasil pertandingan itu bukan semata-mata sebagai kegagalan, melainkan sebagai pengalaman yang dapat membantunya meningkatkan kualitas sebagai petarung.

“Yang ini, saya tahu ini adalah sebuah perkembangan. Saya tahu saya membutuhkannya untuk menjadi lebih baik, dan itulah yang telah saya lakukan.”

Justin Gaethje kalahkan Paddy Pimblett di UFC 324
Sumber :
  • Stephen R. Sylvanie-Imagn Images/REUTERS

Untuk saat ini, Pimblett belum mengumumkan jadwal pertarungan berikutnya. Meski demikian, ia secara terbuka menyuarakan keinginannya untuk mewujudkan pertarungan ulang yang telah lama dinantikan melawan Ilia Topuria.

Tidak hanya ingin bertemu Topuria di dalam Octagon, petarung asal Liverpool tersebut juga ingin membangun antusiasme terhadap duel itu sejak jauh-jauh hari. Salah satu gagasan yang ia dorong adalah menjadi pelatih yang saling berhadapan dengan bintang asal Spanyol tersebut dalam program The Ultimate Fighter pada 2027.

Jika rencana tersebut terwujud, persaingan antara Pimblett dan Topuria berpotensi berkembang menjadi salah satu cerita utama di divisi kelas ringan UFC sebelum keduanya bertemu dalam pertarungan resmi.

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

08:50
02:47
06:54
06:16
06:20
07:15

Viral