GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dosen STIKes Buleleng Bergelar Doktor Lecehkan Mahasiswi di Indekos Terekam CCTV, Modus: Bantu Bimbingan Skripsi

Dosen STIKes Buleleng bergelar doktor lecehkan mahasiswi di indekos, modusnya bantu bimbingan skripsi. 
Selasa, 9 Mei 2023 - 05:15 WIB
Dosen STIKes Buleleng bergelar doktor lecehkan mahasiswi di indekos, modusnya bantu bimbingan skripsi
Sumber :
  • Istimewa

Bali, tvOnenews.com - Dosen STIKes Buleleng bergelar doktor lecehkan mahasiswi di indekos, modusnya bantu bimbingan skripsi

Kini, dosen STIKes Buleleng tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dikeluarkan dari tempatnya mengajar pada Sabtu (6/5/2023). 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polisi pun menyelidiki dan meminta keterangan dari sejumlah saksi terkait kasus pelecehan seksual yang terekam CCTV indekos dan menjadi viral di media sosial. 

Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Picha Armedi mengatakan dosen STIKes Buleleng berinisial PPA itu nekat mencoba menyetubuhi mahasiswi tersebut atas keinginan dirinya sendiri dan adanya kesempatan pada saat malam kejadian. 

Dari pengakuannya, PPA baru pertama kali ke tempat indekos korban dan baru pertama kali melakukan pelecehan seksual.

Dosen STIKes Buleleng bergelar doktor lecehkan mahasiswi di indekos, modusnya bantu bimbingan skripsi. Dok: Istimewa

"Jadi baru pertama kali itu. Karena korban awal mulanya dia (korban) pasang status soal permasalahan keluarga dan masalah di kampusnya terkait penyusunan skripsi. Dari situlah pelaku (PPA) mengecek dan mencoba pergi ke indekos (korban) untuk membantu menyelesaikan masalah," ujar Picha, Senin (8/5/2023). 

Picha memaparkan PPA mencoba mengajak korban untuk melakukan persetubuhan, namun ditolak oleh korban karena korban merasa tidak nyaman. 

"Dari pengakuannya ada kesempatan pada waktu itu. Kebetulan suasananya malam dan di indekos mereka berdua saja. Jadi si dosen mungkin tertarik dengan korban ini dan mencoba melakukan pelecehan itu," paparnya. 

Picha mengatakan pihak kepolisian masih mendalami apakah PPA melakukan tindakan serupa kepada mahasiswi lainnya atau hanya kepada korban saja. 

"Kalau sejauh ini kita belum menemukan fakta lain, baru satu kali ini saja. Tapi soal itu (korban lainnya) tetap kita dalami. Kita juga masih melakukan pendalaman," katanya. 

Profil PPA Dosen STIKes Buleleng 

tvonenews

PPA merupakan dosen STIKes Buleleng yang mengajar Ilmu Kesehatan Masyarakat. 

Diketahui dosen bergelar doktor ini berusia 33 tahun. PPA memiliki istri dan 1 anak.

Sedangkan, korban atau mahasiswi sedang menempuh kuliah semester 8. 

Kronologi PPA Lecehkan Mahasiswi

Kasi Humas Polres Buleleng AKP I Gede Sumarjaya mengungkapkan korban mengalami pelecehan seksual pada Jumat (7/5/2023) sekitar pukul 01:30 WITA oleh dosennya. 

Setelah itu, korban langsung melaporkan ke Mapolres Buleleng dan dosen tersebut langsung ditangkap.

Mulanya, mahasiswi membuat status WhatsApp tentang masalah keluarga dan masalah skripsi. 

Status tersebut dibaca oleh PPA yang juga merupakan pembimbing 2 skripsinya. 

Dosen STIKes Buleleng bergelar doktor lecehkan mahasiswi di indekos, modusnya bantu bimbingan skripsi. Dok: Istimewa

PPA lalu menawarkan diri untuk membantu. Korban pun langsung mengirim lokasi indekosnya tanpa rasa curiga. 

Namun, di sana PPA melakukan pelecehan seksual kepada korban. 

"Si dosen ini menyentuh beberapa tubuh korban yang tidak boleh disentuh orang lain dan belum sempat terjadi pemerkosaan. Hanya menyentuh bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain," ungkapnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari rekaman CCTV yang beredar, terlihat korban sedang duduk di teras kamar lalu ditarik oleh dosen atau pelaku yang diduga berusaha memperkosa korban. 

Korban mengelak dan berusaha melawan lalu merangkak keluar kamar. Namun, tampak korban ditarik kembali oleh dosen di rekaman CCTV itu. (awt/nsi) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ribuan Warga Diprediksi Padati Kirab Budaya di Kota Bandung, Polisi Terjunkan 700 Personel untuk Pengamanan

Ribuan Warga Diprediksi Padati Kirab Budaya di Kota Bandung, Polisi Terjunkan 700 Personel untuk Pengamanan

Kirab budaya akan dimulai dari Kiara Artha Park dengan melintasi Jalan Jakarta, bawah Flyover Supratman, Jalan Supratman, Jalan Diponegoro, hingga Gedung Sate.
Prabowo Soal Sindiran RI Bakal Kolaps karena Rupiah Melemah: Orang Desa Enggak Pakai Dolar

Prabowo Soal Sindiran RI Bakal Kolaps karena Rupiah Melemah: Orang Desa Enggak Pakai Dolar

Prabowo menyebut aktivitas ekonomi masyarakat di daerah tetap berjalan normal meski nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar AS.
Prabowo Minta Polri dan TNI 'Tobat' dalam Bertugas: Tidak Boleh Ada Backing Macam-macam!

Prabowo Minta Polri dan TNI 'Tobat' dalam Bertugas: Tidak Boleh Ada Backing Macam-macam!

Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan bahwa aparat negara bekerja menggunakan anggaran yang berasal dari rakyat. Oleh sebab itu, dalam menjalankan tugas harus menjunjung hukum, keadilan, dan kepentingan masyarakat.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Polisi Selidiki Pria yang Diduga Dilempar dari Lantai 2 Pasar Grogol Jakbar Usai Bela Sang Pacar

Polisi Selidiki Pria yang Diduga Dilempar dari Lantai 2 Pasar Grogol Jakbar Usai Bela Sang Pacar

Insiden seorang pria yang diduga dilempar dari lantai dua di Pasar Grogol, Jakarta Barat, pada 10 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 WIB menggegerkan warga setempat.
Indonesia Juara Dunia di Street Child World Cup 2026

Indonesia Juara Dunia di Street Child World Cup 2026

Garuda Baru Bukan Hanya Membawa Trofi, tapi Membawa Suara Anak-Anak Indonesia ke Panggung Dunia

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas Usai Dituduh Tidak Jujur di LCC MPR RI Kalbar, Tuntut Pemulihan Nama Baik Sekolah

Satu pekan setelah polemik dalam LCC MPR RI Kalbar, SMAN 1 Sambas sebagai pemenang akhirnya merilis pernyataan sikap hingga tuntut nama baik sekolah dipulihkan.
Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Curhatan Pilu Keluarga Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak: Direnggut Juri yang Ngantuk dan Tak Kompeten

Nama Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak mendadak menjadi sorotan publik setelah keberaniannya mengemukakan kebenaran yang dilakukan timnya.
Selengkapnya

Viral