News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Benarkah Moeldoko Orang yang Bekingi Ponpes Al Zaytun dan Dedengkotnya, Panji Gumilang? Ternyata...

Moeldoko tengah mendapatkan sorotan setelah namanya disebut sebagai salah satu orang yang membekingi atau melindungi Ponpes Al Zaytun pimpinan Panji Gumilang.
Jumat, 7 Juli 2023 - 18:14 WIB
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko
Sumber :
  • Tim tvOne

tvOnenews.com - Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko saat ini tengah mendapatkan sorotan setelah namanya disebut sebagai salah satu orang yang membekingi atau melindungi Ponpes Al Zaytun pimpinan Panji Gumilang.

Moeldoko dianggap menjadi salah satu orang yang melindungi Ponpes Al Zaytun selain sosok yang sering disebut dengan "Pak Kumis".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui sebuah wawancara eksklusif saat diundang hadir pada acara diskusi Dua Sisi yang tayang di tvOne, Moeldoko pun menjawab isu yang mengaitkan namanya dengan Ponpes Al Zaytun.

Pada kesempatan tersebut, Moeldoko mengatakan kalau semasa dirinya menjadi Panglima Kodam atau Pandam, ia pernah mencoba untuk mengunjungi Ponpes Al Zaytun.

Pada saat itu, Moeldoko melakukan kunjungan ke Ponpes Al Zaytun dan juga pondok pesantren lainnya untuk mendistribusikan persoalan wawasan kebangsaan.

Dikatakan kalau pada saat kunjungan pertamanya itu, dirinya sempat mendapatkan penolakan dari pihak Al Zaytun.

"Saya tidak banyak tahu tetapi yang saya ketahui bahwa pada saat saya jadi Pangdam bahwa suatu saat Dandim saya, saya minta untuk membuka jalan saya agar bisa ketemu pimpinan al Zaytun saya waktu itu nggak bisa, ya gak boleh masuk," kata Moeldoko.

"Itu otoritas mereka otoritas Al Zaytun, kenapa tidak bisa masuk. Tapi pada akhirnya saya bisa masuk ke dalam dan kenapa perlu saya masuk ke dalam karena sebagai panglima itu harus memahami semua persoalan yang ada di wilayah itu bagian dari pembinaan teritorial," sambungnya.

Moeldoko juga mengatakan kalau pada saat itu dirinya bertemu dengan sosok Panji Gumilang untuk mendiskusikan perihal wawasan kebangsaan tersebut.

"Biasa dia bercanda aja sebenarnya nggak ada yang tertutup tapi setelah saya masuk ya semuanya menjadi terbuka. Bagi saya saat itu bukan hanya Al Zaytun yang saya datangi, semua Pesantren saya datengin untuk apa itu mendistribusikan persoalan wawasan kebangsaan," ungkapnya.

Moeldoko juga mengatakan menski pada awalnya pendistribusian wawasan kebangsaan ni sempat mendapatkan penolakan dari sejumlah pihak termasuk sejumlah pesantren, namun ketika sudah disosialisasikan dan berdiskusi semuanya akhirnya bisa menerima.

Beliau juga mengatakan kalau pada tahun 2018 dirinya jga pernah mendapatkan undangan dari Al Zaytun untuk memberikan ceramah di depan para santri Ponpes pimpinan Panji Gumilang itu.

"2018 ketika awalnya diundang memberikan ceramah sekaligus menancapkan apa itu salah satu pilar pada saat pak Panji Gumilang membuat waduk untuk pertanian di sana kan cukup luas ya, untuk menampung air hujan," 

Bahkan Moeldoko menerangkan kalau pada saat kunjungannya itu, aksi simbolis dari pembangunan itu dihadiri oleh perwakilan dari berbagai agama.

Hal tersebut juga membuktikan kalau kurikulum wawasan kebangsaan yang dirinya bersama dengan sejumlah pesantren berhasil diterapkan pada persoalan toleransi beragama.

Buka hanya itu, sejak saat itu Moeldoko pun masih kerap menanyakan perihal dengan wawasan kebangsaan di Al Zaytun

"Sampai saat ini juga saya periksa gimana soal wawasan kebangsaan, dijawab 'pak sampai saat ini pagi dan sore ini masih menyanyikan lagu Indonesia Raya' gitu katanya," ungkap Moeldoko.

"Kalau itu ada yang salah atau menyimpang maka kita harus segera bertindak luruskan segera jangan diam kan begitu saja. Kalau itu persoalan ideologi kita punya BPP, kalau itu menjurus pada persoalan ekstrimisme dan terorisme ada badanya BNPT," sambungnya.

"Kalo itu berkaitan dengan ajarannya yang menyimpang ada yang harus meluruskan itu semua dari kita harus bertindak jangan diam. Sekarang mulai muncul penyimpangan di sektor penyalahgunaan berkaitan dengan pidana, ya jalankan," terangnya. 

Moeldoko Tepis Tudingan Bekingi Al Zaytun

Pada kesempatan wawancara di acara dua sisi tvOne, Moeldoko juga dengan tegas menepis berbagai kabar yang mengatakan kalau dirinya melindungi Al Zaytun.

"Apa karena saya pernah menerima apa itu, mangga dari sana?" kata Moeldoko sambil tertawa.

"Kalo orang membekingi itu kan harus mendapatkan sesuatu, apa karena saya pernah dapet mangga? Kalo saya membekingi sesuatu pasti saya mendapatkan sesuatu dari itu," lanjutnya.

Moeldoko dengan tegas mengatakan kalau tidak ada kepentingan tertentu yang membuatnya harus melindungi Ponpes Al Zaytun.

"Tidak, apanya yang harus saya bekingi, apa kepentingan saya kepada mereka." terangnya.

Bahkan Moeldoko juga mengatakan kalau segala tuduhan dari orang-orang yang mengatakan kalau dirinya terlibat dengan Al Zaytun merupakan tuduhan yang tidak berdasar.

Saat ditanya apakah dirinya akan mengambil langkah tegas terkait segala tuduhan yang menggantikan namanya dengan Ponpes Al Zaytun, Moeldoko mengatakan kalau sampai saat ini ia masih mentolerir segala bentuk tuduhan kepadanya.

"Saya bisa marah, kemarahan saya sampai mana? nanti lihat saja kalau sudah gak terukur saya akan gila, tinggal begitu aja. Untuk sekarang masih terukur, masih bisa ditolerir tuduhannya," tegas Moeldoko.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski dengan tegas membantah kalau dirinya tidak melindungi Ponpes Al Zaytun, Moeldoko tidak menampik kalau dirinya pernah beberapa kali menyambangi Ponpes Al Zaytun.

"Yang jelas saya pernah kesana hanya dua kali atau berapa kali. Yang pasti setiap saya kesana intinya memberikan ceramah terkait dengan wawasan kebangsaan apa yang salah?" tutup Moeldoko. (akg)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Transisi Energi Berkelanjutan: Kunci Masa Depan Bersih dan Ketahanan Energi Global

Transisi Energi Berkelanjutan: Kunci Masa Depan Bersih dan Ketahanan Energi Global

Transisi energi berkelanjutan jadi kunci masa depan bersih. Simak tantangan, teknologi, dan strategi menuju Net Zero Emission Indonesia.
Respons Gennaro Gattuso soal Potensi Dipecat usai Timnas Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026

Respons Gennaro Gattuso soal Potensi Dipecat usai Timnas Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026

Gennaro Gattuso menanggapi pertanyaan seputar masa depannya sebagai pelatih Timnas Italia. Sang juru taktik mungkin tidak akan menjabat lagi ke depannya usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026.
Begini Kondisi Terkini Aktivis KontraS: Mata Andrie Yunus Harus Ditutup 4 Bulan Buntut Alami Kebocoran

Begini Kondisi Terkini Aktivis KontraS: Mata Andrie Yunus Harus Ditutup 4 Bulan Buntut Alami Kebocoran

Kondisi aktivis KontraS, Andrie Yunus yang merupakan korban penyiraman air keras, masih menjadi perhatian serius.
Sambil Menangis, Gennaro Gattuso Minta Maaf usai Timnas Italia Gagal ke Piala Dunia untuk Tiga Kali Beruntun

Sambil Menangis, Gennaro Gattuso Minta Maaf usai Timnas Italia Gagal ke Piala Dunia untuk Tiga Kali Beruntun

Pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso, meminta maaf sembari menangis setelah kegagalan ke Piala Dunia. Gli Azzurri kembali gagal ke Piala Dunia untuk tiga kali beruntun.
Jaksa Wira Jadi Sorotan: Dari Pernyataan “Editing Gratis” di Kasus Amsal Sitepu hingga Kepemilikan Harta Rp2 Miliar Ikut Terbongkar

Jaksa Wira Jadi Sorotan: Dari Pernyataan “Editing Gratis” di Kasus Amsal Sitepu hingga Kepemilikan Harta Rp2 Miliar Ikut Terbongkar

Profil Jaksa Wira Arizona disorot usai polemik editing video Rp0 di kasus Amsal Sitepu, termasuk karier dan harta kekayaan Rp2 miliar.
Kabar Bahagia untuk Pekerja Kebun Binatang, Gubernur Dedi Mulyadi Siap Cairkan Gaji yang Tertunda

Kabar Bahagia untuk Pekerja Kebun Binatang, Gubernur Dedi Mulyadi Siap Cairkan Gaji yang Tertunda

Gubernur Dedi Mulyadi selalu mencuri perhatian publik. Terlebih warga Jawa Barat, karena gayanya yang ramah dan tegas, seperti dalam video ini.

Trending

Media Vietnam Heran dengan John Herdman, Cuma Bilang Satu Kalimat Usai Timnas Indonesia Kalah, tapi Bikin Bulgaria Tersindir

Media Vietnam Heran dengan John Herdman, Cuma Bilang Satu Kalimat Usai Timnas Indonesia Kalah, tapi Bikin Bulgaria Tersindir

Kekalahan 0-1 yang dialami Timnas Indonesia saat menghadapi Bulgaria di final FIFA Series 2026 masih jadi perbincangan. Media Vietnam heran dengan John Herdman.
Herdman Pilih 'Menepi' Usai Kalah Lawan Bulgaria! Ini Alasan di Balik Keputusan Mengejutkan Pelatih Timnas Indonesia

Herdman Pilih 'Menepi' Usai Kalah Lawan Bulgaria! Ini Alasan di Balik Keputusan Mengejutkan Pelatih Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan rencananya untuk mengambil jeda sejenak setelah memimpin dua laga FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Pelatih Bulgaria Bongkar Kekuatan Timnas Indonesia: Sudah Level Eropa di Tangan John Herdman

Pelatih Bulgaria Bongkar Kekuatan Timnas Indonesia: Sudah Level Eropa di Tangan John Herdman

Pelatih Timnas Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, memberikan pujian tinggi kepada kinerja pelatih Timnas Indonesia, John Herdman usai duel di final FIFA Series 2026
Mengenal Reno Munz, Bek Kelahiran Jakarta Rp26 Miliar Eks Didikan Xabi Alonso yang Masuk Daftar Timnas Indonesia

Mengenal Reno Munz, Bek Kelahiran Jakarta Rp26 Miliar Eks Didikan Xabi Alonso yang Masuk Daftar Timnas Indonesia

Perbincangan soal calon pemain baru untuk Timnas Indonesia kembali memanas. Lolos syarat FIFA, bek Bundesliga kelahiran Jakarta ini wajib dipantau John Herdman.
Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2026: Turki Akhiri Penantian Panjang 24 Tahun Usai Tundukukkan Kosovo

Hasil Kualifikasi Piala Dunia 2026: Turki Akhiri Penantian Panjang 24 Tahun Usai Tundukukkan Kosovo

Timnas Turki akhirnya memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Kosovo dengan skor tipis 1-0 pada final play-off jalur C kualifikasi zona Eropa di Stadion Fadil Vokrri, Pristina, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.
Duel Panas Tim Dedi Mulyadi vs Sekda Jabar di Arcamanik, KDM Turut Beri Instruksi Tegas ke Kadispora Jabar

Duel Panas Tim Dedi Mulyadi vs Sekda Jabar di Arcamanik, KDM Turut Beri Instruksi Tegas ke Kadispora Jabar

Duel panas Tim Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melawan tim Sekretariat Daerah yang dipimpin langsung Sekretaris Daerah Herman Suryatman di Arcamanik, Bandung.
Kutukan Berlanjut! Italia Kembali Gagal Lolos ke Piala Dunia Usai Disingkirkan Bosnia dengan Cara Menyakitkan

Kutukan Berlanjut! Italia Kembali Gagal Lolos ke Piala Dunia Usai Disingkirkan Bosnia dengan Cara Menyakitkan

Timnas Italia kembali harus menelan kekecewaan setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2026 usai kalah dari Bosnia dan Herzegovina melalui adu penalti dengan skor 1-4, dalam final play-off zona Eropa.
Selengkapnya

Viral