- REUTERS/Hollie Adams
FIA Resmi Umumkan Adanya Perubahan Kecil Regulasi di Kualifikasi F1 GP Jepang 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Federasi Otomotif Internasional atau FIA resmi mengumumkan adanya sedikit perubahan regulasi di kualifikasi F1 GP Jepang 2026, yang berlangsung di Sirkuit Suzuka pada Sabtu (28/3/2026) akhir pekan ini.
Perubahan kecil yang diumumkan FIA adalah berupa penyesuaian aturan terkait manajemen energi yang akan mulai diterapkan pada sesi kualifikasi F1 GP Jepang 2026 nanti, pada Kamis (26/3/2026) siang WIB.
Setelah berdiskusi dengan sejumlah pihak terkait, hasilnya ialah kesepakatan untuk melakukan perubahan kecil namun signifikan, yakni mengurangi batas maksimum energi yang dapat digunakan dalam sesi kualifikasi.
Batas Energi Diturunkan dari 9,0 MJ ke 8,0 MJ
Sebagaimana aturan baru yang diunggah FIA di media sosialnya, mereka menetapkan bahwa jumlah energi maksimum yang diizinkan untuk pengisian ulang (recharge) selama kualifikasi dikurangi dari 9,0 megajoule (MJ) menjadi 8,0 MJ.
Perubahan ini mungkin terlihat kecil secara angka, namun dampaknya cukup besar terhadap performa mobil di lintasan. Energi yang lebih terbatas membuat pembalap tidak lagi bisa mengandalkan tenaga listrik secara maksimal sepanjang lap.
Sebaliknya, mereka dituntut untuk lebih cermat dalam mengatur penggunaan energi, terutama saat momen krusial seperti keluar tikungan atau memasuki lintasan lurus.
Kemampuan Pembalap Formula 1 Bakal Diuji
Menurut FIA, tujuan utama dari penyesuaian ini adalah untuk menjaga keseimbangan antara teknologi dan kemampuan pembalap. Dalam beberapa waktu terakhir, manajemen energi dianggap terlalu dominan dalam menentukan hasil kualifikasi.
Dengan pengurangan ini, sesi kualifikasi diharapkan kembali menjadi ajang adu performa murni, di mana kemampuan mengemudi dan strategi pembalap menjadi faktor penentu utama.
Masukan dari pembalap dan tim juga menjadi pertimbangan penting dalam keputusan ini. Banyak pihak menilai bahwa kualifikasi harus tetap menjadi tantangan performa, bukan sekadar permainan efisiensi energi.
Bagian dari Evaluasi Regulasi 2026
FIA juga menegaskan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari proses penyempurnaan regulasi baru yang mulai diterapkan pada musim 2026. Sejauh ini, penerapan aturan tersebut dinilai berjalan dengan baik, namun tetap membutuhkan evaluasi berkelanjutan.
Penyesuaian seperti ini dianggap wajar, terutama dalam tahap awal implementasi regulasi baru di kondisi balapan yang sesungguhnya.
Berikut pernyataan FIA di media sosial resminya:
"Menyusul diskusi antara FIA, tim Formula 1, dan para produsen unit daya, telah disepakati adanya penyesuaian kecil terhadap parameter manajemen energi untuk sesi kualifikasi F1 GP Jepang 2026, dengan dukungan bulat dari seluruh produsen unit daya.
Untuk memastikan keseimbangan yang diinginkan antara penggunaan energi dan performa pembalap tetap terjaga, jumlah maksimum energi yang diizinkan untuk pengisian ulang pada sesi kualifikasi akhir pekan ini telah dikurangi dari 9,0 MJ menjadi 8,0 MJ.
Penyesuaian ini mencerminkan masukan dari para pembalap dan tim, yang menekankan pentingnya menjaga sesi kualifikasi sebagai ajang yang benar-benar menguji performa.
FIA mencatat bahwa ajang-ajang awal di bawah regulasi 2026 telah berjalan dengan sukses secara operasional, dan penyempurnaan yang terarah ini merupakan bagian dari proses normal optimalisasi seiring kerangka regulasi baru tersebut terus divalidasi dalam kondisi nyata.
FIA, bersama tim-tim F1 dan produsen unit daya, akan terus mengadopsi pengembangan dalam manajemen energi, dengan diskusi lanjutan yang dijadwalkan dalam beberapa minggu ke depan." tulis FIA.
(nad)