News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dinilai Gagal Tekan Inflasi di Daerah, PJ Bupati Intan Jaya Harus Diganti

Ketua kamar adat pengusaha(KAP) Papua kabupaten Intan Jaya, Propinsi Papua Tengah, Henes Sondegau, mendesak Menteri Dalam Negeri untuk segera mengganti Pj Bupati Intan Jaya Apolos Bagau. Apolos menurut dia tidak mampu mengendalikan harga.
Rabu, 27 September 2023 - 23:43 WIB
Pj Bupati Intan Jaya Apolos Bagau
Sumber :
  • IST

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua kamar adat pengusaha(KAP) Papua kabupaten Intan Jaya, Propinsi Papua Tengah, Henes Sondegau, mendesak Menteri Dalam Negeri untuk segera mengganti Pj Bupati Intan Jaya Apolos Bagau. Apolos menurut dia tidak mampu mengendalikan harga.

Kebutuhan hidup masyarakat yang naik fantastis seperti sembilan bahan pokok (sembako) yang rata-rata naik hingga 100-200 persen, harga BBM per liternya sampai Rp100 Ribu, belum lagi harga tiket pesawat Nabire - Intan Jaya sampai Rp4 juta per orang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setidaknya selama 8 bulan terakhir kami tidak melihat ada perubahan berarti di Intan Jaya. Apa yang digembar-gemborkan setelah beliau dilantik faktanya di lapangan nol besar. Justru saat ini masyarakat Intan Jaya sedang kesulitan karena harga-harga semua naik sampai dua ratus persen kenaikan. Dan entah apa yang beliau lakukan. Sama sekali tidak ada," ungkap Henes dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (27/9/2023).

Karena itu, Henes mendesak Mendagri untuk melakukan evaluasi serius terhadap kepemimpinan di Kabupaten Intan Jaya dengan mengganti Pj Bupati dengan orang yang memiliki kemampuan dan memihak kepentingan rakyat. 

Dijelaskan Henes, akibat naiknya harga-harga kebutuhan pokok di Intan Jaya, masyarakat melakukan aksi demontrasi dihalaman kantor bupati Intan Jaya. Hal tersebut dilakukan oleh mahasiswa, masyarakat, dan pedagang sebagai bentuk ketidakpuasaan masyarakat yang merasa kehidupan di kabupaten Intan Jaya semakin sulit.  

“Bayangkan saja carter pesawat Intan Jaya-Nabire mengalami kenaikan drastis awalnya Rp 22-25 juta naik menjadi Rp 40 juta, sedangkan untuk tiket pesawat awalnya Rp 1,2-2,5 Juta naik menjadi Rp 4 juta, akibatnya semua barang naik sampai 100-200 persen. Lalu Pj Bupati seakan menonton saja tidak buat apa-apa. Ini sangat kami sesalkan," ucapnya.

Untuk itu Henes meminta kepada menteri dalam negeri untuk segera mengevaluasi kinerja Pj Bupati Intan Jaya Apolos Bagau yang tidak mampu menahan laju inflasi di kabupaten Intan Jaya dengan mengontrol dan mengantisipasi kenaikan harga barang sehingga  masyarakat susah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Belum lagi hasil temuan di lapangan lanjut Henes, saat ini Pj Bupati justru sibuk mengurus kepentingan politik pribadinya untuk mempersiapkan diri maju Bupati pada Pilkada 2024 mendatang. Bagi dia hal seperti ini hanya akan menambah beban masyarakat. 

"Heran juga di tengah kesulitan yang ada di masyarakat justru pemimpinnya sibuk dengan kepentingan politik pribadinya. Ini kami minta Mendagri untuk jadi perhatian," tukas Henes.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ini lanjut Henes, sejumlah kios di kota Sugapa ditutup akibat tidak adanya pasokan sembako untuk diperdagangkan. 

"Semoga keluhan kami masyarakat Intan Jaya ini didengar Bapa Mendagri agar ada perhatian serius merespon situasi Intan Jaya hari ini," pungkasnya. (mhs/ebs)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

WEPOSE Dampingi 324 Anak di Surabaya, Mayoritas Berasal dari Keluarga Ekonomi Menengah ke Bawah

WEPOSE Dampingi 324 Anak di Surabaya, Mayoritas Berasal dari Keluarga Ekonomi Menengah ke Bawah

WEPOSE Indonesia mendampingi 324 anak di Surabaya melalui program literasi dan numerasi. Namun, relawan masih menemukan ketertinggalan kemampuan dasar hingga keterbatasan pendampingan belajar.
Eisenkot Tolak Gabung dengan Pemerintahan Netanyahu Bahkan Jika Diminta Trump, Ini Alasannya

Eisenkot Tolak Gabung dengan Pemerintahan Netanyahu Bahkan Jika Diminta Trump, Ini Alasannya

KAN melaporkan bahwa Pemimpin Partai Yashar Gadi Eisenkot menolak bergabung dengan pemerintahan Benjamin Netanyahu. Eisenkot menyampaikan pernyataan itu baru-baru ini dalam sebuah pertemuan tertutup berdasarkan keterangan sumber yang tidak disebutkan namanya.
Pengamat Sosial dan Keagamaan Ingatkan Bahaya Mencela di Tengah Viralnya Konten Kreator Herri Pras

Pengamat Sosial dan Keagamaan Ingatkan Bahaya Mencela di Tengah Viralnya Konten Kreator Herri Pras

Berkaca dari kasus konten kreator Herri Pras yang kini viral dan dikenal kontroversi. Pengamat sosial dan keagamaan mengingatkan bahayanya mencela orang lain.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Ratas Mendadak di Istana: Presiden Prabowo Panggil Bahlil, Rosan, hingga Suahasil Nazara Bahas Isu Ekonomi

Ratas Mendadak di Istana: Presiden Prabowo Panggil Bahlil, Rosan, hingga Suahasil Nazara Bahas Isu Ekonomi

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memanggil jajaran menteri dan pejabat bidang ekonomi Kabinet Merah Putih ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa ..
Benarkah Rambut Bayi Dicukur Botak Bisa Tumbuh Lebih Tebal? Ini Penjelasan Dokter

Benarkah Rambut Bayi Dicukur Botak Bisa Tumbuh Lebih Tebal? Ini Penjelasan Dokter

Benarkah rambut bayi dicukur botak bisa tumbuh lebih tebal? dr. Yoga Yandika menjelaskan fakta medis dan faktor yang memengaruhi pertumbuhan rambut anak.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Herri Pras Ungkap Alasan Kritik Sejumlah Tokoh Agama, Singgung Fatwa dan Ceramah

Konten kreator Herri Pras akhirnya buka suara setelah kedatangan Yudi Cahyadi dan sejumlah orang ke kediamannya. Ia turut mengungkap alasan di balik kritiknya.
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Selengkapnya

Viral