- Instagram/Toprak Razgatlioglu
Debut Sulit di MotoGP, Toprak Razgatlioglu Diminta Berhenti Ubah M1 Jadi Superbike
Jakarta, tvOnenews.com - Pembalap debutan MotoGP, Toprak Razgatlioglu, mulai menunjukkan perkembangan pada seri pembuka musim di Sirkuit Buriram, Thailand.
Perkembangan itu disebut terjadi setelah ia menyadari bahwa motor MotoGP tidak bisa diperlakukan seperti motor Superbike.
- ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Pelaksana Yamaha Racing, Paolo Pavesio. Menurutnya, juara bertahan WorldSBK itu sempat mencoba meniru setelan motor Superbike miliknya saat menjalani tes musim dingin sebelum MotoGP 2026 dimulai.
Sepanjang periode pengujian tersebut, Razgatlioglu berupaya mereplikasi setelan motor yang membuatnya sangat sukses di ajang Superbike World Championship ke dalam prototipe MotoGP.
Meskipun masih mempertahankan kekuatannya saat melakukan pengereman, Razgatlioglu kesulitan dalam hal kecepatan di tikungan dan mengatasi wheelspin pada motor bermesin V4.
Setelan bergaya Superbike itu juga memunculkan sejumlah kendala teknis. Salah satunya adalah kebutuhan untuk melepas aero belakang agar motor tetap sesuai dengan regulasi tinggi kendaraan.
Namun, komponen aero belakang kembali dipasang secara penuh pada akhir pekan balapan di Buriram. Pavesio menyebut perubahan itu terjadi setelah Razgatlioglu mulai memahami bahwa ada beberapa hal yang tidak bisa ia kompromikan.
Pada balapan grand prix pertamanya di MotoGP, Razgatlioglu finis di posisi ke-17 dan berada di luar zona poin.
Meski begitu, ia masih mampu berada di depan rekan setimnya di Pramac, Jack Miller, serta menunjukkan kecepatan yang setara dengan pembalap tim pabrikan Yamaha seperti Fabio Quartararo dan Alex Rins pada fase tengah balapan.
- Reuters
“Saya pikir Toprak melakukan pekerjaan yang sangat baik,” ujar Pavesio.
“Ia harus belajar. Selama musim dingin, jika boleh saya katakan seperti ini, dia mencoba mengubah motor MotoGP menjadi seperti Superbike agar merasa lebih nyaman.
“Kemudian dia memahami bahwa MotoGP adalah MotoGP, dan ada hal-hal yang tidak boleh ia kompromikan.
“Saya senang karena di GP Thailand dia bisa melaju sangat dekat dengan pembalap Yamaha lainnya, yang bagi dia menjadi tolok ukur.”