News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diduga Ikut Grup 'Tidak Wajar', ini 5 Fakta Paling Mencengangkan Tentang Kasus Mutilasi Mahasiswa di Sleman, Yogyakarta

Kasus mutilasi mahasiswa UMY masih terus menjadi sorotan publik. Belakangan polisi menyebut bahwa pelaku dan korban dalam kasus tersebut tergabung dalam grup
Kamis, 20 Juli 2023 - 11:44 WIB
Dua tersangka kasus mutilasi mahasiswa di Yogyakarta
Sumber :
  • tvOne/andiprasetiyo

Jakarta, tvOnenews.com – Masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kasus mutilasi seorang mahasiswa di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kasus mutilasi tersebut pertama kali terungkap ketika seorang warga Bangunkerto, Turi, Sleman, hendak memancing di sungai (12/07/2023). Di Hari itu ditemukan potongan dua kaki dan satu tangan kiri di sungai Bedog.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena penemuan potongan tubuh tersebut, petugas kepolisian dan SAR kemudian menyisir lokasi. Setelah diselidiki lebih lanjut, akhirnya polisi menangkap W (29) dan RD (38) sebagai terduga pelaku dalam kasus mutilasi tersebut.

Selain hal ini, diketahui beberapa fakta terbaru di antaranya sebagai berikut:

Korban mengenal pelaku

Direktorat Reserse Kriminal Umum atau Ditreskrimum Polda DIY Kombes FX Endriandi menyebut bahwa korban dan pelaku yakni W (29) dan RD (38) sudah saling mengenal. Ketiganya pertama kali berkenalan dari media sosial atau dari grup tertentu.

"Korban dan dua pelaku saling kenal. Mereka kenal di media sosial. Tergabung dalam media sosial Facebook," ujar Kombes FX Endriandi di Polda DIY, dikutip Rabu (19/7/2023).

Korban berstatus mahasiswa

Setelah melakukan olah TKP, ternyata korban diketahui merupakan seorang mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Korban yang masih berusia 20 tahun merupakan mahasiswa semester empat Fakultas Hukum UMY. Meski begitu, korban ternyata bukan berasal dari Yogyakarta, melainkan Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung.

Dilansir dari Tirto.id, Redho ternyata juga merupakan sosok yang aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan di kampus.

Mengikuti komunitas tidak wajar

Berdasarkan keterangan Ditreskrimum Polda DIY, motif pelaku W (29) dan RD (38) adalah karena pelaku masuk ke dalam komunitas tidak wajar di sebuah grup media sosial.

"Korban dan dua pelaku saling kenal. Mereka kenal di media sosial. Tergabung dalam media sosial Facebook," ujar Endriadi di Polda DIY, dikutip Rabu (19/7/2023).

Pihak kepolisian enggan untuk membeberkan lebih detail mengenai grup FB yang diikuti oleh pelaku dan korban. Namun Endriadi mengatakan bahwa grup tersebut memiliki aktivitas yang tak wajar.

"Sementara bahasa kami adalah kegiatan tidak wajar. Untuk lebih tepatnya nanti. Kami akan melakukan pemeriksaan psikologi atau kejiwaan kepada pelaku," lanjutnya.

Potongan tubuh direbus

Pihak kepolisian menyebut bahwa korban tidak hanya dimutilasi namun juga direbus. Hal ini dilakukan oleh pelaku berniat untuk menghilangkan sidik jari korban.

"Dan untuk menghilangkan jejaknya terhadap pergelangan tangan dan pergelangan kaki, mereka melakukan direbus untuk menghilangkan sidik jarinya. Ini juga kita temukan fakta ketika tim kami mengambil sidik jari tersebut," jelas Kombes FX Endriandi.

Mulitasi dilakukan karena panik

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui kematian korban dilakukan karena pelaku sedang panik. Dalam rangka menghilangkan jejak, pelaku lantas memutilasi korban dan membuangnya ke beberapa lokasi.

"Setelah melihat korban meninggal dunia para pelaku ini panik. Kemudian berniat untuk menghilangkan jejak peristiwa tersebut. Setelah korban meninggal dunia para pelaku panik kemudian melakukan upaya pemotongan atau yang kita kenal dengan mutilasi," ungkapnya. (Lsn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

‎Persija dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan keempat Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026).
Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memperkuat kemitraan dengan petani tebu melalui program Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).
Mario Aji Evaluasi Hasil Sesi Free Practice, Bognkar Masalah Jelang Moto2 Mandalika

Mario Aji Evaluasi Hasil Sesi Free Practice, Bognkar Masalah Jelang Moto2 Mandalika

Mario Aji menilai gaya membalap menjadi bagian yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi kualifikasi dan balapan Moto2 Mandalika.
Namanya Terseret dalam Kasus Dugaan Penipuan Emas, Kirana Larasati: Saya Hanya Brand Ambassador

Namanya Terseret dalam Kasus Dugaan Penipuan Emas, Kirana Larasati: Saya Hanya Brand Ambassador

Artis indonesia, Kirana Larasati menjadi sorotan di tengah kasus dugaan penipuan emas. Hal tersebut menuai perhatian publik, berikut klarifikasinya.
Menengok Hunian Baru Warga Terdampak Rempang Eco-City di Tanjung Banon

Menengok Hunian Baru Warga Terdampak Rempang Eco-City di Tanjung Banon

Kementerian Transmigrasi bersama BP Batam dan instansi terkait mempercepat penataan permukiman di Tanjung Banon, Pulau Rempang. Pada tahap ini, pemerintah fokus membangun 350 unit rumah permanen bagi warga terdampak.
Legenda Manchester United Ryan Giggs Kritik Kebiasaan Pesepak Bola Modern: Bagi Saya Itu Aneh

Legenda Manchester United Ryan Giggs Kritik Kebiasaan Pesepak Bola Modern: Bagi Saya Itu Aneh

Ryan Giigs menilai gestur berpelukan tersebut sangat berbeda dengan budaya persaingan yang dirasakannya ketika masih aktif bermain.

Trending

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemerintah Indonesia terus menggenjot pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah melalui program Sekolah Rakyat.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Selengkapnya

Viral