News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pengamat: Ketatnya Pilgub Kalteng, Semakin Jelas Arah Angin Berhembus

Ketatnya persaingan pemilihan kepala daerah (Pilkada) dalam hal ini kontestasi Cagub-Cawagub propinsi Kalimantan Tengah, dirasakan semakin terang benderang arah  kepercayaan publik untuk menentukan calon Gubernur terbaik periode 2024 - 2029. Dinamika pasang surutnya popularitas masing-masing paslon yang terdiri dari 4 kandidat pasangan, yaitu Willy M Yosep-Habib Ismail, Nadalsyah Koyem-Supian Hadi, Agustiar Sabran-Edy Pratowo, dan Abdul Razak-Sri Suwanto ini, disebabkan oleh beberapa faktor eksternal maupun internal yang cukup berpengaruh.
Sabtu, 9 November 2024 - 19:08 WIB
Agustiar sabran
Sumber :
  • Ist

Palangka Raya, tvOnenews.com - Ketatnya persaingan pemilihan kepala daerah (Pilkada) dalam hal ini kontestasi Cagub-Cawagub propinsi Kalimantan Tengah, dirasakan semakin terang benderang arah  kepercayaan publik untuk menentukan calon Gubernur terbaik periode 2024 - 2029. Dinamika pasang surutnya popularitas masing-masing paslon yang terdiri dari 4 kandidat pasangan, yaitu Willy M Yosep-Habib Ismail, Nadalsyah Koyem-Supian Hadi, Agustiar Sabran-Edy Pratowo, dan Abdul Razak-Sri Suwanto ini, disebabkan oleh beberapa faktor eksternal maupun internal yang cukup berpengaruh.

Pengamat sosial Adrian Witjaksono, mengomentari bahwa para paslon telah berhasil sedemikian rupa menjual program dan visi terbaiknya, namun realita dilapangan usaha yang telah baik tersebut dirusak oleh para pendukung fanatik mereka yang saling umbar rekam jejak negatif para kandidat. Masyarakat Kalteng saat ini santer disuguhi isu-isu miring antar paslon yang banyak beredar dimedia sosial setiap harinya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mulai dari persoalan hukum, korupsi, bahkan masalah tabu pribadi yang cukup menyita perhatian publik. Hal ini tentu sangat mempengaruhi nilai kepercayaan publik terhadap citra para kontestan yang sudah terbangun dengan baik. 

Perang bintang keempat kandidat yang tadinya positif bersaing dengan program unggulan masing-masing, menuju tanggal pemilihan serentak 27 November itu justru berubah tidak menarik karena dsikapi dengan gerakan saling bongkar sisi gelap personaliti antar paslon. Kondisi tersebut berdampak luas bagi masyarakat kalteng yang kemudian merespon datar atau gamang untuk memantapkan kembali pilihanya. 

“Semoga floating mass (masa mengambang) di wilayah propinsi Kalteng yang terdata hampir 800 ribu pemilih saat Pilpres waktu lalu, tidak semakin bertambah diajang Pilgub kali ini,” ungkap pria yang sudah berkeliling 22 negara untuk mewakili promosi wisata & budaya Indonesia.

Gencarnya kabar tak sedap yang menerpa para kandidat sebetulnya bukan hal yang baru dimata masyarakat Kalteng. Seperti persoalan korupsi dan buruknya kinerja saat menjabat sebagai kepala daerah diwilayah masing-masing adalah bukan hal baru. Banyak kalangan masyarakat yang tidak mengerti kenapa para partai pengusung justru menjagokan mereka yang notabene sarat dengan berbagai kekurangan serius.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Kematian SN (51), perempuan asal Jombang yang ditemukan tewas di rumah kontrakan Putat Jaya, Surabaya, diduga kuat merupakan pembunuhan. Polisi menemukan tujuh luka tusuk
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.

Trending

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

PGN Gelar Nikah Massal: Bantu Masyarakat Peroleh Kepastian Hukum Pernikahan

Subholding Gas Pertamina, kembali menghadirkan program CSR yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan Program Nikah Massal bertajuk
Selengkapnya

Viral