Rekor Sempurna Milik Ducati Terhenti di MotoGP Thailand, Marc Marquez Langsung Buka Suara: Jangan Panik
- marcmarquez93
tvOnenews.com - Dominasi panjang milik Ducati harus terhenti di MotoGp Thailand 2026 yang berlangsung di Sirkuit Buriram pada akhir pekan kemarin.
Untuk pertama kalinya, pabrikan yang mendominasi MotoGP dalam beberapa musim terakhir itu tak memiliki wakil di podium MotoGP Thailand.
Catatan 88 podium grand prix beruntun milik Ducati pun akhirnya runtuh di Sirkuit Buriram musim ini.

- Instagram.com/@ducaticorse
Dari catatan waktu, Ducati bahkan tertinggal lebih dari 15 detik dari pemenang MotoGP Thailand 2026, Marco Bezzecchi..
Rider milik tim Pertamina Enduro VR46, Fabio Di Giannantonio, menjadi pembalap terbaik mereka di posisi keenam.
Sementara itu, peluang podium Marc Marquez sirna akibat kerusakan roda belakang pada lap ke-21.
Bos tim, Davide Tardozzi, mengakui belum memahami penyebab penurunan performa di Buriram.
Meski begitu, Marquez memilih bersikap tenang.

- marcmarquez93
“Tentu saja, Ducati sedang bekerja. Kita perlu bekerja dengan baik, kita perlu bekerja keras, tetapi jangan panik," kata Marc Marquez.
“Di sini casingnya berbeda, bannya berbeda. Mari kita lihat balapan selanjutnya. Tentu saja, kita perlu bekerja, kita tidak boleh lengah.” tambahnya.
Soal insiden ban, Marquez menegaskan kalu dirinya tak ingin memikirkan masalh tersebut dan memilih fokus menghadapi race berikutnya.
“Saya tidak ingin membuang waktu. Saya hanya ingin memikirkan balapan selanjutnya. Ini bukan masalah Michelin, dan bukan masalah trek. Hanya saja, double-kerb itu bagus karena beberapa alasan, tetapi hari ini kita melihat sesuatu yang tidak biasa. Tapi, itu bisa terjadi," ujar Marc Marquez.
“Itu sangat aneh karena bahkan peleknya pun rusak parah. Jadi, saya merasa sangat beruntung karena tidak sampai mengalami highside yang parah.” lanjutnya.
Ia mengaku start sengaja dilakukan tenang demi menjaga kondisi bahunya.
“Saya sangat tenang di awal. Saya tahu ini akan menjadi balapan yang panjang bagi ban, bagi kondisi fisik saya, dan saya berkata, ‘Oke, saya ingin tenang, tidak masalah jika mereka menyalip saya’," katanya.
“Kemudian, ketika tersisa 10 lap, saat itulah saya mulai menyerang. Saya semakin dekat dengan podium di setiap lap, mengejar Raul Fernandez dan Pedro Acosta," terang Marquez.
Load more