- Facebook/Oracle Red Bull Racing
Red Bull Sodorkan Kontrak Fantastis untuk Max Verstappen, Siap Ikat Juara Dunia F1 4 Kali Itu hingga Akhir 2029
tvOnenews.com - Red Bull dikabarkan akan menyodorkan kontrak dengan nilai yang cukup besar demi bisa mempertahankan Max Verstappen.
Kabar tersebut disampaikan oleh media asal Jerman, BILD yang menyebut jika Red Bull berupaya untuk membuat Max Verstappen bertahan hingga F1 2029.
Mereka bahkan menyebut proposal tersebut telah diajukan kepada Verstappen dan tim manajemennya dalam beberapa pekan terakhir.
- Oracle Red Bull Racing
Sebagaimana kita tahu, masa depan juara dunia empat kali itu memang terus menjadi sorotan sepanjang musim 2026. Situasi diperumit oleh klausul performa dalam kontraknya saat ini.
Saat ini, Max Verstappen sendiri masih terikat kontrak dengan Red Bull hingga akhir 2028.
Namun, ia bisa meninggalkan Red Bull pada penghujung 2026 jika gagal berada di dua besar klasemen saat jeda musim panas.
Usai finis kedua di Grand Prix Hungaria, Verstappen justru menutup paruh musim di peringkat keenam. Ia tertinggal lebih dari 100 poin dari pemuncak klasemen, Andrea Kimi Antonelli.
Menurut laporan BILD, kondisi tersebut membuat klausul performa dalam kontraknya otomatis aktif. Pembalap asal Belanda itu disebut memiliki waktu hingga Oktober untuk menentukan masa depannya.
Sebagai respons, Red Bull menawarkan kontrak baru yang berlaku hingga 2029 sekaligus menghapus klausul performa tersebut.
- Facebook/Oracle Red Bull Racing
Kesepakatan itu diyakini disertai paket gaji yang jauh lebih besar agar Verstappen tetap bertahan di tim asal Milton Keynes.
Rumor tersebut muncul di tengah spekulasi mengenai peluang Verstappen bergabung dengan McLaren pada musim depan.
Meski demikian, manajernya, Raymond Vermeulen, menegaskan keinginan Verstappen masih sama.
"Banyak yang menulis tentang hal itu," kata Vermeulen.
"Namun kenyataannya, Max ingin menyelesaikan masa baktinya di Red Bull. Dia memiliki kontrak hingga 2028 dan ingin memenuhinya," lanjutnya.
"Fakta bahwa klausul ini ada tidak berarti kami akan mengaktifkannya. Kami juga bisa saja mengaktifkannya dalam beberapa tahun terakhir, dan kami belum melakukannya." tutup Vermeulen.
(akg)