News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terungkap, Lima Anggota DPRD Labura Dugem Gunakan Pil “Firaun”

Pengadilan Negeri (PN) Kisaran, Asahan Sumatera Utara mengelar sidang perdana dengan dakwaan kasus narkoba terhadap 14 orang, termasuk di antaranya 5 orang anggota DPRD Labuhan Batu Utara (Labura), Senin (13/11/2021)
Selasa, 14 Desember 2021 - 11:41 WIB
Terungkap, Lima Anggota DPRD Labura Dugem Gunakan Pil “Firaun”
Sumber :
  • Tim TvOne/Jasa Manurung

Asahan, Sumatera Utara - Pengadilan Negeri (PN) Kisaran, Asahan Sumatera Utara mengelar sidang perdana dengan dakwaan kasus narkoba terhadap 14 orang, termasuk di antaranya 5 orang anggota DPRD Labuhan Batu Utara (Labura), Senin (13/11/2021).
 
Kelima anggota DPRD Labura yang mengikuti sidang tersebut adalah Jainal Samosir (Ketua Fraksi Hanura), M Ali Borkat Sinaga (Ketua DPC PPP), Khorul Anwar Panjaitan (Partai Golkar), Giat Kurniawan (PAN) dan Pebrianto Gultom (Partai Hanura) yang dilakukan secara Daring. 
 
Jaksa Roi Baringin Tambunan menyebut kejadian ini berawal pada pada hari Sabtu (7/8/2021) sekitar pukul 00.30 WIB.
 
“Bertempat di ruang karaoke room E Hotel Antariksa yang berada di Jalan  Gambus, Kelurahan Sendang Sari, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan melakukan percobaan atau permufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I, yang dilakukan para terdakwa,” jelas Jaksa Roi Baringin Tambunan membacakan dakwaannya. 
 
Lanjut Jaksa, Baginda Ansyari Sinaga, saksi Khoirul Anwar Panjaitan dan saksi Harry Irawan lalu bersama-sama menuju resepsionis karaoke untuk memesan room. 
 
“Kemudian sekitar pukul 22.40 WIB, supervisior karaoke bernama saksi Abdul Rahman Sinambela masuk lagi ke room karaoke dan saat saat itu terdakwa Baginda Azmi Ansyari Sinaga bertanya kepada saksi Abdul Rahman Sinambela apakah ada obat, maksudnya pil ekstasi, lalu saksi Abdul Rahman Sinambela menjawab, ‘ada bang’,” terangnya.
 
“Lalu terdakwa Baginda Azmi Ansyari Sinaga menjawab, ‘apa merek dan berapa harganya’ lalu saksi Abdul Rahman Sinambela menjawab ‘Firaun harganya tiga ratus’,” jelas Roy.
 
Roy melanjutkan, para terdakwa memesan pil ekstasi sebanyak 5 butir kepada saksi Abdul Rahman Sinambela.  Kemudia Baginda Azmi Ansyari Sinaga memberikan uang sebesar Rp1.500.000.
 
“Bahwa kemudian karena merasa kurang, terdakwa Baginda Azmi Ansary Sinaga memesan lagi 5  butir pil ekstasi kepada saksi Abdul Rahman Sinambela, kemudian pada saat saksi Abdul Rahman hendak menyerahkan 5 butir pil ekstasi tersebut kepada Baginda Ansary Sinaga di ruang karaoke, dia melihat kedatangan beberapa orang laki-laki berpakaian preman masuk ke room E tersebut, dan seketika saksi Abdul Rahman Sinambela merasa curiga dan ketakutan, sehingga ia langsung membuang 5 butir pil ekstasi tersebut ke toilet yang ada di dalam kamar mandi sekitar karaoke tersebut dan pergi melarikan diri,” terang Jaksa. 
 
“Bahwa kemudian pada hari Sabtu tanggal 7 Agustus 2021 sekitar pukul 00.30 WIB, anggota kepolisian Polres Asahan dan rekan-rekannya melakukan penggerebekan ke dalam Room E Hotel Antariksa tersebut dan pada saat saksi-saksi polisi masuk dan menghidupkan lampu ruangan karaoke, terdakwa Giat Kurniawan sempat membuang bungkusan tisu yang berisi satu setengah butir pil ekstasi yang disimpannya di kantong celana belakangnya ke lantai namun dilihat oleh saksi-saksi polisi” kata Roy.
 
Saat dilakukan tes urine sesaat setelah penangkapan yang dilakukan oleh polisi, kelima anggota DPRD tersebut dinyatakan positif mengunakan Narkoba jenis ekstasi.

Akibat perbuatannya, terdakwa terancam pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (Jasa Manurung/Nof)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Vietnam Girang Bukan Main, Sebut Timnas Indonesia Tak Akan Bisa Tampil Maksimal di Piala AFF 2026

Media Vietnam Girang Bukan Main, Sebut Timnas Indonesia Tak Akan Bisa Tampil Maksimal di Piala AFF 2026

Media Vietnam, meragukan kekuatan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 karena potensi absennya pemain-pemain Eropa. Simak selengkapnya.
PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun, DPR Minta Negara Siapkan Anggaran

PAUD Masuk Wajib Belajar 13 Tahun, DPR Minta Negara Siapkan Anggaran

Dengan masuknya PAUD dalam wajib belajar 13 tahun, Once Mekel menekankan pentingnya standar tenaga pengajar. Menurutnya, guru PAUD harus tersertifikasi agar kualitas pendidikan terjaga.
Sertifikat Mualaf Disorot Usai Kasus Richard Lee, Ini Penjelasan Lengkap Fungsi, Aturan, dan Status Hukumnya

Sertifikat Mualaf Disorot Usai Kasus Richard Lee, Ini Penjelasan Lengkap Fungsi, Aturan, dan Status Hukumnya

Kasus sertifikat mualaf Richard Lee picu polemik. Simak fungsi, aturan, hingga status hukum sertifikat mualaf di Indonesia.
Pramono Wanti-wanti Kelurahan, Tak Boleh Pungut Biaya ke Warga: Sekarang Semuanya Gratis

Pramono Wanti-wanti Kelurahan, Tak Boleh Pungut Biaya ke Warga: Sekarang Semuanya Gratis

Gubernur Pramono Anung Pramono menjelaskan pengurusan izin usaha dapat dilakukan melalui unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di setiap kelurahan tanpa dipungut biaya.
3 Tahun Masuk Islam, Richard Lee Ketahuan Masih Sering ke Gereja Bersama Sang Istri

3 Tahun Masuk Islam, Richard Lee Ketahuan Masih Sering ke Gereja Bersama Sang Istri

Polemik Richard Lee memanas setelah disebut masih sering ke gereja dan mengaku percaya Tuhan Yesus. Begini pengakuan lengkap Hanny Kristianto.
Digelar 9 Mei 2026, AFC Resmi Putuskan Timnas Indonesia di Pot Keempat Drawing Piala Asia 2027

Digelar 9 Mei 2026, AFC Resmi Putuskan Timnas Indonesia di Pot Keempat Drawing Piala Asia 2027

AFC akan menggelar acara drawing pembagian grup untuk babak penyisihan Piala Asia 2027. Sempat tertunda karena konflik Timur Tengah, kini AFC telah menentukan jadwal terbaru.

Trending

Pernyataan Resmi Pihak Dokter Richard Lee Setelah Pendakwah Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualafnya

Pernyataan Resmi Pihak Dokter Richard Lee Setelah Pendakwah Hanny Kristianto Cabut Sertifikat Mualafnya

Keputusan pendakwah Hanny Kristianto dengan mencabut sertifikat mualaf milik dr Richard Lee mendapat tanggapan langsung dari pihak dokter, Minggu malam (3/5).
Nilai Plus Zhong Hui daripada Megawati Hangestri di Mata Ko Hee-jin, Ternyata Bedanya Bak Bumi dengan Langit?

Nilai Plus Zhong Hui daripada Megawati Hangestri di Mata Ko Hee-jin, Ternyata Bedanya Bak Bumi dengan Langit?

Wajar pelatih Ko Hee-jin memilih Zhong Hui ketimbang Megawati Hangestri untuk isi kuota Asia Red Sparks, ternyata pevoli China itu punya banyak keunggulan.
KDM Langsung Temui Penjual yang Kiosnya Dibakar saat May Day, Gubernur Jawa Barat itu Beri Bantuan ke Pak Nandang: Alhamdulillah

KDM Langsung Temui Penjual yang Kiosnya Dibakar saat May Day, Gubernur Jawa Barat itu Beri Bantuan ke Pak Nandang: Alhamdulillah

Baru-baru ini kang Dedi Mulyadi atau KDM membantu seorang pedagang yang tokonya dibakar di momen Hari Buruh lalu pada 1 Mei, tidak diduga bantuannya
Agen Pemain Voli Korea Selatan Spill Progres Transfer Megawati Hangestri ke Hillstate: Mereka Khawatir Kondisi Lutut Mega

Agen Pemain Voli Korea Selatan Spill Progres Transfer Megawati Hangestri ke Hillstate: Mereka Khawatir Kondisi Lutut Mega

Chris Kim, agen pemain voli Korea Selatan menjelaskan progres transfer Megawati Hangestri yang sebelumnya santer dikabarkan lagi merapat ke Hyundai Hillstate.
Ramai Kabar Pencabutan Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee di Medsos, Ternyata Dulu Masuk Islam Didampingi Langsung Ustaz

Ramai Kabar Pencabutan Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee di Medsos, Ternyata Dulu Masuk Islam Didampingi Langsung Ustaz

Tengah heboh kabar Dokter Richard Lee di media sosial. Jika sertifikat mualafnya dicabut, begini respon pihaknya langsung
STY Ungkap Penyesalan Selama Latih Timnas Indonesia, Salah Satunya Piala Asia U-23

STY Ungkap Penyesalan Selama Latih Timnas Indonesia, Salah Satunya Piala Asia U-23

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengungkap penyesalan terbesarnya selama menangani skuad Garuda, dengan laga kontroversial melawan Bahrain.
Eks Brasil U-20 Bisa Jadi Alternatif Naturalisasi Timnas Indonesia Andai Diaspora Belanda Ragu karena Isu Paspor

Eks Brasil U-20 Bisa Jadi Alternatif Naturalisasi Timnas Indonesia Andai Diaspora Belanda Ragu karena Isu Paspor

Ketimbang menunggu diaspora Belanda yang mulai ragu dinaturalisasi karena isu Passportgate, Timnas Indonesia bisa alihkan fokus terhadap eks Brasil U-20 ini.
Selengkapnya

Viral