- Facebook/MotoGP
Bicara Jujur, Marc Marquez Lebih Ingin Fokus Kembalikan Kondisi Fisik Ketimbang Pertahankan Gelar Juara
Jakarta, tvOnenews.com - Pembalap Marc Marquez digadang-gadang menjadi favorit untuk menyamai rekor delapan gelar juara dunia kelas utama pada musim ini.
Namun, juara bertahan MotoGP itu menegaskan bahwa kondisi fisik tetap menjadi prioritas utama dibandingkan mengejar tambahan prestasi.
- Instagram.com/marcmarquez93
Pembalap asal Spanyol tersebut sempat mengalami serangkaian cedera serius pada lengan dan mata yang hampir mengancam kariernya sebelum akhirnya meninggalkan Repsol Honda Team dan mengambil keputusan besar dengan bergabung ke Gresini Racing pada 2024.
Meski hanya mengendarai motor Ducati spesifikasi tahun sebelumnya, Marquez mampu kembali bersaing di barisan depan.
Performa impresif itu membuatnya dipilih bergabung dengan tim pabrikan Ducati Lenovo Team untuk musim 2025, mengungguli kandidat lain seperti Jorge Martin yang kemudian justru keluar sebagai juara dunia.
Pada musim 2025, Marquez berhasil mengakhiri puasa gelar selama lima tahun dengan mendominasi kejuaraan. Rekan setimnya, Francesco Bagnaia, bahkan menyebut musim tersebut sebagai musim yang tanpa rival.
Mengenang masa sulit dalam proses comeback-nya, Marquez mengaku pengalaman cedera mengubah cara pandangnya terhadap karier.
“Ketika Anda cedera, Anda seperti berada di dalam sangkar. Tapi begitu dokter sedikit membukanya, Anda langsung melarikan diri,” ujar Marquez dilansir dari laman Crash.
“Dalam tiga tahun masa cedera itu, saya merasa matang dua kali lebih cepat dibandingkan sepuluh tahun ketika saya terus menang,” lanjutnya.
Cedera yang dialaminya juga membuat pembalap berusia 33 tahun itu memprioritaskan kesehatan di sisa kariernya.
“Saya akan langsung menandatangani jika bisa pensiun tanpa cedera lagi. Saya akan setuju untuk itu sekarang juga,” kata Marquez.
“Lalu soal memenangkan gelar juara dunia lagi? Tentu saja saya akan mencoba.”
Meski demikian, Marquez mengakui bahwa kondisi fisiknya masih belum sepenuhnya pulih.
Ia masih menjalani proses pemulihan setelah mengalami cedera bahu serius pada balapan di Pertamina Mandalika International Street Circuit pada Oktober lalu akibat tersenggol dari belakang oleh Marco Bezzecchi.
“Saya sudah memahami sejak tes di Buriram bahwa pada beberapa momen, terutama di tikungan kanan, saya tidak mampu menyelamatkan motor. Saya kehilangan kendali,” ujar Marquez saat seri pembuka musim di Chang International Circuit.
“Saya masih belum bisa mengendarai motor seperti yang saya inginkan. Jadi saya harus terus meningkatkan kondisi fisik saya, bersamaan dengan gaya berkendara.”
Kekuatan bahu yang belum sepenuhnya pulih membuat Marquez memulai musim dengan menggunakan paket aerodinamika Ducati spesifikasi 2024 yang lebih ringan secara fisik.
Meski begitu, cedera tersebut masih berdampak pada kemampuan pengereman dan saat memasuki tikungan.
“Masuk ke tikungan saat ini saya belum merasa nyaman,” jelas Marquez.
“Posisi saat pengereman dan jika Anda tidak mengerem dengan posisi yang baik, maka Anda tidak berada di posisi yang sempurna saat berada di tengah tikungan.”
“Operasi yang saya jalani memengaruhi otot pectoral dan deltoid, yang membuat saya membutuhkan dorongan lebih saat pengereman.”
Pada seri pembuka MotoGP 2026 musim di Buriram, Marquez sempat finis kedua pada Sprint Race setelah menerima penalti akibat kontak dengan pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Pedro Acosta.
Namun pada balapan utama, Marquez harus gagal finis saat berada di posisi keempat akibat kerusakan pelek roda.
Hasil tersebut membuat Marquez menuju seri kedua musim ini di Goiania, yang menjadi putaran perdana MotoGP di sirkuit tersebut, dengan selisih 23 poin dari pemuncak klasemen sementara, Acosta. Pembalap KTM itu juga disebut-sebut berpotensi menjadi rekan setim Marquez pada musim 2027.
(aes)