- F1
Max Verstappen Gagal Finis di F1 GP Austria 2025, Red Bull Menyerah dari Perebutan Gelar Juara Pembalap?
tvOnenews.com - Tim Red Bull Racing nampaknya sudah mulai realistis melihat peluang mereka dalam perebutan gelar juara dunia F1 2025.
Penasihat tim, Helmut Marko, secara terbuka menyatakan bahwa harapan Max Verstappen untuk mempertahankan gelar nyaris tertutup, menyusul insiden yang memaksanya gagal finis di F1 GP Austria 2025 akhir pekan lalu.
Max Verstappen harus menyudahi balapan lebih cepat setelah ditabrak oleh pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, di Tikungan 3 pada lap pembuka.
- F1
Insiden tersebut membuat sang juara bertahan gagal mengumpulkan poin, sementara McLaren tampil dominan lewat finis 1-2 yang diraih Lando Norris dan Oscar Piastri.
Kini, Verstappen tertinggal 61 poin dari Piastri di klasemen pembalap, jarak yang menurut Marko sangat sulit dikejar.
"Kami akan dapat kabar terbaru dalam dua balapan ke depan, tapi dengan performa seperti ini, saya rasa kami harus mencoret kejuaraan,” kata Marko dilanris dari laman Crash.
Saat ditanya apakah ia serius menyerah, Marko menegaskan jika dengan selisih yang jauh dan perlu berjuang keras untuk bisa menjadi juara.
"Dengan selisih seperti ini dan kecuali kami bisa mengejar ketertinggalan dengan kemenangan mutlak, saya rasa itu hampir tidak mungkin. McLaren terlihat sangat solid, mereka hanya goyah di Kanada karena kekurangan suku cadang. Kami tidak bisa berharap mereka jatuh lagi." ungkap Marko.
"Dan itu terlalu berat untuk dikejar" lanjutnya.
- F1
Sementara itu, Max Verstappen sendiri tak menampik situasi sulit yang dihadapi musim ini memang sulit.
"Mentalitas saya tetap sama. Kami selalu memberikan yang terbaik. Tapi kadang, Anda harus menerima bahwa kemenangan tak selalu datang. Yang penting adalah terus berjuang." ungkap Max Verstappen.
Di sisi lain, Christian Horner menyebut perebutan gelar kini mengerucut pada dua pembalap McLaren.
“McLaren punya keunggulan, mereka kini jadi rival utama satu sama lain. Fokus kami sekarang bukan ke kejuaraan, tapi ke balapan demi balapan. Kami pikirkan Silverstone dulu.” terngan Horner.
Bos Red Bull itu juga mengingatkan bahwa timnya masih dihuni oleh orang-orang yang merancang mobil paling dominan dua musim terakhir.