Dari Mattoangin Makassar, Kisah Pilu Pembantaian Kapten Westerling itu Dimulai di Sulawesi Selatan
- Dok. Maarten Hidskes
Buku yang ditulis Maarten Hidskes ini sejatinya bercerita tentang pencarian dirinya, mengenai sejauh mana keterlibatan ayahnya, Piet Hidskes, tentara pasukan khusus belanda yang menjadi anak buah Westerling saat operasi militer di Sulawesi Selatan.
Ā
Alasan Westerling Dikirim ke Makassar
Kepada sejarawan Salim Said, Burhan, seorang tokoh yang berjuang bersama Bung Hatta dalam Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Baru) sekaligus orang yang kerap di sekitar Van Mook, pemimpin pemerintahan kolonial Belanda di Batavia waktu itu, menyampaikan sejumlah kesaksian tentang alasan dibalik operasi pembantaian Westerling di Sulawesi Selatan.Ā
Menurut Burhan, ceritanya bermula pada pembentukan Negara Indonesia Timur (NIT) sebagai salah satu negara boneka ciptaan Van Mook.Ā
āBagian yang paling tidak dikuasai Belanda di negara-negara boneka itu adalah Sulawesi Selatan. Sulawesi Selatan memang tak henti-hentinya mengirimkan pemuda untuk berjuang di Jawa." tulis Salim Said dalam bukunya "Dari Gestapu ke Reformasi, Serangkaian Kesaksian".
Ā
"Inilah yang membuat Jenderal Spoor marah kepada De Vries, komandan tentara Belanda di Makassar. Spoor lalu memutuskan mengirimkan teman lamanya, Westerling bersama 900 anak buahnya ke Makassar.ā lanjut Salim, mengutip kesaksian Burhan.
![]()
Foto: Westerling memimpin parade pada perayaan ulang tahun Ratu Juliana di Batavia. (Wikipedia)
Keputusan Spoor itu tampaknya tidak dikonsultasikan dengan Van Mook, pemimpin pemerintahan. Itulah yang menyebabkan dikirimnya misi pencari fakta tersebut.
Akan tetapi, apakah Jenderal Spoor memerintahkan pembunuhan seperti yang dilakukan Westerling tersebut? Menurut temuan Burhan. Soal membunuh banyak tentu tidak.Ā
Baca Juga:Ā Kapten Westerling Tertawa saat Ditanya Soal Pembantaian 40 Ribu Jiwa di Sulawesi Selatan
Spoor hanya memberi kekuasaan kepa da Westerling melakukan apa saja yang dianggapnya cocok untuk mengatasi keadaan yang gagal ditangani De Vries.Ā
"Untuk tugas itu, Westerling tidak bertanggungjawab kepada siapa pun di Makassar.ā kata Burhan kepada Salim Said.
Mengapa pembantaian massal harus dilakukan di Sulawesi Selatan? Burhan menyebut bahwa pembantaian Westerling tersebut adalah kebijakan Pemerintah Kolonial Belanda dalam menyiapkan pembentukan Negara Indonesia Timur (NIT).Ā
Negara bagian NIT adalah satu dari sejumlah negara bagian bentukan Van Mook, untuk menunjukkan bahwa Republik Indonesia yang berpusat di Yogyakarta tidak mewakili aspirasi seluruh penduduk Hindia Belanda.Ā
Load more