News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Penandatangan Petisi Keprihatinan dari Civitas Akademika Universitas Airlangga Terus Bertambah, Airlangga Pribadi: Kami Tidak Partisan!

Puluhan civitas akademika dan alumni Universitas Airlangga Surabaya memberikan respons terkait dinamika politik yang terjadi saat ini lewat aksi Unair Memanggil: Ajakan Terbuka dalam Pernyataan Sikap "Menegakkan Demokrasi, Menjaga Republik" di kampus setempat, Senin (5/2).
Minggu, 4 Februari 2024 - 17:28 WIB
Lebih 100 orang civitas akademika Universitas Airlangga Surabaya tanda tangani petisi "menjaga republik".
Sumber :
  • ANTARA

Surabaya, tvOnenews.com- Puluhan civitas akademika dan alumni Universitas Airlangga Surabaya memberikan respons terkait dinamika politik yang terjadi saat ini lewat aksi Unair Memanggil: Ajakan Terbuka dalam Pernyataan Sikap "Menegakkan Demokrasi, Menjaga Republik" di kampus setempat, Senin (5/2).

"Sudah lebih dari 100 orang yang menandatangani petisi. Kolega sejawat di luar Unair juga akan ikut aksi 'menjaga republik, tersebut," kata salah seorang civitas akademika Unair, Airlangga Pribadi Kusman dihubungi di Surabaya, Minggu.



Airlangga menjelaskan, aksi tersebut merupakan respons terhadap dinamika politik yang terjadi saat ini.

"Pernyataan sikap ini berangkat dari keprihatinan kami sebagai insan akademik terhadap perkembangan yang berlangsung akhir-akhir ini karena kami melihat penyelenggara negara ini semakin lama bertambah menjauh dari prinsip etika republik," katanya.



Dia menjelaskan, sejak awal berdirinya Indonesia sudah berpijak kepada seperti yang diutarakan para pendiri bahwa kita adalah republik bukan monarki bukan kerajaan.

Sebagai konsekuensinya dari hal tersebut, maka yang ada di setiap warga negara posisinya setara, republik ini bukan milik satu kaum, bukan milik mereka yang berkuasa, bukan milik kaum ningrat, dan kaum kaya.

"Landasan itu menjadikan Indonesia sebagai negara hukum berpijak pada rule of law bukan rule by the law dan hukum di atas kekuasaan. Ketika saat ini kita menyaksikan mulai dari persoalan Mahkamah Konsitusi yang kemudian terjadi pelanggaran etika berat sampai kemudian indikasi adanya intervensi kekuasaan baik melalui aparat dalam prosesi pilpres," ujarnya.



"Kemudian program pembangunan dimanfaatkan untuk kepentingan politik elektoral, ini menunjukkan bahwa pemimpin kita tidak memberikan teladan etis bagi rakyat," katanya.

Situasi tersebut menurut kalangan akademisi adalah sesuatu yang harus dievaluasi agar kemudian tidak balik lagi ke belakang atau mengalami penghancuran terhadap demokrasi, sehingga kemudian adalah republik rasa kerajaan.

"Padahal Pak Jokowi dipilih dengan harapan menjaga demokrasi, tapi pada akhir jabatannya ini seperti justru yang berpotensi dibela adalah keluarga bukan kepentingan publik, hal ini tidak bisa diterus-teruskan," ucapnya.



Mengenai adanya anggapan bahwa pernyataan yang dilakukan para akademisi itu adalah partisan, Airlangga melihat bahwa penilaian itu tidak pada tempatnya dan memang biasa terjadi ketika ada suara yang mencoba mengoreksi dalam momen-momen politik tertentu ini dianggap meresahkan oleh kekuasaan.

"Kita tahu bahwa ini pengulangan bingkai dari era yang terjadi pada Orde Baru," katanya.



"Ketika sesuatu gerakan tampil yang mendorong demokrasi kemudian balasannya adalah ini partisan politik. itu terjadi lagi yang menegaskan bahwa suatu kekuasaan atau siapapun yang membela, mencoba membingkai gerakan dimensi etik dengan frame sempit tentang politik tertentu menunjukkan bahwa gerakan ini efeknya kuat untuk mengoreksi," kata Airlangga.

Airlangga juga menyebut aksi yang dilakukan para akademisi besok adalah pertama untuk menggunakan haknya terutama hak sipil dan politik sebagai warga negara yang harus dihormati.
 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Persib Resmi Lolos 16 Besar ACL 2, 3 Klub Ini Berpotensi Jadi Lawan Maung Bandung

Persib Resmi Lolos 16 Besar ACL 2, 3 Klub Ini Berpotensi Jadi Lawan Maung Bandung

Persib Bandung mengunci tiket 16 besar ACL 2 usai menaklukkan Melbourne Victory. Adelaide United, Svay Rieng, dan Gangwon FC sementara berpotensi jadi lawan.
Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh saat Padamkan Karhutla di Kalteng

Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh saat Padamkan Karhutla di Kalteng

TNI AD mengungkap fakta baru dibalik insiden kecelakaan helikopter milik Penerbad yang terjadi saat memadamkan karhutla di Kalimantan Tengah pada Rabu 4/11/2026
Luka Menalo Sebut DNA Kemenangan Mengalir di Darah Persib

Luka Menalo Sebut DNA Kemenangan Mengalir di Darah Persib

Kemenangan 2-1 Persib Bandung atas Melbourne Victory di Stadion Rectangular Melbourne, Rabu (4/11/2026) membuat Persib menjadi klub Indonesia pertama yang menang di kandang klub Australia. 
Polda Jatim Identifikasi 15 Fragmen Tulang Korban Mutilasi Madiun, Keluarga Berharap Hukuman Maksimal

Polda Jatim Identifikasi 15 Fragmen Tulang Korban Mutilasi Madiun, Keluarga Berharap Hukuman Maksimal

Polda Jatim memastikan 15 fragmen tulang berasal dari Ashaka dan Dini melalui pemeriksaan DNA. Keluarga berharap pelaku mendapat hukuman maksimal.
Satu Kru Meninggal Dunia, Dua Masih Dicari dalam Insiden Jatuhnya Helikopter Penerbad Jatuh saat Padamkan Karhutla di Kalteng

Satu Kru Meninggal Dunia, Dua Masih Dicari dalam Insiden Jatuhnya Helikopter Penerbad Jatuh saat Padamkan Karhutla di Kalteng

Evakuasi terhadap kru helikopter milik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) yang mengalami kecelakaan saat bertugas memadamkan karhutla di Kalimantan Tengah ..
Helikopter TNI AD Jatuh saat Padamkan Karhutla di Kalteng

Helikopter TNI AD Jatuh saat Padamkan Karhutla di Kalteng

Insiden kecelakaan dialami oleh helikopter milik Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) saat bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kaliman-

Trending

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Tentara Nasional Indonesia kerahkan pasukan dalam skala besar ke Jakarta. TNI AL mengerahkan 20.980 personel untuk mendukung pengamanan di ibu kota DKI Jakarta.
Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Dadang Sastrapraja, Direktur Kompetisi Askot PSSI Kota Bandung tutup usia saat menjadi Koordinator Panpel Cabang Olahraga Gulat PORPROV XV Jawa Barat 2026.
Habib Bahar Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Penolakan Konser Andrea Bocelli: Ada Sebab dan Alasan

Habib Bahar Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Penolakan Konser Andrea Bocelli: Ada Sebab dan Alasan

Habib Bahar bin Smith buka suara soal aksi unjuk rasa penolakan konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/11/2026) malam. Habib Bahar mengatakan penolakan konser ada sebab dan alasannya.
Kang Sung-hyung Ungkap Biang Kerok Kekalahan Hyundai Hillstate, Singgung Performa Megawati Hangestri

Kang Sung-hyung Ungkap Biang Kerok Kekalahan Hyundai Hillstate, Singgung Performa Megawati Hangestri

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung mengungkapkan biang kerok anak asuhnya bisa menelan kekalahan di laga perdana mereka di Liga Voli Korea 2026-2027. Ia juga turut menyoroti performa sejumlah pemain terutama Megawati Hangestri.
Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Yusril menjelaskan laporan penyadapan disampaikan Kapolri kepada Prabowo dan sejumlah menteri merupakan persoalan serius yang menyangkut kepentingan negara.
Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Komariah ditemukan meninggal dunia dalam kondisi hangus terbakar di dalam mobilnya di kawasan hutan jati Desa Cikamurang, Terisi, Indramayu, Selasa (3/11/2026).
Presiden Prabowo Copot Listyo Sigit dari Jabatan KSP, Ariyo Windutomo Jadi Plt

Presiden Prabowo Copot Listyo Sigit dari Jabatan KSP, Ariyo Windutomo Jadi Plt

Presiden RI Prabowo Subianto mencopot Listyo Sigit Prabowo dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Selengkapnya

Viral