News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Penyaluran Bansos Lancar, Petugas Kantorpos Koordinasi dengan Pendamping PKH

PT Pos Indonesia (Persero) atau yang kini dikenal dengan brand PosIND, menyalurkan bansos sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial kepada penerima di seluruh Indonesia.
Minggu, 2 Juni 2024 - 19:58 WIB
PT Pos Indonesia (Persero) atau yang kini dikenal dengan brand PosIND, menyalurkan bansos sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial kepada penerima di seluruh Indonesia.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - PT Pos Indonesia (Persero) atau yang kini dikenal dengan brand PosIND, menyalurkan bansos sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial kepada penerima di seluruh Indonesia. Selalu berhasil menyalurkan bansos tepat waktu dan tepat sasaran, koordinasi yang baik dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci sukses.
 
Direktur Bisnis Jasa Keuangan Pos Indonesia Haris mengatakan pihaknya sudah melakukan penyaluran bansos PKH dan Sembako hingga 97 persen dari total 4 juta KPM yang ditargetkan.
 
"Alhamdulillah dalam proses penyalurannya, capaian kami sampai sekarang ini sekitar 96-97 persen. Ada memang beberapa perubahan data (penerima bantuan/KPM di Data Terpadu Kesejarhteraan Sosial). Jadi, kami belum bisa saat ini menyalurkan sampai 100 persen," kata Haris.
 
Pada setiap penyaluran, Pos Indonesia menerapkan tiga metode yaitu dibagikan di Kantorpos, komunitas, dan diantarkan langsung ke rumah Keluarga Penerima Manfaat atau disebut door to door. Layanan antar ini khusus bagi KPM yang sedang sakit, lansia, dan disabilitas.
 
Tak hanya itu, Pos Indonesia juga mengandalkan kecanggihan teknologi aplikasi Pos Giro Cash (PGC) agar penyaluran bansos berjalan optimal. Dalam perkembangannya, PGC dirancang khusus untuk memvalidasi data KPM agar bantuan tersalurkan tepat sasaran.
 
"Pada awalnya, Pos Giro Cash ini hanya untuk bisa memastikan data penerima, melakukan percepatan, kemudian dari sisi back office-nya kami memang sudah betul-betul (sistem kerja) governance. Jadi proses SOP-nya sudah diikuti. Dalam perkembangannya, sesuai dengan tuntutan, kami juga menyematkan fitur-fitur seperti geotagging, foto rumah, dan sebagainya. Nah ini semua kami maksudkan agar memang dalam proses penyaluran ini tidak hanya bisa tepat sasaran, tepat jumlah, juga informatif ya," ucap Haris.
 
Hal ini juga didukung dengan penggunaan teknologi biometric hingga geotagging, sehingga penerima bantuan benar-benar tervalidasi. Bukti valid dari biometric dan geotagging inilah yang menjadi penegas KPM atau penerima bantuan itu layak atau tidak mendapatkan bantuan.
 
"Jadi ini semua dimaksudkan agar penyaluran ini sesuai dengan keinginan dari pemerintah, bahwa bantuan ini betul-betul bisa sampai kepada yang berhak dan membantu mereka dalam memenuhi berbagai kebutuhan sesuai dengan tujuan pemberian bantuan tersebut," katanya menambahkan.
 
Haris juga mengungkapkan Pos Indonesia memiliki teknologi dashboard sebagai pengukur kinerja mereka dalam penyaluran bansos. Teknologi ini juga dihadirkan untuk kinerja dan proses kerja Pos dapat dipantau pemerintah sebagai pemberi kerja.
 
"Kami menyiapkan aplikasi dalam proses penyaluran ini sehingga dari berbagai proses itu bisa ditelusuri dan sedapat mungkin menghindari transaksi yang sifatnya manual. Sehingga konsistensinya terjaga," kata Haris.
 
Koordinasi dengan Pendamping PKH
 
Sukses dan lancarnya penyaluran bansos di seluruh Indonesia ini juga tak lepas dari koordinasi yang baik dengan para pendamping PKH. Kehadiran mereka memudahkan petugas Pos dalam memperbarui data KPM dan memastikan dana bansos diterima oleh orang yang berhak.
 
Pendamping PKH rutin mengedukasi KPM tentang pemanfaatan dana bansos dan menginformasikan jadwal pencairan.
 
"Saya mengedukasi supaya KPM menggunakan uang bansos dengan baik, sesuai peruntukan. Setiap penyaluran ada yang di Kantorpos dan Himbara," kata Dewi Pranacitra, pendamping PKH untuk Kecamatan Bukit Kecil, Kelurahan Talang Semut, Palembang, Sumatera Selatan.
 
Dewi bertanggung jawab mendampingi 150 KPM. Dia rutin menggelar pertemuan setiap bulan dengan KPM yang didampinginya.
 
"Saya mendampingi 150-an KPM. Setiap bulan saya mengadakan pertemuan," katanya.
 
Koordinasi Dewi dengan petugas Pos selama ini berjalan lancar. "Pelayanan Pos sejauh ini positif, berjalan lancar. Biasanya kami diberikan surat undangan. Nanti akan diberikan kepada KPM. Kemudian KPM datang ke Kantorpos mencairkan bantuan. Harapannya koordinasi dengan Pos bisa lebih baik lagi," katanya.

PT Pos Indonesia (Persero) atau yang kini dikenal dengan brand PosIND, menyalurkan bansos sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial kepada penerima di seluruh Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KPM Senang Terima Bansos Uang Tunai
 
Bansos sembako dan PKH yang digelontorkan Kementerian Sosial kepada KPM disambut sukacita. Setiap KPM yang ditemui petugas Pos saat penyaluran bansos mengaku senang mendapatkan uang tunai daripada dalam bentuk bahan pangan.
 
"Uangnya sangat bermanfaat bagi kami. Saya dapat bantuan PKH Rp600 ribu. Kalau bentuknya uang tunai bisa untuk biaya sekolah anak, beli buku, beli tas, baju, sembako, dan untuk makan sehari-hari," kata KPM dari Palembang, Fauziyah.
 
Fauziyah, seorang ibu rumah tangga yang bersuamikan pekerja kuli bangunan dengan penghasilan tak menentu. Kondisi perekonomiannya sulit, sehingga bisa mendapatkan bansos sangat disyukurinya.
 
"Saya sehari-hari ibu rumah tangga. Suami kerja kuli bangunan, penghasilan tidak tentu kadang sehari dapat 100 ribu kalau lagi ramai. Kadang penghasilannya kurang.
Senang, gembira bisa dapat bantuan. Bantuan ini sangat berguna bagi saya dan anak-anak untuk sekolah. Saya harap bantuan ini ada terus," ucap Fauziyah.
 
Fauziyah mengambil dana bansos PKH di Kantorpos. Ia mengapresiasi pelayanan di Kantorpos karena cepat dan mudah.
 
"Pelayanan di Kantorpos petugasnya ramah dan sopan. Kami dilayani dengan baik. Proses pengambilan bantuan mudah," katanya.
 
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Jokowi dan Kantorpos atas bantuannya. Terima kasih juga untuk Kemensos. Uangnya kalau bisa ditambah untuk modal usaha saya," ujarnya menambahkan.
 
Siti Apriyanti, KPM lainnya dari Palembang, menjelaskan awal mula dirinya terdaftar sebagai penerima bantuan karena didaftarkan oleh pendamping PKH.
 
"Awal bisa menerima bantuan PKH didaftarkan oleh pendamping PKH, kemudian ditelusuri didatangi ke rumah, disurvei kondisi ekonominya, didata. Alhamdulillah hari ini dapat bantuan PKH Rp225 ribu," ucap Siti.
 
Siti memiliki dua anak. Anak sulung bersekolah kelas 1 SD dan satu anak berusia balita. Uang bansos PKH yang diperolehnya akan dipakai untuk keperluan anak.
 
"Saya dapat undangan mengambil uang PKH di Kantorpos untuk anak-anak yang sekolah dan balita. Alhamdulillah, lancar, pelayanannya baik. Uang akan digunakan untuk biaya sekolah dan bahan pangan anak-anak supaya bergizi," tuturnya.
 
Siti mengucapkan terima kasih atas kepedulian pemerintah memberikan bantuan.
 
"Alhamdulillah, bantuan ini meringankan, senang sekali bisa dibantu pemerintah. Berarti pemerintah peduli dengan rakyatnya. Terima kasih banyak atas bantuannya. Terima kasih Pos Indonesia, semoga makin maju ke depannya, makin bagus lagi. Terima kasih juga pemerintah, Bapak Jokowi. Kami masyarakat merasa diringankan," katanya.(chm)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gebrakan Inovasi Daerah di IGA 2026: Dari Patin Jadi Lumbung Pangan hingga Batang Sawit Jadi Gula

Gebrakan Inovasi Daerah di IGA 2026: Dari Patin Jadi Lumbung Pangan hingga Batang Sawit Jadi Gula

Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri (BSKDN Kemendagri) menggelar rangkaian kegiatan Innovative Government Award (IGA) 2026.
Dayung, Bulu Tangkis Hingga Panjat Tebing Tak Masuk SEA Games 2027 Malaysia, NOC Indonesia Soroti Keputusan SEAGF

Dayung, Bulu Tangkis Hingga Panjat Tebing Tak Masuk SEA Games 2027 Malaysia, NOC Indonesia Soroti Keputusan SEAGF

Southeast Asian Games Federation (SEAGF) secara mengejutkan tak memasukan sejumlah cabang olahraga populer pada daftar final cabor untuk SEA Games 2027 Malaysia
Imbas Piala Asia 2027, Laga Minggu ke-13 Liga Pro Saudi 2026/2027 Resmi Diundur

Imbas Piala Asia 2027, Laga Minggu ke-13 Liga Pro Saudi 2026/2027 Resmi Diundur

Pihak AFC mengumumkan penggeseran jadwal Piala Asia 2027, yang secara langsung berdampak pada seluruh agenda kompetisi domestik dan antarklub di kawasan Asia, termasuk Liga Pro Saudi.
PP KAMMI Desak RUU Perampasan Aset Sasar Keuntungan Korporasi Perusak Lingkungan

PP KAMMI Desak RUU Perampasan Aset Sasar Keuntungan Korporasi Perusak Lingkungan

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) PP KAMMI menyampaikan sejumlah pandangan dan rekomendasi untuk perkuat substansi Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset
Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru, Kementerian PU Lakukan Inventarisasi Dampak

Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru, Kementerian PU Lakukan Inventarisasi Dampak

Banjir lahar dingin Gunung Semeru menerjang sejumlah wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Senin (2/11).
Viral Eks Karyawan Es Teh Buto Kalidami Surabaya Buka Suara usai Gajinya Dipotong Tanpa Alasan yang Jelas

Viral Eks Karyawan Es Teh Buto Kalidami Surabaya Buka Suara usai Gajinya Dipotong Tanpa Alasan yang Jelas

Merasa tindakan pemotongan upah tersebut tidak adil, @sephorapajamas menuntut klarifikasi langsung kepada pihak yang diduga merupakan pemilik usaha Es Teh Buto.

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Viral Video Pasangan Egar dan Fina Banyuwangi di TikTok, Pakar Siber Warning Modus Link Pishing Penguras Rekening

Viral Video Pasangan Egar dan Fina Banyuwangi di TikTok, Pakar Siber Warning Modus Link Pishing Penguras Rekening

Platform media sosial TikTok dan Instagram belakangan dihebohkan oleh perburuan masif warganet terhadap pasangan asal Banyuwangi, Jawa Timur, yakni Egar - Fina
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Selengkapnya

Viral