News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

"Aduh" dan Eksperimentasinya, Lima Puluh Tahun Kemudian

Teater Mandiri mementaskan kembali “Aduh” karya Putu Wijaya, sebuah karya yang jadi “tonggak” pemberontakan seni pada 1970-an. Pertunjukan agak tegang, sedikit kehilangan unsur bermain-main.
Minggu, 12 Mei 2024 - 08:12 WIB
Pertunjukan Teater Mandiri dengan Lakon "Aduh" di Teater Salihara, Jakarta.
Sumber :
  • Bajo Winarno

Naskah naskah yang lahir dari pergulatan di ruang ruang latihan semacam Aduh, bagi Goenawan, harus disikapi secara baru. Naskah Bebasari-nya Roetam Effendi, Sayang Ada Orang lain dari Utuy Tatang Sontani atau Barabah karya Motinggo Buesje, misalnya meski ditulis sebagai lakon, bisa diubah sebagai novel tanpa perubahan yang berarti.

“Bahkan bisa dikaji sebelum atau tanpa dilakonkan di atas pentas,” ujar Goenawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara, untuk naskah baru seperti  Aduh,  sejak awal pengarang tampil bukan sebuah otoritas. Naskah yang disertakan Putu dalam Lomba Penulisan Drama DKJ itu misalnya hanya sebagian kecil dari kekayaan tawaran eksperimentasi yang terjadi di panggung.

Latihan latihan Teater Mandiri yang spartan, keras dan konsisten di Balai Budaya Jakarta saat itu memberi inspirasi perupa seperti Nashar. Dalam Catatan Hariannya, Nashar menulis praktek berteater dari Putu Wijaya bersama Teater Mandiri memberi rangsangan ia dalam melukis.

“Lakon tidak boleh dikatakan telah mulai disitu dengan persis. Ia hanya menyediakan sebuah telur yang menunggu dibuahi. Sadar atau tak sadar, ia mempersiapkan sebuah hubungan yang lebih erat—sekaligus lebih leluasa antara sang naskah dan horison lain setelah kesusastraan,” tulis Goenawan.

Semua tokoh tokohnya tak memiliki nama, hanya mengesankan dari lapisan bawah yang lugu dan seringkali naif. Dialog sering terjadi antara tokoh tapi tak jelas ditunjukan pada siapa. Kegiatan dilakukan, tanpa diperjelas aktivitasnya.

Situasi absurd dan asing dibangun dari kondisi pengadeganan yang diciptakan di atas pentas. Pola pola semacam ini lalu jadi semakin sering dipraktekan dalam iklim pertunjukan saat itu. Iwan Simatupang bahkan pernah menulis kecenderungan “baru” ini dengan sindiran ”Rame-rame jadi eksistensialis.” (bwo)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

10 Tahun di Persib, Febri Hariyadi Kini Harus Menepi ke Solo?

10 Tahun di Persib, Febri Hariyadi Kini Harus Menepi ke Solo?

Nama Febri Hariyadi muncul dalam rumor transfer mengejutkan yang melibatkan Persib Bandung dan Persis Solo. Isu tersebut mencuat setelah operator kompetisi ...
Saddil Ramdani Unjuk Gigi di Depan John Herdman saat Persib Kantongi Malut United 2-0, Layak Kembali ke Timnas

Saddil Ramdani Unjuk Gigi di Depan John Herdman saat Persib Kantongi Malut United 2-0, Layak Kembali ke Timnas

Sorotan utama laga tertuju pada Saddil Ramdani. Winger Persib itu hanya membutuhkan waktu sekitar satu menit untuk mencatatkan namanya di papan skor setelah ...
Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut barang kawe atau ilegal bisa masuk ke Indonesia karena adanya 'kongkalikong' antara PT Blueray dengan pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Ressa Rizky Ogah Serumah Bareng Denada: Rasanya Akan Berbeda

Ressa Rizky Ogah Serumah Bareng Denada: Rasanya Akan Berbeda

Meskipun sudah ada pengakuan dari Denada, namun ressa Rizky mengaku dirinya enggan tinggal satu atap dengan sang ibunda. Simak informasi selengkapnya di sini!
Bolehkah pakai Lahan Pemerintah untuk Bercocok Tanam? Begini Penjelasan Buya Yahya dari Perspektif Islam

Bolehkah pakai Lahan Pemerintah untuk Bercocok Tanam? Begini Penjelasan Buya Yahya dari Perspektif Islam

Masih bingung, sebenarnya boleh atau tidak ya pakai lahan pemerintah untuk bercocok tanam dari perspektif Islam?.
IIMS Jakarta 2026 Jadi Panggung Kolaborasi Sektor Keuangan dan Otomotif

IIMS Jakarta 2026 Jadi Panggung Kolaborasi Sektor Keuangan dan Otomotif

Indonesia International Motor Show (IIMS) Jakarta 2026 sekaligus jadi panggung kolaborasi sektor keuangan dan otomotif.

Trending

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Sedekah menjadi amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh para ulama. Syekh Ali Jaber pun pernah menjelaskan hal tersebut.
Bolehkah pakai Lahan Pemerintah untuk Bercocok Tanam? Begini Penjelasan Buya Yahya dari Perspektif Islam

Bolehkah pakai Lahan Pemerintah untuk Bercocok Tanam? Begini Penjelasan Buya Yahya dari Perspektif Islam

Masih bingung, sebenarnya boleh atau tidak ya pakai lahan pemerintah untuk bercocok tanam dari perspektif Islam?.
Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut barang kawe atau ilegal bisa masuk ke Indonesia karena adanya 'kongkalikong' antara PT Blueray dengan pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak melakukan penistaan agama dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
IIMS Jakarta 2026 Jadi Panggung Kolaborasi Sektor Keuangan dan Otomotif

IIMS Jakarta 2026 Jadi Panggung Kolaborasi Sektor Keuangan dan Otomotif

Indonesia International Motor Show (IIMS) Jakarta 2026 sekaligus jadi panggung kolaborasi sektor keuangan dan otomotif.
Saddil Ramdani Unjuk Gigi di Depan John Herdman saat Persib Kantongi Malut United 2-0, Layak Kembali ke Timnas

Saddil Ramdani Unjuk Gigi di Depan John Herdman saat Persib Kantongi Malut United 2-0, Layak Kembali ke Timnas

Sorotan utama laga tertuju pada Saddil Ramdani. Winger Persib itu hanya membutuhkan waktu sekitar satu menit untuk mencatatkan namanya di papan skor setelah ...
Ressa Rizky Ogah Serumah Bareng Denada: Rasanya Akan Berbeda

Ressa Rizky Ogah Serumah Bareng Denada: Rasanya Akan Berbeda

Meskipun sudah ada pengakuan dari Denada, namun ressa Rizky mengaku dirinya enggan tinggal satu atap dengan sang ibunda. Simak informasi selengkapnya di sini!
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT