news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Alexander Volkanovski (kiri) dan Justin Gaethje (kanan)..
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / UFC.COM

Mantan Rival Islam Makhachev Usul Duel Pensiun Bareng Justin Gaethje, UFC Bisa Punya Laga Spesial

Juara kelas bulu UFC, Alexander Volkanovski, mengungkap keinginannya untuk menjalani duel perpisahan melawan Justin Gaethje sebelum keduanya pensiun dari MMA.
Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:58 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Juara kelas bulu UFC, Alexander Volkanovski, mengungkapkan gagasannya untuk menjalani pertarungan terakhir melawan Justin Gaethje sebelum keduanya mengakhiri karier profesional di dunia seni bela diri campuran (MMA). Ia membayangkan duel super tersebut menjadi penutup karier yang istimewa bagi dua petarung yang telah lama berkiprah di UFC.

Nama Volkanovski sendiri tidak asing bagi penggemar MMA, terutama karena rivalitasnya dengan Islam Makhachev. Keduanya telah dua kali berhadapan di oktagon, dan dalam kedua pertarungan tersebut, Makhachev yang merupakan anak didik Khabib Nurmagomedov berhasil keluar sebagai pemenang.

Saat ini, Volkanovski memegang sabuk juara kelas bulu dengan batas berat 145 pon (65,8 kg), sedangkan Gaethje berkiprah di kelas ringan dengan batas berat 155 pon (70,3 kg). Dengan total 65 pertarungan profesional di antara keduanya, duel lintas divisi tersebut berpotensi menjadi laga spesial sebelum mereka memutuskan gantung sarung tangan.

Alexander Volkanovski saat berhadapan dengan Diego Lopes di UFC 325.
Sumber :
  • X @UFC

Alexander Volkanovski bahkan membuka peluang untuk mewujudkan pertarungan tersebut apabila berhasil mempertahankan gelar kelas bulunya saat menghadapi Movsar Evloev dalam laga utama UFC 333 pada 25 Oktober 2026.

Jika skenario itu terwujud, petarung asal Australia tersebut ingin menghadapi Gaethje dalam duel super non-gelar sebelum keduanya resmi gantung sarung tangan.

Dalam wawancara dengan MMA Junkie pada Minggu, Volkanovski menjelaskan bahwa gagasan pertarungan pensiun tersebut sebelumnya sempat disalahartikan. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menjadikan pertarungan berikutnya sebagai laga terakhir, tetapi tetap terbuka jika kesempatan menghadapi Gaethje benar-benar datang.

"Saya bahkan menyebutkan bahwa pertarungan ini seperti pertarungan pensiun, dan banyak orang bertindak seolah-olah maksud saya adalah pertarungan berikutnya harus menjadi pertarungan pensiun. Bukan begitu," kata Volkanovski dilansir dari kanal Youtube MMA Junkie.

"Tetapi pada saat yang sama, jika itu ditawarkan kepada saya, saya akan keluar dan melakukan yang terbaik dan mengangkat tangan saya sebagai pemenang."

Volkanovski juga mengaku memahami bahwa Gaethje masih belum sepenuhnya menentukan langkah berikutnya dalam kariernya. Karena itu, ia membayangkan kemungkinan keduanya sepakat menjalani satu pertarungan terakhir bersama, kemudian melepaskan gelar masing-masing dan pensiun secara bersamaan.

"Aku tahu Gaethje sebenarnya tidak tahu apa yang ingin dia lakukan. Nah, mungkin jika kau melakukan satu pertarungan lagi, aku bisa melakukannya bersamamu, lalu kita bertarung habis-habisan, kemudian melepaskan sabuk juara setelahnya dan pensiun. Divisi-divisi bisa mengatur diri mereka sendiri sementara kita memiliki akhir pertarungan super bak dongeng dan berlayar menuju matahari terbenam."

Menurut Volkanovski, duel melawan Justin Gaethje memiliki daya tarik tersendiri dan berpotensi menarik perhatian penggemar UFC tanpa harus mempertaruhkan sabuk juara. Ia bahkan lebih menyukai konsep pertarungan non-gelar agar kedua petarung dapat memberikan pertunjukan terakhir tanpa mengganggu persaingan di divisi masing-masing.

Ia membayangkan sebuah skenario ketika dirinya dan Gaethje terlebih dahulu melepaskan gelar juara, kemudian bertarung dalam satu duel spesial sebelum mengakhiri karier profesional.

Dengan demikian, para petarung lain tetap memiliki kesempatan untuk bersaing memperebutkan sabuk yang ditinggalkan.

"Saya pikir itu akan menjadi cerita keren yang belum pernah dilakukan, dan Anda tidak akan menghambat divisi dengan melakukannya," kata Volkanovski. "Saya selalu mengatakan saya tidak ingin menghambat divisi. Saya rasa itu tidak akan menghambat. Status saya sebagai juara tetap menghambat divisi karena ada begitu banyak petarung yang sebenarnya tidak pantas mendapatkan pertarungan dan harus menunggu siapa yang selanjutnya. Jika saya keluar dari persaingan, maka ada begitu banyak pertarungan yang dapat mereka lakukan untuk memperebutkan sabuk juara."

Justin Gaethje memegang dua sabuk gelar juara usai UFC White House.
Sumber :
  • X @UFC

Volkanovski menilai pelepasan gelar sebelum pertarungan super tersebut justru dapat membuka peluang lebih besar bagi petarung lain. Dengan tidak lagi terikat pada status juara, ia dan Gaethje bisa menjalani duel perpisahan tanpa membuat perebutan gelar di kelas bulu maupun kelas ringan harus tertunda.

"Itulah mengapa saya berpikir, 'Mungkin UFC tidak keberatan.' Kita bisa mengadakan pertarungan super, lalu pada saat yang sama membiarkan semua pertarungan lainnya terjadi. Saya hanya berpikir itu akan sangat keren dan bisa menjadi sesuatu. Jelas, banyak orang langsung menanggapinya dan mengembangkannya, dan sekarang saya sering ditanya tentang hal itu."

Gagasan tersebut kini menjadi salah satu kemungkinan menarik yang diperbincangkan di kalangan penggemar MMA. Meski belum ada kepastian mengenai realisasi duel itu, Volkanovski telah menyatakan keterbukaannya untuk menghadapi Gaethje dalam pertarungan terakhir yang berpotensi menjadi penutup karier keduanya.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:39
09:03
08:41
04:56
08:50
02:47

Viral