News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nilai Keberhasilan Gibran Bukan Karena Faktor Jokowi, ini Alasannya

Ketua Umum DPP Jaringan Nasional (Jarnas) For Gibran, Nasarudin, buka suara terkait sentimen yang menyoal bahwa keberhasilan Gibran Rakabuming Raka memimpin Kota Solo karena ayah Gibran seorang presiden.
Jumat, 1 Desember 2023 - 22:04 WIB
Ketua Umum DPP Jaringan Nasional (Jarnas) For Gibran, Nasarudin
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Ketua Umum DPP Jaringan Nasional (Jarnas) For Gibran, Nasarudin, buka suara terkait sentimen yang menyoal bahwa keberhasilan Gibran Rakabuming Raka memimpin Kota Solo karena ayah Gibran seorang presiden. Menurut Nasarudin, tidak serta merta presiden dapat mengintervensi pembangunan di suatu daerah dengan begitu saja menurunkan dana pusat ke daerah.

"Dana pusat tidak serta merta turun atau berada di tangan presiden, dana tersebut melalui DPR RI sebagai fungsi budgeting," kata Ketum DPP Jarnas For Gibran, Nasarudin, Jumat (1/12), saat keterangan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dirinya juga menjelaskan bahwa tolak ukur keberhasilan seorang kepala daerah dalam hal ini bupati atau wali kota tidak hanya berkaitan dengan dana pusat saja.

"Standarisasi atau tolak ukur keberhasilan seorang bupati atau wali kota itu bisa dilihat dari RPJMD yang telah disahkan bersama DPRD, dari RPJMD inilah kemudian muncul APBD," jelasnya.

"Nah, serapan anggaran dalam APBD ini juga menjadi penilaian kesuksesan kepala daerah. Bila serapan minimal 80 persen maka itu masuk kategori sukses, dikatakan gagal bila penyerapan di bawah 70 persen," ungkap Nasarudin.

Nasarudin mengambil contoh APBD Kota Solo tahun 2022 yang terserap hingga 94,23 persen menjadi salah satu indikasi keberhasilan Gibran Rakabuming Raka.

"Tahun 2022 misalnya, APBD Kota Solo itu Rp2,152 triliun dan realisasi sebesar Rp2,028 triliun. Serapan anggarannya mencapai 94,23 persen lho. Berarti mas Gibran sukses mengelola APBD," tandasnya.

Suksesnya serapan APBD Kota Solo menurut Nasarudin juga didasari juga oleh tingkat kepuasan masyarakat pada kinerja Gibran-Teguh dalam memimpin Kota Solo.

"Hasil survei Universitas Slamet Riyadi pada Februari tahun ini menunjukkan 96 persen warga Solo puas dengan kepemimpinan Gibran-Teguh. Ini nyambung dengan serapan anggarannya, artinya alokasi anggaran itu dirasakan langsung oleh masyarakat," ungkap Nasarudin.

tvonenews

Terkait dana pusat, dana provinsi maupun dana CSR, Nasarudin menjelaskan memang itu kewajiban seorang wali kota atau bupati.

"Turunnya dana pusat, provinsi dan CSR di suatu daerah membuktikan bahwa seorang walikota atau bupati sukses membawa program ke daerahnya. Ini bagus dan semua kepala daerah melakukan itu, namun tidak semua berhasil," jelasnya.

"Kalaupun Gibran berhasil menggaet dana-dana tersebut, bukan berarti hanya karena bapaknya seorang presiden. Saya tegaskan lagi, dana pusat bukan serta merta dari presiden, namun ada di DPR RI," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terakhir Nasarudin juga menyinggung opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) yang didapatkan oleh Kota Solo.

"Kota Solo itu selama 12 tahun berturut-turut selalu dapat WTP BPK, termasuk saat dipimpin oleh Gibran. Mei 2022 silam kan Solo dapat WTP ke-12. Ini merupakan prestasi seluruh jajaran Pemkot Surakarta, termasuk Wali Kota Gibran sebagai kepala daerah," tutup Nasarudin.(chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Eks Bos Red Bull Santer Dikabarkan akan Segera Kembali ke F1, Toto Wolff Malah Ragu hal Itu akan Terwujud

Eks Bos Red Bull Santer Dikabarkan akan Segera Kembali ke F1, Toto Wolff Malah Ragu hal Itu akan Terwujud

Bos Mercedes, Toto Wolff, meragukan bahwa mantan kepala tim Red Bull, Christian Horner, akan kembali ke F1 meski santer dirumorkan.
Bejat! Paman dan Kakek di Jaksel Cabuli Ponakan di Bawah Umur, Polisi Tegaskan Pelaku Sudah Siap Diadili

Bejat! Paman dan Kakek di Jaksel Cabuli Ponakan di Bawah Umur, Polisi Tegaskan Pelaku Sudah Siap Diadili

Viral jadi sorotan di media sosial, paman dan kakek melakukan pelecehan terhadap ponakan atau keluarganya sendiri. Polisi sudah turun tangan atasi kasus ini.
Polisi Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras ke Warga di Tambun Bekasi Berjumlah Tiga Orang, Ini Perannya

Polisi Ungkap Pelaku Penyiraman Air Keras ke Warga di Tambun Bekasi Berjumlah Tiga Orang, Ini Perannya

Polres Metro Bekasi menangkap tiga orang pelaku penyiraman air keras ke seorang warga berinisial TW (54), yang terjadi di Jalan Bumi Sani Permai, Tambun Selatan
Kebut Huntap-Huntara, Satgas PRR Komitmen Berikan Hidup Layak Bagi Penyintas

Kebut Huntap-Huntara, Satgas PRR Komitmen Berikan Hidup Layak Bagi Penyintas

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, terus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) untuk menyediakan tempat tinggal yang layak bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Pemkab Bireuen: Bantuan Jadup Korban Banjir Mulai Disalurkan 6 April

Pemkab Bireuen: Bantuan Jadup Korban Banjir Mulai Disalurkan 6 April

Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Bireuen Muhajir Juli menyatakan bantuan jatah hidup (jadup) untuk korban banjir dan tanah longsor di daerah itu mulai disalurka
Dari Kawan jadi Lawan! Kara Bajema Tulis Pesan Untuk Megawati Hangestri usai Duel Sengit di Final Four Proliga 2026

Dari Kawan jadi Lawan! Kara Bajema Tulis Pesan Untuk Megawati Hangestri usai Duel Sengit di Final Four Proliga 2026

Dua pemain yang berhasil membawa Jakarta BIN meraih gelar juara Proliga 2024, Megawati Hangestri dan Kara Bajema, kembali bertemu di babak final four musim ini.

Trending

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia main lagi? Simak jadwal lengkap Garuda tahun 2026 usai final FIFA Series, mulai FIFA Matchday hingga ASEAN Cup.
Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series 2026 ternyata ikut menjadi perhatian media Eropa. Media Prancis menyoroti performa penuh Calvin Verdonk.
Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Ada dua kabar baik dari KDM, mulai dari pengumuman mengenai cicilan apartemen di wilayah Meikarta hingga menyebut soal bantuan renovasi puluhan ribu rumah.
Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh". 
Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series ternyata tidak membuat pamornya meredup. Media Vietnam yakin Garuda jadi kandidat juara Piala AFF 2026.
Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Mantan penerjemah Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Jeong Seok-seo atau Jeje merespons sindiran dari Ramadhan Sananta yang belakangan viral di media sosial.
Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.
Selengkapnya

Viral