- Facebook/MotoGP
Pengamat Sebut Francesco Bagnaia Alami Tekanan Serius karena Sosok Marc Marquez: Pecco Disarankan segera Tinggalkan Ducati
Jakarta, tvOnenews.com - Sorotan tajam mengarah ke garasi MotoGP setelah pengamat Carlo Pernat melontarkan penilaian keras soal dinamika internal tim Ducati Lenovo.
Ia menilai kehadiran Marc Marquez telah memberi dampak besar bahkan disebutnya menghantam mental rekan setimnya, Francesco Bagnaia.
- Instagram/Francesco Bagnaia
Sejak promosi ke tim pabrikan Ducati pada musim 2025, Marquez langsung tampil dominan.
Pembalap berjuluk Baby Alien itu sukses merebut gelar juara dunia di musim debutnya bersama tim asal Italia tersebut.
Pencapaian itu tentu mengubah peta persaingan di dalam tim.
Di sisi lain, performa Bagnaia justru merosot. Juara dunia dua kali itu kesulitan menjinakkan motor GP25 dan hanya mampu mengakhiri musim di posisi kelima klasemen akhir.
Pernat melihat situasi ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan sudah menyentuh aspek mental. Ia bahkan menyebut Bagnaia berada dalam kondisi tertekan sejak kehadiran Marquez.
“Marquez telah menghancurkan Bagnaia secara psikologis. Tidak ada yang bisa dilakukan, dia benar-benar terpukul,” ujar Carlo Pernat.
Menurutnya, hengkang dari Ducati bisa menjadi jalan terbaik bagi pembalap didikan Valentino Rossi tersebut untuk menyelamatkan kariernya.
“Jadi wajar jika dia memilih pergi. Kalau tidak, dia bisa hancur lagi. Saya harap dengan kepastian masa depannya, dia bisa tampil lebih baik tanpa tekanan mental,” sambungnya.
Pernat juga menilai situasi ini bukan hal baru bagi Marquez. Ia menyebut siapa pun yang berada satu tim dengan pembalap asal Spanyol itu berpotensi mengalami tekanan serupa.
“Namun, siapa pun yang menjadi rekan setim Márquez pasti akan menderita. Ia sudah menghancurkan semua rekan setimnya,” tegasnya.
Di tengah situasi tersebut, muncul spekulasi soal masa depan Ducati. Salah satu nama yang mencuat adalah Pedro Acosta.
Pernat menilai langkah Ducati merekrut pembalap muda asal Spanyol itu akan menjadi keputusan tepat jika benar menggantikan Bagnaia.
“Di sisi lain, keputusan Acosta ke Ducati sangat tepat, dia adalah masa depan Ducati, dan ini juga menandakan masa depan MotoGP kini dikuasai pembalap Spanyol, bukan Italia,” pungkas Carlo Pernat.