Dukung Prabowo di Dua Kali Pilpres, Setelah Debat Reza Indragiri Akhirnya Komentari Soal Gimik Joget Gemoy: Executive Functioning Tertakar, Saya Berempati Pada Beliau
- tim tvOnenews/Muhammad Bagas
“Dari situ, masuk akal jika Prabowo, dengan usianya yang sudah lanjut dan kondisi kesehatannya yang jauh dari prima, melakukan pendekatan serupa guna mempengaruhi persepsi publik,” kata Reza.
![]()
Prabowo Subianto saat Joget Gemoy (tim tvOnenews)
Hal itu menurut Reza tidak masalah, karena setiap kontestan Pilpres boleh bikin siasatnya masing-masing.
“Tapi Trump dan Yeltsin bergoyang asyik cuma di saat berada di panggung dan ketika musik mengalun. Itu pun hanya satu dua kali,” kata Reza.
“Mereka tidak menjadikan joget sebagai strategi branding yang dipertontonkan terus menerus,” sambungnya.
Maka menurut Reza, pada titik itulah joget gemoy Prabowo tampak sangat bermasalah.
“Prabowo joget terlalu sering. Tanpa musik pula dan seperti tak kenal situasi,” menurut Reza.
Yang kemudian menjadi perhatian Reza adalah tanggapan Prabowo ketika ditanya hal serius dalam debat.
“Maka saat ditanya hal serius, tanpa jawaban tuntas, Prabowo justru "menggenapi" jawabannya dengan berjoget,” jelas Reza.
![]()
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan saat Debat Capres Perdana (tim tvOnenews/Bagas)
Salah satu yang direspon Prabowo dengan menambahkan joget gemoy pada debat pilpres 2024 adalah saat beliau menjawab tentang tema HAM di Papua dari Anies Baswedan.
Capres nomor urut 2 itu menyebutkan kasus HAM di Papua terjadi karena gerakan separatisme.
Dia mengakui masalah kasus HAM di papua adalah rumit karena terjadi gerakan separatisme.
Menurutnya, kasus di Papua juga karena ada campur tangan asing.
Oleh karena itu, dia mengakui merencanakan penegakan hukum, memperkuat aparat dan mempercepat bangun ekonomi di Papua.
"Kasus di Papua ini ada campur tangan asing dan mereka ingin agar Indonesia pecah," jelasnya.
Kemudian jawaban dari Prabowo itupun dikomentari oleh Anies.
Anies menilai masalahnya bukan kekerasan tapi keadilan.
“Karena setiap kekerasan di Jakarta ada yang menganggap ini terorisme, ada yang menganggap ini separatisme,” kata Anies.
“Apa masalah utamanya masalah utamanya adalah tiadanya keadilan di tanah Papua itu,” sambung Anies.
Maka Anies berpendapat bahwa yang harus dihadirkan adalah keadilan.
“Yang ketiga melakukan dialog dengan semua,” saran Anies.
Load more