Hanya Bertahan Satu Musim! FIA akan Ubah Kembali Regulasi Mesin untuk Gelaran F1 2027 Mendatang
- Reuters
tvOnenews.com - FIA kabarnya telah menyepakati perubahan lanjutan regulasi power unit setelah uji coba di F1 GP Miami 2026 pekan lalu.
Fokus utama adalah penghapusan rasio daya 50:50 antara mesin pembakaran internal dan energi baterai yang dinilai kurang ideal.
Pertemuan online melibatkan FIA, F1, tim, serta pabrikan mesin, menindaklanjuti diskusi serupa pada 20 April lalu.
- Reuters
Melansir dari laman Crash, hasil evaluasi Miami dianggap langkah awal positif, meski sejumlah pembalap menilai penyesuaian itu masih terlalu kecil dampaknya.
Untuk 2027, secara prinsip disepakati peningkatan sekitar 50 kW dari ICE lewat kenaikan aliran bahan bakar.
Sebaliknya, kontribusi ERS akan dikurangi agar distribusi tenaga tidak lagi setara seperti saat ini.
Namun, rencana tersebut masih berupa proposal dan memerlukan pembahasan teknis lanjutan sebelum disahkan.
Perubahan jangka panjang mencakup kebutuhan tangki bahan bakar lebih besar dan baterai berkapasitas meningkat.
Bos McLaren, Andrea Stella, mengatakan kalau keputusan meningkatkan power unit akan meningkatkan perfroma F1 secara keseluruhan.
"Penyesuaian perangkat keras pada unit daya untuk meningkatkan F1 secara umum, menurut saya pribadi, diperlukan,” katanya
“Mereka harus realistis dengan aliran bahan bakar untuk meningkatkan daya dari mesin pembakaran internal, dan saya pikir mereka mungkin harus mengumpulkan lebih banyak daya daripada daya yang sebenarnya Anda gunakan, karena Anda menghabiskan lebih banyak waktu untuk menggunakan daya listrik daripada mengumpulkannya," lanjutnya.
“Jadi ini dapat diseimbangkan kembali dengan mengumpulkan daya yang lebih besar daripada yang kita lakukan saat ini, misalnya dari 350, bisakah kita mencapai 400? Bisakah kita mencapai 450? Dan kemudian saya pikir kita hanya membutuhkan baterai yang lebih besar.” tutup Stella.
Andrea Stella menilai target realistis penerapan perubahan besar ada pada 2028, bukan 2027, karena implikasi teknisnya luas.
(akg)
Load more