Timnas AMIN Sebut Cak Imin Heran Negara Lebih Pilih Utang Beli Alutsista Daripada Alat Pertanian
- tim tvOnenews/Muhammad Bagas
Jakarta, tvOnenews.com - Calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 1, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) saat melakukan dialog bersama kelompok petani di Soreang, Kabupaten Bandung, menyampaikan keheranannya dengan kondisi negara yang lebih memilih berutang untuk membeli alat perang (Alutsista) ketimbang alat pertanian.
“Cak Imin sedang mengingatkan bahwa seorang pemimpin (kepala negara) harus memiliki prioritas dalam pembangunan, karena keterbatasan anggaran dengan banyaknya kebutuhan,” ujar Juru Bicara Timnas AMIN, Sukamta di Jakarta, Minggu (7/1/2023).
“Nah, prioritas yang dibuat jangan sampai mengorbankan rakyat, karena kesejahteraan rakyat merupakan prioritas yang tidak bisa ditawar-tawar,” sambungnya.
Sukamta yang juga anggota Komisi I DPR RI ini menyatakan bahwa paradigma ‘Civis pacem para bellum’ (kalau ingin damai, harus siap perang) harus ditempatkan secara bijak sesuai dengan tempatnya.
![]()
Pameran Alutsista TNI yang Dipamerkan dalam Perayaan HUT ke-78 (Sumber: Tim tvOneNews/Bagas)
“Anggaran belanja alutsista jangan sampai melampaui yang semestinya, mengingat rakyat juga butuh kesejahteraan,” tandasnya.
Sukamta melanjutkan, ketahanan tidak melulu soal militer, tidak melulu soal alutsista.
“Karena model perang sekarang sudah terus berkembang, tidak hanya perang militer, ada juga perang non militer, dan perang hibrida,” jelasnya.
Menurutnya, spektrum ancaman juga tidak hanya ancaman militer, tapi juga ada ancaman nonmiliter dan hibrida.
“Di dalam UU RI No. 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN) diatur soal 3 bentuk ancaman ini,” katanya.
Sehingga menurut Sukamta, ketidaksejahteraan rakyat juga merupakan ancaman terhadap ketahanan nasional.
“Kalau rakyat miskin, secara tidak langsung negara akan rentan dan rapuh, meskipun alutsista kuat,” ujarnya.
Menurutnya, mempriotitaskan aspek pertahanan di atas kesejahteraan itu tidak bijak.
![]()
Dok. Alutsista TNI (Sumber: ANTARA)
“Karena pertahanan yang paling utama adalah pada kualitas sumber daya manusianya, bukan pada aspek kekuatan fisik militer dengan teknologi alutsista yang canggih,” katanya.
“Kita sudah punya pengalaman sejarah dengan keterbatasan senjata yang canggih, kita bisa merdeka mengusir penjajah dari bumi pertiwi,” sambungnya.
Sukamta juga menegaskan bahwa belanja alutsista itu tetap penting, tetapi tetap sebaiknya harus menggunakan prioritas sesuai dengan skala kebutuhan dan keterbatasan anggaran yang ada.
Load more