- Facebook/MotoGP
Menang Selisih 5 Detik Lebih di MotoGP Thailand 2026, Fabio Diggia Akui Marco Bezzecchi Ada di Level Berbeda
Jakarta, tvOnenews.com - Pembalap VR46 Racing, Fabio Di Gianntonio angkat topi soal penampilan Marco Bezzecchi (Aprilia) di MotoGP Thailand 2026.
Bezzecchi menang telak dengan selisih hingga 5 detik lebih dari pembalap di belakangnya pada Minggu 1 Maret 2026 kemarin.
- Reuters
Sementara itu, hasil MotoGP Thailand 2026 seakan menjadi mimpi buruk bagi Ducati. Untuk pertama kalinya dalam 88 grand prix terakhir, tidak ada satu pun pembalap Ducati yang naik podium.
Capaian terbaik pabrikan asal Italia itu justru dibukukan pembalap VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, yang finis di posisi keenam. Ia bahkan mengakui posisinya terbantu oleh kegagalan finis Marc Marquez akibat masalah teknis.
“Tanpa masalah mekanis Marc Marquez, kami mungkin hanya akan finis ketujuh,” ujar Di Giannantonio.
Memulai balapan dari posisi keempat, pembalap asal Roma itu sempat menargetkan start sempurna demi membuka peluang merebut podium. Namun, ia justru kehilangan satu posisi pada awal lomba.
“Kami tahu bahwa hanya dengan start yang bagus kami bisa mendekati posisi podium, tetapi start saya tidak cukup baik. Setelah itu, saya mencoba setidaknya tetap bersama grup terdepan,” katanya.
Masalah kembali datang pada lap ketujuh ketika motornya mengalami gangguan teknis. Ia terpaksa menurunkan kecepatan dan fokus untuk menuntaskan balapan.
“Setelah lap ketujuh, saya mengalami masalah pada motor. Karena itu, saya harus memperlambat laju dan berkonsentrasi untuk sekadar menyelesaikan balapan. Saya senang masih bisa finis keenam. Saya harus puas dengan itu,” ucap pembalap bernomor 49 tersebut.
Di Giannantonio tidak merinci kerusakan yang dialami, namun memastikan kendala tersebut berkaitan dengan sistem tenaga. Ia juga menilai bahwa sekalipun tanpa gangguan, peluang menang tetap sulit diraih.
“Tentu saja hari ini saya ingin bertarung untuk sesuatu yang besar, karena kami sangat kuat di beberapa sesi, finis kedua, ketiga, dan keempat. Tetapi saat momen penting tiba, keberuntungan tidak berpihak kepada kami. Meski begitu, kami membawa banyak hal positif dari tes dan tiga hari balapan terakhir. Secara keseluruhan, kami sangat kuat,” ujarnya.
Ia juga mengakui keunggulan pemenang lomba, Marco Bezzecchi, yang tampil dominan sepanjang balapan.
“Marco Bezzecchi terlalu jauh di depan. Dia balapan di level yang berbeda dibanding kami!” katanya.
Dengan tambahan enam poin dari balapan utama dan hasil kedelapan pada sprint race, Di Giannantonio mengumpulkan total 12 poin dan kini menempati posisi ketujuh klasemen sementara, terpaut satu angka dari pembalap KTM Brad Binder.
(aes)