- Reuters
Honda Kembali ke Podium hingga Respons Emosional Marc Marquez Usai Pastikan Gelar Juara Dunia 2025 di Jepang: Sulit Untuk...
Jakarta, tvOnenews.com - Marc Marquez akhirnya menutup penantian panjang sejak 2019. Ia resmi menjadi Juara Dunia MotoGP 2025 bersama Ducati Lenovo.
Marquez mengoleksi total 541 poin musim ini. Jumlah itu unggul 201 poin dari adiknya, Alex Marquez.
- Reuters
Di MotoGP Jepang 2025 di Motegi, Marc finis kedua. Sementara juara balapan diraih rekan setimnya, Francesco Bagnaia.
Selepas balapan, layar besar menayangkan perjalanan hidup Marc sejak kecil. Ia terlihat tak kuasa menahan tangis.
“Sulit untuk bicara,” ucap Marc lirih di parc ferme. Air matanya mengalir saat menyebut perjuangan panjangnya.
Ia mengaku pernah membuat keputusan salah dengan kembali terlalu cepat. Tetapi, ia tidak berhenti berjuang hingga akhirnya meraih gelar lagi.
Bos Ducati, Davide Tardozzi, ikut berbahagia atas momen ini. Ia juga memuji kembalinya performa Bagnaia di Motegi.
Menurut Tardozzi, hari itu sangat sempurna bagi Ducati. Marc juara dunia dan Pecco kembali ke jalur kemenangan.
Jalannya Balapan MotoGP Jepang 2025
- REUTERS/Kim Kyung-Hoon
Di lintasan, Bagnaia start dari pole position dan langsung melesat di depan. Acosta membuntuti dari posisi keempat, bersama Marc dan Quartararo.
Joan Mir yang start kedua sempat tercecer ke posisi kelima. Namun, ia naik lagi ke urutan keempat setelah Quartararo menurun.
Balapan berjalan panas meski gelar sudah ditentukan. Acosta terus menekan Bagnaia yang konsisten memimpin.
Mir makin mendekat dengan jarak hanya 0,303 detik. Namun, Bagnaia tetap mampu menjaga jaraknya.
Bezzecchi juga bergerak maju dan menyalip Morbidelli. Persaingan makin ketat memasuki lap-lap berikutnya.
Di lap ketujuh, Bagnaia unggul lebih dari dua detik atas Acosta. Susunan terdepan menjadi Bagnaia, Marquez, dan Mir.
Motor Bagnaia sempat mengeluarkan asap di lap 15. Meski begitu, ia masih bisa mengendalikan balapannya.
Acosta turun posisi setelah disalip Morbidelli di lap ke-17. Sementara kecepatan Bagnaia mulai berkurang, tetapi tetap aman.
Bezzecchi makin agresif dan merangsek ke posisi keempat. Acosta bahkan sempat menyentuh gravel, namun tetap melanjutkan balapan.