News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gegara Pimpinan PSI Bertemu Prabowo Subianto, 2 Calegnya Mundur dan Keluar Partai

Dua calon legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memutuskan mundur dari Pileg 2024. Mereka juga memilih keluar dari PSI. Bahkan, dua caleg yang mund
Senin, 7 Agustus 2023 - 19:54 WIB
Pimpinan PSI Bertemu Prabowo Subianto
Sumber :
  • tim tvone - Julio

Jakarta, tvOnenews.com - Dua calon legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memutuskan mundur dari Pileg 2024. Mereka juga memilih keluar dari PSI. Bahkan, dua caleg yang mundur adalah Dwi Kundoyo yang maju untuk DPRD DKI Jakarta dan Estugraha yang maju untuk DPRD Kota Bogor. Keduanya juga tergabung dalam Ganjarian Spartan sebagai pendukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.

Dwi dan Estugraha memilih mundur karena PSI dinilai melakukan manuver politik imbas pertemuan pimpinan PSI dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya juga sekaligus menyatakan mundur sebagai caleg dan keluar dari PSI, dari keanggoataan PSI,” ujar Dwi saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/8/2023).

Dwi selaku Sekjen Ganjarian Spartan mengatakan awalnya dia tertarik menjadi caleg PSI karena partai itu mendukung Ganjar sebagai capres 2024.

“Namun belum sampai menunaikan amanah organisasi, PSI saya anggap sudah main mata dengan Prabowo Subianto. Kehadiran Prabowo ke DPP PSI, yang disambut hangat buat saya sudah mencederai semangat dan pandangan perjuangan saya selama ini,” kata dia.

Dia mengatakan tidak mendukung Prabowo karena rekam jejaknya pada pemerintahan orde baru (Orba). Prabowo disebut sebagai dalang dari penculikan aktivis 1998.

“Mulai dari karir di militer hingga jejaring bisnis yang menggurita. Saya bersyukur saat TNI memecat Prabowo Subianto dari TNI. Rasa syukur ini menambah besar karena Indonesia lepas dari pemerintahan otoriter yang korup orde baru,” jelasnya.

Dwi mengaku sudah berseberangan dengan Prabowo sejak aktif sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada 1992.

“Pada Pilpres 2014-2019, saya memilih Jokowi, disamping karena rekam jejak dan hasil karya Pak Jokowi yang yahud, satu sisi karena saya menolak Prabowo Subianto menjadi pemimpin di Indonesia. Kenapa, karena Prabowo dan pengikutnya tidak henti-henti memainkan isu SARA, bergandengan tangan dengan kelompok-kelompok radikal dan intoleran,” tutur Dwi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, Dwi juga menyinggung Pilpres 2014 dan 2019 ketika PSI dan Gerindra saling menyerang.

“Rasanya tidak mungkin hanya dengan kehadiran Prabowo terus kemudian PSI  melupakan apa yang mereka saling counter,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MY Terduga Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Segera Jalani Tes Kesehatan Jiwa

MY Terduga Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Segera Jalani Tes Kesehatan Jiwa

Aparat kepolisian menjadwalkan pemeriksaan kesehatan jiwa terhadap MY (34), pria yang diduga melakukan aksi teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. 
Lestarikan Tradisi dan Ciptakan Peluang Ekonomi, PT Vale Promosi Produk UMKM Binaan di Perayaan HKG PKK Nasional dan HUT Dekranas

Lestarikan Tradisi dan Ciptakan Peluang Ekonomi, PT Vale Promosi Produk UMKM Binaan di Perayaan HKG PKK Nasional dan HUT Dekranas

Komitmen mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus melestarikan warisan budaya lokal kembali diwujudkan oleh PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale).
Sidang Dugaan Suap Proyek di Pemkab Bekasi, Ahli Sebut Bukti yang Diperoleh Secara Melawan Hukum Tak Sah

Sidang Dugaan Suap Proyek di Pemkab Bekasi, Ahli Sebut Bukti yang Diperoleh Secara Melawan Hukum Tak Sah

Kuasa hukum terdakwa mengatakan dua ahli menyebut alat bukti yang diperoleh dengan cara melawan hukum tidak dapat dijadikan dasar untuk menghukum terdakwa.
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa UAD Yogyakarta terhadap Rekan KKN Masuk Tahap Penyelidikan

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswa UAD Yogyakarta terhadap Rekan KKN Masuk Tahap Penyelidikan

Kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga melibatkan seorang mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta terhadap rekan sesama peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) memasuki tahap penyelidikan. 
Ibu Sobirin Ngaku Dipaksa Tanda Tangani Surat Damai: Orang Miskin Seperti Saya Tidak Tahu Harus Mengadu ke Mana Lagi

Ibu Sobirin Ngaku Dipaksa Tanda Tangani Surat Damai: Orang Miskin Seperti Saya Tidak Tahu Harus Mengadu ke Mana Lagi

Keluarga tiga santri korban pembakaran oleh seniornya di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW dipaksa untuk menandatangani surat damai.
SHM Dipinjam untuk Keperluan Usaha, Ahli Waris Kaget Dua Sertifikat Rumah Milik Komaridin Beralih Nama dan Jadi Agunan Bank

SHM Dipinjam untuk Keperluan Usaha, Ahli Waris Kaget Dua Sertifikat Rumah Milik Komaridin Beralih Nama dan Jadi Agunan Bank

Ahli waris almarhum Komaridin melaporkan dugaan peralihan kepemilikan dua Sertifikat Hak Milik (SHM) milik keluarganya ke Polda DI Yogyakarta. 

Trending

Memohon ke Prabowo, Ibu Sobirin Ceritakan Anaknya Dibakar Hidup-hidup oleh Anak Pimpinan Ponpes Lombok: Saya Orang Miskin

Memohon ke Prabowo, Ibu Sobirin Ceritakan Anaknya Dibakar Hidup-hidup oleh Anak Pimpinan Ponpes Lombok: Saya Orang Miskin

Air mata Ibu Sobirin, seorang ibu dari korban pembakaran hidup-hidup yang diduga dilakukan anak pimpinan Ponpes di Lombok, tak terbendung lagi ketika cerita
Isi Surat Ibu Sobirin untuk Presiden Prabowo: Anak Saya ke Ponpes untuk Belajar Agama Bukan untuk Disiksa

Isi Surat Ibu Sobirin untuk Presiden Prabowo: Anak Saya ke Ponpes untuk Belajar Agama Bukan untuk Disiksa

Keluarga tiga santri korban pembakaran oleh seniornya di Ponpes Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW, termasuk Ibu Sobirin, Rumah, mengadu ke Komisi III DPR RI
Justin Hubner Banjir Pujian Media Belanda Usai Memukau Bersama Fortuna Sittard, Bek Timnas Indonesia Makin Bersinar di Eropa

Justin Hubner Banjir Pujian Media Belanda Usai Memukau Bersama Fortuna Sittard, Bek Timnas Indonesia Makin Bersinar di Eropa

Justin Hubner mencuri perhatian di Belanda setelah tampil impresif bersama Fortuna Sittard. Bek Timnas Indonesia itu mendapat banyak pujian dari media lokal.
Terima Kasih FIFA! Mimpi Timnas Indonesia Main di Piala Dunia Makin Dekat Terwujud Lewat Skema Ini

Terima Kasih FIFA! Mimpi Timnas Indonesia Main di Piala Dunia Makin Dekat Terwujud Lewat Skema Ini

Harapan Timnas Indonesia untuk tampil di putaran final Piala Dunia semakin terbuka lebar. Wacana FIFA menambah jumlah peserta jadi kabar baik buat skuad Garuda.
Media Vietnam Soroti Keuntungan Besar Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Skuad Garuda Dapat Dukungan Penuh

Media Vietnam Soroti Keuntungan Besar Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, Skuad Garuda Dapat Dukungan Penuh

Persiapan Timnas Indonesia menuju Piala AFF 2026 menjadi perhatian media Vietnam. Mereka menyoroti keuntungan besar dan dukungan yang diterima skuad Garuda.
Bursa Transfer Pemain Timnas Indonesia: Pamit dari Cremonese, Emil Audero Kesulitan Kembali ke Sampdoria Karena Masalah Ini

Bursa Transfer Pemain Timnas Indonesia: Pamit dari Cremonese, Emil Audero Kesulitan Kembali ke Sampdoria Karena Masalah Ini

Tampil impresif sebagai kiper utama, Cremonese yang gagal bertahan di Serie A pun resmi berpisah dengan Emil Audero. 
Justin Hubner dan Ole Romeny Bisa Jadi Agen Timnas Indonesia Buat Rayu Aset Berharga Liga Belanda Ini Bela Garuda

Justin Hubner dan Ole Romeny Bisa Jadi Agen Timnas Indonesia Buat Rayu Aset Berharga Liga Belanda Ini Bela Garuda

Kehadiran dua pemain Timnas Indonesia di Fortuna Sittard membuka peluang menarik di luar lapangan. Justin Hubner dan Ole Romeny berpotensi menjadi jembatan.
Selengkapnya

Viral