GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sekjen Gerindra Usul Soal Ekspor Pasir Laut Ditunda Dulu, Ini Alasannya

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani memberikan tanggapan soal wacana peluang ekspor pasir laut yang telah ditandatangani Presiden RI Joko Widodo. Begini katanya.
Sabtu, 21 September 2024 - 14:12 WIB
Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani di Hotel Bidakara, pada Sabtu (21/9/2024).
Sumber :
  • Adinda Ratna Safira/tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani memberikan tanggapan soal wacana peluang ekspor pasir laut yang telah ditandatangani Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi Laut pada Mei 2023, oleh Presiden RI Joko Widodo.

Menurutnya rencana ekspor pasir laut merupakan peraturan pemerintah yang kuat dan tentunya memiliki alasan untuk memberikan pendapatan kepada negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ya, rencana ekspor pasir laut itu peraturan pemerintahan yang kuat. Dan selalu saja alasannya adalah untuk memberi pendapatan kepada negara, agar negara bisa mendapatkan pundi-pundi yang lebih besar dari kegiatan ini,” kata Muzani, di Hotel Bidakara, pada Sabtu (21/9/2024).

Lebih lanjut pemerintah mengusulkan pelaksanaan wacana ekspor pasir laut dipercepat. Namun Muzani mengusulkan agar wacana ini ditunda.

“Ya, saya mengusulkan kalau bisa ekspor, rencana ekspor pasir laut kalau memungkinkan ditunda dulu,” ungkap Muzani.

Sementara itu Muzani mengungkap alasan dirinya meminta penundaan ekspor pasir laut ini dilatarbelakangi harus dilakukan pengecekan mengenai manfaat dan bahayanya. 

Sebab jika bahayanya lebih besar, maka nantinya juga akan menjadi beban untuk kehidupan masyarakat ke depannya.

“Ya, ini kalau memungkinkan dicek dulu dari kegiatan ini antara manfaat dan mudharotnya. Ketika mudharot lebih besar dari pendapatan perekonomian yang kita dapatkan, tentu saja itu adalah sebuah kegiatan yang akan menjadi beban bagi kehidupan kita berikutnya,” tukasnya.

Tetapi terkait pendapatnya dalam penundaan ekspor pasir laut ini belum disampaikan ke Presiden Joko Widodo. 

Karena menurut Muzani ada baiknya juga diperhatikan dengan pandangan dari para ahli ekonomi, ahli ekologi, dan ahli lingkungan.

“Untuk kita perhatikan bahwa kita akan menghadapi sebuah perubahan dan masalah ekologi laut yang cukup serius ke depan kalau kegiatan ini dilanjutkan. Meskipun dari sisi perekonomian, juga kita akan mendapatkan faedah dan nilai tertentu dari jumlah ini,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Presiden Jokowi resmi membuka kembali peluang ekspor pasir laut usai menandatangani Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi Laut pada Mei 2023. 

Setahun berselang, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan merilis aturan pelaksana, yakni Permendag No. 20 Tahun 2024 dan Permendag No. 21 Tahun 2024, yang menjadi tonggak dimulainya kembali ekspor pasir laut. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lumpuh Selama 4 Tahun, Lansia di SU II Palembang Dapat Bantuan Kursi Roda dari Polisi

Lumpuh Selama 4 Tahun, Lansia di SU II Palembang Dapat Bantuan Kursi Roda dari Polisi

Seorang lansia bernama Ayucik (82), warga Jalan KH Azhari, Lorong Beringin Jaya, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang, mendapat bantuan kursi roda setelah mengalami sakit pada bagian kaki hingga tidak bisa berjalan selama kurang lebih empat tahun.
Peruri Produksi Koin Emas Fisik untuk Ekosistem IDN Gold

Peruri Produksi Koin Emas Fisik untuk Ekosistem IDN Gold

Smart Billioner Indonesia menggandeng Perum Peruri untuk mencetak koin emas fisik bagi platform investasi emas digital IDN Gold.
Wamen PU Ungkap Pembangunan Flyover dan Underpass di 136 Perlintasan Sebidang Butuh Rp30 Triliun

Wamen PU Ungkap Pembangunan Flyover dan Underpass di 136 Perlintasan Sebidang Butuh Rp30 Triliun

Menurut Diana, pembangunan flyover atau underpass di 136 perlintasan sebidang tersebut membutuhkan biaya sebesar Rp30 triliun.
Dana Belasan Triliun Diduga Mengendap di Rekening Yayasan, KPK Perketat Pengawasan Anggaran MBG

Dana Belasan Triliun Diduga Mengendap di Rekening Yayasan, KPK Perketat Pengawasan Anggaran MBG

KPK sendiri menilai bahwa tata kelola anggaran MBG dari Badan Gizi Nasional (BGN) tidak maksimal atau masih lemah.
Inter Milan dan AS Roma Siapkan Skema Tukar Pemain, Davide Frattesi Bisa Pulang ke Olimpico

Inter Milan dan AS Roma Siapkan Skema Tukar Pemain, Davide Frattesi Bisa Pulang ke Olimpico

Bursa transfer musim panas 2026 menghadirkan berbagai manuver klub Serie A. Salah satu rumor yang kini mencuri perhatian datang dari Inter Milan dan AS Roma.
Bentrok Warga dan PT Bensuli Pecah Lagi di Subulussalam, Mobil Tangki Terobos Blokade hingga Komisaris Nyaris Diamuk Massa

Bentrok Warga dan PT Bensuli Pecah Lagi di Subulussalam, Mobil Tangki Terobos Blokade hingga Komisaris Nyaris Diamuk Massa

Bentrok kembali terjadi antara warga Desa Cepu, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam dengan perusahaan pengolahan Crude Palm Oil (CPO) brondolan sawit PT Bensuli Salam Makmur, Selasa (21/4/2026). Kericuhan pecah setelah mobil tangki perusahaan menerobos blokade jalan yang dibuat warga.

Trending

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

PKL Minta Ganti Rugi Usai Digusur, Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Kasih Miliaran: Terima Kasih Atas Kemarahannya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) merespons tegas terkait gelombang protes dan kemarahan publik akibat penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Bandung. 
Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dedi Mulyadi Geleng-geleng Kepala Dengar Bukti Kekejaman Ririn Bunuh Satu Keluarga di Indramayu, Bayi Dieksekusi Saat Minum Susu: Gila!

Dalam sidang sebelumnya, Priyo sempat menyatakan bahwa Ririn tidak terlibat dalam pembunuhan tersebut. Ia bahkan menyebut empat nama lain sebagai pelaku utama. 
Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Trend Terpopuler: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta untuk Cari Aman Yani, hingga Pesan Sherly Tjoanda Buat Warga Malut Diam

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat sayembara berhadiah mencari Aman Yani. Pesan disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda membuat warga terdiam
TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

TRENDING: Dedi Mulyadi Siapkan Rp750 Juta Pemburu Aman Yani, PKL Cicadas Ngamuk Diberi Rp10 Juta, 2 Prestasi Sherly Tjoanda

Kabar dari Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda kembali mendominasi perhatian publik. Mulai dari sayembara dadakan KDM, soal PKL yang digusur hingga prestasi Malut.
Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Buat Dedi Mulyadi Ucap 'Gila', Kakak Priyo Ungkap Dugaan Kejahatan Ririn Rifanto saat Habisi Cucu Haji Sahroni

Citra, kakak terdakwa Priyo Bagus Setiawan bercerita kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) terkait momen Ririn Rifanto membunuh satu keluarga Haji Sahroni.
Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Deretan Fakta Terbaru Pembunuhan Satu Keluarga di Indramayu, dari Ririn Disebut 'Bos' hingga Uang Korban Buat Judol

Berikut beberapa fakta terbaru dari pihak Priyo Bagus Setiawan dan Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Paoman, Indramayu.
Ambulans Tak Kunjung Tiba, Dedi Mulyadi Tangani 2 Remaja Kecelakaan di Lembang: Biaya Sama Gubernur

Ambulans Tak Kunjung Tiba, Dedi Mulyadi Tangani 2 Remaja Kecelakaan di Lembang: Biaya Sama Gubernur

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tanpa sengaja bertemu dua remaja yang mengalami luka akibat kecelakaan di Lembang, Bandung Barat dan dilarikan ke rumah sakit
Selengkapnya

Viral