GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Warga Punguti Uang Receh Puluhan Juta Rupiah di Jalan Raya yang Jatuh dari Bagasi Bus

Warga Cisaga, Ciamis, Jawa Barat, memunguti uang puluhan juta rupiah yang terdiri dari pecahan Rp500 yang berserakan di jalan raya.
  • Reporter :
  • Editor :
Sabtu, 27 November 2021 - 11:46 WIB
Uang Receh yang Jatuh dari Bus Budiman Dikumpulkan Warga
Sumber :
  • Aditya Tri Wahyudi

Ciamis, Jawa Barat - Warga Cisaga, Ciamis, Jawa Barat, memunguti uang puluhan juta rupiah yang terdiri dari pecahan Rp500 yang berserakan di jalan raya, Jumat (26/11/2021) malam. Puluhan warga tampak berebut memunguti uang receh tersebut hingga membuat jalan raya Jabar-Jateng sempat macet.

Mereka menggunakan berbagai peralatan untuk mengumpulkan uang logam atau koin tersebut. Ada yang menggunakan sapu lidi dan sapu ijuk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut saksi mata, uang receh itu terjatuh dari bagasi Bus Budiman jurusan Tasikmalaya-Yogyakarta. Diduga pintu bagasi bus tidak terkunci sehingga ketika bus melaju di jalan menikung, uang recehan yang disimpan di kantong plastik tersebut akhirnya terjatuh ke jalan raya.

"Bus datang dari arah Tasik, saat itu saya sedang duduk di depan warung dan mendengar suara benda terjatuh, ketika saya lihat ternyata uang recehan Rp500 yang dibungkus plastik jatuh di pinggir jalan," jelas saksi mata, Efendi (70) kepada tvonenews.com, Sabtu (27/11/2021).

Efendi kemudian mencoba memindahkan puluhan kantong plastik berisi uang tersebut ke pinggir jalan. Warga yang melihat kejadian ini langsung berhamburan mendekati tempat kejadian. Lantaran banyaknya uang yang berserakan, warga sampai harus menggunakan sapu lidi untuk mengumpulkan uang di pinggir jalan.

Menurut Hasanah (67) pemilik warung di lokasi kejadian, uang pecahan Rp500 itu berjumlah Rp70 juta milik sebuah perusahaan di Tasikmalaya. Jumlah total uang yang disimpan di bagasi Bus Budiman sebesar Rp170 juta dan sedianya akan dikirim ke beberapa minimarket di darah Solo dan Yogyakarta.

"Saya ikut membantu memberikan kantong plastik untuk mengumpulkan uang recehan itu dan sudah diambil kembali oleh pemiliknya," ucap Hasanah.

Lantaran takut hilang, warga sepakat untuk mengumpulkan dan menyimpan uang itu di tokoh masyarakat setempat. Menurut warga yang dipercaya untuk dititipi uang, Yanto Susilo, uang recehan sebanyak Rp70 juta yang berserakan di jalan raya itu, milik perusahaan penukaran uang di Tasikmalaya yang biasa mengirim uang pecahan Rp500 ke minimarket di wilayah Solo, Jogja dan Klaten. Pengiriman rutin dilakukan melalui jasa pengiriman bus angkutan umum.

"Bus ketika berada di jalan tikungan terlihat kebut dan pintu bagasi terbuka karena terdorong oleh kantong plastik yang berisi uang, sepertinya bagasi tidak kunci," ujar Yanto kepada tvonenews.com.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yanto meminta warga untuk mengumpulkan uang di dalam karung. Sementara warga yang lainnya menyusul Bus Budiman untuk memberi tahu muatan bagasi yang terjatuh. Tidak lama kemudian bus kembali ke lokasi kejadian dan langsung menghubungi pemilik uang. Satu jam kemudian empat orang pria dari perusahaan datang ke lokasi dan langsung membawa kembali uang recehan tersebut untuk selanjutnya dikirim ke Solo dan Jogja.

"Sebagai ungkapan terima kasih, pemilik uang memberi imbalan uang kepada saya dan warga yang mengumpulkan uang," tambah Yanto. (Aditya Tri Wahyudi/act)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Harlin Rahardjo Sebut Pembinaan Dini Kunci Target Olimpiade 2032

Harlin Rahardjo Sebut Pembinaan Dini Kunci Target Olimpiade 2032

Target tersebut membutuhkan proses pembinaan jangka panjang yang dimulai sejak kelompok usia dini.
Federasi Akuatik Indonesia Kenalkan ISCES untuk Pembinaan Atlet Renang Muda

Federasi Akuatik Indonesia Kenalkan ISCES untuk Pembinaan Atlet Renang Muda

Pembinaan atlet usia dini menjadi fondasi utama dalam sistem Long Term Athlete Development (LTAD) yang saat ini dijalankan Federasi Akuatik Indonesia.
Dukcapil Luruskan Informasi soal KTP-el dan Fotokopi Identitas, Tetap Wajib untuk Administrasi dan Layanan Publik

Dukcapil Luruskan Informasi soal KTP-el dan Fotokopi Identitas, Tetap Wajib untuk Administrasi dan Layanan Publik

Dirjen Dukcapil Teguh Setyabudi menegaskan, KTP-el tetap menjadi identitas kependudukan resmi yang digunakan dalam berbagai kebutuhan administrasi dan pelayanan publik.
Hercules Blak-blakan di HUT GRIB Jaya: Pernah Ditawari Rp500 Miliar agar Tinggalkan Prabowo

Hercules Blak-blakan di HUT GRIB Jaya: Pernah Ditawari Rp500 Miliar agar Tinggalkan Prabowo

Hercules mengaku pernah ditawari Rp500 miliar agar berhenti mendukung Prabowo Subianto saat pidato di HUT ke-15 GRIB Jaya di GBK Jakarta.
Danantara Belum All In di GOTO, Pandu Sjahrir Sebut Masih Tunggu Game Plan

Danantara Belum All In di GOTO, Pandu Sjahrir Sebut Masih Tunggu Game Plan

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memberi sinyal belum akan agresif menambah kepemilikan saham di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk meski
Detik-detik Bea Cukai Bekuk Pria India Pakai Popok Isi Butiran Emas Rp700 Juta di Bandara Soetta

Detik-detik Bea Cukai Bekuk Pria India Pakai Popok Isi Butiran Emas Rp700 Juta di Bandara Soetta

Mencuat kabar yang mengejutkan warganet di media sosial, terkait detik-detik Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta bekuk pria asal India pakai popok isi butiran emas

Trending

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral