News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gerakan Jalan Lurus Rayakan HUT ke-6 dengan Semangat Nasionalisme dan Komitmen Demokrasi

Gerakan Jalan Lurus (GJL) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 dengan penuh semangat nasionalisme dan komitmen dalam memperkuat demokrasi. Acara ini dihadiri oleh para anggota dan simpatisan, dimulai dengan upacara pembukaan yang khidmat. 
Kamis, 8 Agustus 2024 - 17:04 WIB
Gerakan Jalan Lurus (GJL) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 dengan penuh semangat nasionalisme dan komitmen dalam memperkuat demokrasi.
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Gerakan Jalan Lurus (GJL) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 dengan penuh semangat nasionalisme dan komitmen dalam memperkuat demokrasi. Acara ini dihadiri oleh para anggota dan simpatisan, dimulai dengan upacara pembukaan yang khidmat. 

Rangkaian acara dibuka dengan doa bersama dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Ketua Gerakan Jalan Lurus, Riyanta, SH. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah itu, Mars Gerakan Jalan Lurus bergema dengan penuh semangat, diikuti dengan pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Pancasila, dan Panca Prasetya Gerakan Jalan Lurus.

Bapak Riyanta, selaku Ketua Umum Gerakan Jalan Lurus, menyampaikan sambutan peringatan HUT ke-6, di mana ia menekankan pentingnya terus berjuang demi kemajuan bangsa. Sebagai simbol rasa syukur, prosesi pemotongan tumpeng dilakukan, dan potongan pertama diserahkan kepada Ketua GJL DIY. Rangkaian acara diakhiri dengan lagu "Bagimu Negeri" sebelum para peserta bergerak menuju Titik Nol Kilometer untuk melanjutkan kegiatan.

Di Titik Nol Kilometer, sebuah orasi kebangsaan disampaikan, yang menyoroti peran penting organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam penyelenggaraan negara. Orasi tersebut menegaskan dukungan GJL terhadap pemerintahan yang sah dan mengharapkan Presiden terpilih, Prabowo Subianto, untuk melakukan konsensus nasional demi tercapainya cita-cita Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. 

"Selain itu, GJL mendorong Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk mengamandemen UUD 1945, mengembalikan MPR sebagai lembaga tertinggi negara, serta menghidupkan kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN)," jelasnya. 

tvonenews

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komitmen GJL untuk memperkuat demokrasi dan menjaga stabilitas negara juga tercermin dalam seruan mereka untuk menertibkan aparatur negara yang terlibat dalam korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Selain itu, GJL juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi Bumi Putera, ekonomi daerah, dan ekonomi lokal atau Pribumi, serta mendukung konservasi hutan di Jawa dan gerakan menanam tanaman pangan sebagai upaya strategis untuk ketahanan pangan nasional.

Perayaan HUT ke-6 Gerakan Jalan Lurus ini menjadi momen reflektif untuk mengukuhkan kembali tekad mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan bekerja demi kebaikan masyarakat luas. Bapak Riyanta mengingatkan seluruh anggota GJL untuk terus berjuang tanpa mengenal lelah, meskipun tantangan selalu ada di setiap langkah perjuangan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Risiko Pemulangan Jenazah Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Pastikan Pekan Pertama April Tiba di Tanah Air

Risiko Pemulangan Jenazah Tiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon, Pastikan Pekan Pertama April Tiba di Tanah Air

Duka mendalam menyelimuti Indonesia setelah tiga prajurit TNI penjaga perdamaian gugur dalam serangan Israel di Lebanon di tengah meningkatnya eskalasi konflik.
Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Libur Panjang Paskah, KAI Daop 8 Opersionalkan 8 Kereta Tambahan

Antisipasi Lonjakan Penumpang saat Libur Panjang Paskah, KAI Daop 8 Opersionalkan 8 Kereta Tambahan

Menyambut libur panjang Paskah 2026, PT Kereta Api Indonesia Daop 8 Surabaya mengoperasikan delapan perjalanan kereta api tambahan.
Media Vietnam Kaget Bukan Main Lihat Pemain Timnas Indonesia di Belanda Berbondong-bondong Diskors

Media Vietnam Kaget Bukan Main Lihat Pemain Timnas Indonesia di Belanda Berbondong-bondong Diskors

Media Vietnam kaget melihat kabar pemain Timnas Indonesia di Belanda dikabarkan diskors gara-gara masalah administrasi kewarganegaraan. Apa kata media Vietnam?
Kapuspen Kejagung Anang Supriatna Didesak Minta Maaf Buntut Kasus Amsal Sitepu

Kapuspen Kejagung Anang Supriatna Didesak Minta Maaf Buntut Kasus Amsal Sitepu

Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan dengan tegas meminta Kapuspenkum Kejaksaan Agung Anang Supriatna meminta maaf soal kasus Amsal Sitepu. Begini katanya.
Imigrasi Belanda Investigasi 25 Pemain Naturalisasi Termasuk Pilar Timnas Indonesia, Nasib Justin Hubner dan Nathan Tjoe-A-On Terancam

Imigrasi Belanda Investigasi 25 Pemain Naturalisasi Termasuk Pilar Timnas Indonesia, Nasib Justin Hubner dan Nathan Tjoe-A-On Terancam

Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda (IND) tengah jadi sorotan setelah buka investigasi terhadap puluhan pesepak bola keturunan termasuk di Timnas Indonesia.
Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Mantan penerjemah Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Jeong Seok-seo atau Jeje merespons sindiran dari Ramadhan Sananta yang belakangan viral di media sosial.

Trending

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh". 
Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia main lagi? Simak jadwal lengkap Garuda tahun 2026 usai final FIFA Series, mulai FIFA Matchday hingga ASEAN Cup.
Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.
Media Malaysia 'Tuduh' 3 Pemain Diaspora Timnas Indonesia Palsukan Dokumen sebagai WNI, Netizen: Rank 138 Banyak Cakap

Media Malaysia 'Tuduh' 3 Pemain Diaspora Timnas Indonesia Palsukan Dokumen sebagai WNI, Netizen: Rank 138 Banyak Cakap

Masalah paspor WNI pemain Timnas Indonesia tersebut tak hanya jadi buah bibir di maupun Indonesia. Salah satu media Malaysia juga ikut menyoroti hal tersebut.
Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Ada dua kabar baik dari KDM, mulai dari pengumuman mengenai cicilan apartemen di wilayah Meikarta hingga menyebut soal bantuan renovasi puluhan ribu rumah.
Timnas Indonesia Terpopuler: Vietnam Ketakutan, Jadwal Skuad Garuda Terdekat, hingga Misteri Dony Tri Pamungkas

Timnas Indonesia Terpopuler: Vietnam Ketakutan, Jadwal Skuad Garuda Terdekat, hingga Misteri Dony Tri Pamungkas

3 berita Timnas Indonesia terpopuler: media Vietnam takut satu grup di Piala Asia 2027, jadwal lengkap Garuda usai FIFA Series, hingga sorotan Bung Harpa soal Dony Tri Pamungkas.
Belum Apa-apa, Media Vietnam Sudah Bayangkan 'Grup Neraka' Bareng Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Belum Apa-apa, Media Vietnam Sudah Bayangkan 'Grup Neraka' Bareng Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

Media Vietnam khawatir hadapi “grup neraka” di Piala Asia 2027 bersama Jepang, Qatar, dan Timnas Indonesia yang dinilai makin kuat.
Selengkapnya

Viral