GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bagaimana Perempuan Mengelola Hutan? Banyak Caranya!

Sabar. Itulah kunci meyakinkan emak-emak petani dan penggarap ladang untuk mau berkelompok.
Jumat, 22 Desember 2023 - 13:52 WIB
Rita
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Sabar. Itulah kunci meyakinkan emak-emak petani dan penggarap ladang untuk mau berkelompok. Menurut Dedek Hendry, Ketua Lembaga Kajian, Advokasi dan Edukasi (LivE) Bengkulu, perlu waktu meyakinkan ibu-ibu desa untuk menyatukan langkah demi mendapat hak pengelolaan atas kawasan hutan dengan skema kemitraan. 

Ide dasarnya, para ibu perlu lahan. Sementara, taman nasional punya lahan, dan perlu tenaga mengkonservasi wilayahnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Mempertemukan dua hal ini jadi tujuan. Itu awal dari semuanya,” kata Dedek.

Awalnya LivE mengadakan beberapa pelatihan untuk para perempuan petani di Kabupaten Rejang Lebong, kawasan penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Provinsi Bengkulu, tentang pentingnya peran perempuan dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan. 

Di sisi lain, LivE juga mendekati Balai Besar TNKS untuk membuka diri terhadap peran masyarakat mengelola hutan. Dari situlah Balai Besar kemudian
mengundang para petani perempuan tersebut dalam sosialisasi skema kemitraan konservasi yang bisa diakses masyarakat.

Salah satu yang hadir dalam sosialisasi adalah Ritawati, perempuan paruh baya petani kopi di ladang sendiri. Tapi panen kopinya hanya sekali setahun. Ia tertarik dengan skema kemitraan tersebut untuk bisa mengembangkan tanaman lain. Rita tergerak membentuk kelompok petani perempuan. Dari yang hanya beranggotakan 11 orang, berkembang menjadi 25 orang. Melalui kelompoknya, kini Rita bisa mendapat akses ke kawasan taman nasional secara legal, tempat yang dulu ia hindari. 

“Takut ditangkap polisi hutan,” katanya.

Setahun setelah membentuk kelompok, dan intens menjalin komunikasi dengan pihak taman nasional, Rita dan kelompoknya mengajukan proposal skema kemitraan konservasi. Mereka juga mulai membuat identifikasi tanaman lokal untuk rencana pengembangan.

Upayanya berbuah manis. Pada 2019 Rita menandatangani perjanjian kerjasama dalam skema kemitraan lima tahun yang dapat diperpanjang. Setelahnya, bekerjasama dengan Balai taman nasional, Rita dan kelompok mulai membicarakan teknis zonasi dan tanaman yang tepat. Terpilihlah tanaman kecombrang dan pakis untuk dibudidayakan di bawah tegakan pohon. Sedikit demi sedikit lahan mulai ditanami dan berhasil dipanen. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

Kini Rita dan kelompoknya telah mahir mengubah kedua tanaman itu menjadi berbagai bentuk olahan siap makan. Menurut Dedek, pendampingan yang dilakukan lembaganya perlu proses yang tidak sebentar dan perlu interaksi intens, sampai para ibu mengambil aksi memanfaatkan peluang ekonomi hasil hutan bukan kayu dengan prinsip konservasi. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Komisi V Tegaskan Berita Pihaknya Dukung Minimarket Indomaret dan Alfamart Tutup adalah Hoaks

Komisi V Tegaskan Berita Pihaknya Dukung Minimarket Indomaret dan Alfamart Tutup adalah Hoaks

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus membantah bahwa pihaknya pernah mengeluarkan pernyataan yang mendukung untuk menutup gerai minimarket Alfamart dan Indomaret.
Belum Juga Debut di Timnas Indonesia, John Herdman Kata Pengamat Sudah Untung Besar Jelang FIFA Series

Belum Juga Debut di Timnas Indonesia, John Herdman Kata Pengamat Sudah Untung Besar Jelang FIFA Series

Pengamat menyebut John Herdman sudah untung besar meski belum debut di Timnas Indonesia. Apa saja keuntungan yang dimiliki oleh John Herdman di Timnas Indonesia
Nasib Tragis Polisi Muda Bripda DP Tewas di Tangan Senior: Bripda P Jadi Tersangka, Kapolda Sulsel Turun Tangan

Nasib Tragis Polisi Muda Bripda DP Tewas di Tangan Senior: Bripda P Jadi Tersangka, Kapolda Sulsel Turun Tangan

Polisi muda, Bripda DP meninggal dunia diduga dianiaya seniornya di dalam Asrama Polisi (Aspol), Markas Polda Sulawesi Selatan (Polda Sulsel), Kota Makassar.
Ekonom Indef Sebut Whoosh Butuh 100 Tahun untuk Balik Modal, Jumlah Utang dan Okupansi Disorot

Ekonom Indef Sebut Whoosh Butuh 100 Tahun untuk Balik Modal, Jumlah Utang dan Okupansi Disorot

Indef menyebut dengan tingkat okupansi Whoosh saat ini, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas diperkirakan bisa mencapai 100 tahun.
Singgung Peluang Indonesia Keluar Middle Income Trap, SBY Ajak Peserta Didik Lemhanas Kunjungi Museumnya di Pacitan

Singgung Peluang Indonesia Keluar Middle Income Trap, SBY Ajak Peserta Didik Lemhanas Kunjungi Museumnya di Pacitan

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengajak peserta didik Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) mengunjungi Museum dan Galeri SBY ANI di Pacitan.
Pramono Sebut Cadangan Daging di Jakarta Capai 1.000 Ton, Jamin Tak Ada Kelangkaan hingga Lebaran

Pramono Sebut Cadangan Daging di Jakarta Capai 1.000 Ton, Jamin Tak Ada Kelangkaan hingga Lebaran

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan cadangan daging di Jakarta saat ini sebanyak 1.000 ton. Ia yakin tak ada kelangkaan hingga Lebaran 2026.

Trending

Pantas Saja Berani Kritik MBG, Sosok Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Rupanya Bukanlah Orang Sembarangan

Pantas Saja Berani Kritik MBG, Sosok Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Rupanya Bukanlah Orang Sembarangan

Nama Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto menjadi perbincangan hangat setelah menyurati UNICEF soal program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Menteri HAM Colek Semboyan Polri dalam Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Harus Dibuktikan

Wakil Menteri HAM Colek Semboyan Polri dalam Kasus Brimob Aniaya Siswa di Tual: Harus Dibuktikan

Wakil Menteri HAM, Mugiyanto colek semboyan polri dalam kasus anggota Brimob aniaya siswa di Tual, Maluku. Seperti diketahui, siswa tersebut adalah pelajar MTs
Rupanya Lulusan Paket C, Jati Diri Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas-bahas Usai Kritik Program MBG

Rupanya Lulusan Paket C, Jati Diri Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dibahas-bahas Usai Kritik Program MBG

Tiyo Ardianto, Ketua BEM UGM menjadi perbincangan hangat usai dengan lantang mengkritik program Prabowo-Gibran, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ogah Kecolongan Australia, Timnas Indonesia Segera Amankan Winger A-League Keturunan Medan Ini?

Ogah Kecolongan Australia, Timnas Indonesia Segera Amankan Winger A-League Keturunan Medan Ini?

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta diaspora potensial. Sosok Luke Vickery, winger Australia berdarah Medan disebut selangkah lagi bela Garuda.
Ketua BEM UGM Kirim Surat ke UNICEF Sebut MBG Hanya Habiskan Anggaran dan Berpotensi Timbulkan Keracunan Makanan, Menteri HAM Natalius Pigai: Makanan Bergizi untuk Anak sesuai Harapan UNICEF

Ketua BEM UGM Kirim Surat ke UNICEF Sebut MBG Hanya Habiskan Anggaran dan Berpotensi Timbulkan Keracunan Makanan, Menteri HAM Natalius Pigai: Makanan Bergizi untuk Anak sesuai Harapan UNICEF

BEM UGM mengirimkan surat ke UNICEF terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga siswa SD di NTT yang bunuh diri gara-gara tak mampu beli alat tulis seharga Rp10 ribu.
Bak Bumi dan Langit! Duel Statistik Ole Romeny vs Striker Eropa Berdarah Jakarta yang Masuk Radar Timnas Indonesia

Bak Bumi dan Langit! Duel Statistik Ole Romeny vs Striker Eropa Berdarah Jakarta yang Masuk Radar Timnas Indonesia

Di tengah sorotan terhadap performa Ole Romeny yang belum maksimal, muncul nama Jelte Pal, penyerang berdarah Jakarta yang sedang tampil tajam di Liga Belanda.
Disebut-sebut Jadi Bagian Komunitas LGBT Usai Kritik MBG, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Sangat Menjijikan

Disebut-sebut Jadi Bagian Komunitas LGBT Usai Kritik MBG, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Sangat Menjijikan

Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto mendapatkan teror setelah mengkritisi soal program Prabowo-Gibran, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT