News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

dr Alma Ingatkan Dampak Kesehatan Minuman Kental Manis Tehadap Anak

Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan dr. Alma Lucyati soroti minim pengetahuan masyarakat akan gizi untuk anak, khususnya terhadap susu kental manis.
Jumat, 2 Mei 2025 - 13:18 WIB
Ilustrasi Kesehatan pada anak
Sumber :
  • Pixabay

Jakarta, tvOnenews.com - Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan dr. Alma Lucyati menyoroti minimnya pengetahuan masyarakat akan gizi untuk anak, khususnya terhadap kental manis yang masih banyak digunakan sebagai minuman susu untuk anak.

Dia menyebutkan praktik pemberian kental manis untuk anak sebagai minuman kental manis ini harus menjadi sorotan bersama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Banyak orang tua masih memberikan kental manis untuk anaknya karena rasanya enak dan harganya murah. Ini yang jadi PR kita bersama,” ujar dr. Alma dalam keterangannya, Jumat (2/5/2025).

Dia menegaskan, kental manis bukanlah produk yang layak diberikan kepada anak-anak sebagai pengganti susu sapi atau susu formula.

Kandungan gula yang sangat tinggi, bahkan lima kali lipat lebih banyak daripada susu sapi biasa, membuatnya justru berisiko menimbulkan masalah kesehatan serius.

tvonenews

“Kental manis tidak diperkenankan untuk diberikan kepada anak, apalagi bayi. Kandungan gulanya tinggi, dan zat besi serta vitamin dan mineral di dalamnya sangat sedikit,” jelasnya.

Selain itu, yang juga harus diperhatikan orang tua adalah pemenuhan kebutuhan zat besi anak.

Kekurangan zat besi pada masa pertumbuhan bisa berdampak fatal terhadap perkembangan otak, serta meningkatkan risiko anemia. 

Zat besi adalah salah satu mikronutrien penting yang diperlukan dalam masa tumbuh kembang, terutama pada anak usia di bawah lima tahun.

Oleh karena itu, pemberian makanan yang kaya akan zat besi sangat ditekankan dalam setiap intervensi gizi.

“Salah satu penyebab stunting yang jarang disadari adalah kurangnya asupan zat besi. Anak mungkin terlihat gemuk karena banyak konsumsi manis, tapi sebenarnya gizinya tidak terpenuhi,” ujar dr. Alma.

Dia juga mengingatkan bahwa kebiasaan memberikan makanan atau minuman tinggi gula kepada anak sejak usia dini bisa membentuk pola makan tidak sehat yang bertahan hingga dewasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam jangka panjang, ini bisa memicu gangguan metabolik seperti obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung.

Sebagai alternatif, dr. Alma menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif hingga 6 bulan pertama dan dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi seimbang, termasuk sumber zat besi dari protein hewani seperti daging, hati ayam, dan ikan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jangan Sampai Salah, Ini Cara Hapus Akun Indodana Finance dengan Benar

Jangan Sampai Salah, Ini Cara Hapus Akun Indodana Finance dengan Benar

Meski praktis digunakan, tidak semua pengguna ingin terus memanfaatkan layanan paylater. Salah satunya adalah Indodana Finance sebagai salah satu penyedia layanan paylater di Indonesia.
Konten Jurnalistik Dieksploitasi Platform Digital dan AI, Pemerintah Percepat Revisi UU Hak Cipta Rampung Tahun Ini

Konten Jurnalistik Dieksploitasi Platform Digital dan AI, Pemerintah Percepat Revisi UU Hak Cipta Rampung Tahun Ini

Pemerintah mempercepat langkah menghadapi ancaman eksploitasi konten jurnalistik oleh platform digital global dan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Hari Bumi Sedunia 2026: Dari Kesadaran Global hingga Aksi Nyata Tanam 1.000 Pohon di Bekasi

Hari Bumi Sedunia 2026: Dari Kesadaran Global hingga Aksi Nyata Tanam 1.000 Pohon di Bekasi

Hari Bumi Sedunia 2026 jadi momentum global menjaga lingkungan, aksi nyata tanam 1.000 pohon dilakukan di Bekasi oleh Cermati Fintech Group.
Yoshimi Ogawa Sebut Performa Wasit di Liga Indonesia Telah Alami Peningkatan Pesat, Sentuh Ketepatan Akurasi hingga 90 Persen

Yoshimi Ogawa Sebut Performa Wasit di Liga Indonesia Telah Alami Peningkatan Pesat, Sentuh Ketepatan Akurasi hingga 90 Persen

Agenda ini merupakan acara rutin yang diadakan PSSI bersama awak media dengan bertujuan untuk memberikan edukasi dan membahas seputar performa wasit hingga sejumlah kejadian viral, khususnya terhadap keputusan juru pengadil dalam sejumlah pertandingan.
Serikat Pekerja BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Peran Negara sebagai Jangkar Perlindungan Pekerja

Serikat Pekerja BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Peran Negara sebagai Jangkar Perlindungan Pekerja

Serikat Pekerja BPJS Ketenagakerjaan (SP BPJSTK) menegaskan bahwa negara harus hadir sebagai jangkar dalam memastikan perlindungan pekerja berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi melalui penguatan dialog sosial dan sistem jaminan sosial nasional.
Kaji Jabatan Ketum Parpol Maksimal Dua Periode, Ini Kata KPK

Kaji Jabatan Ketum Parpol Maksimal Dua Periode, Ini Kata KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan soal kajian yang mengatur batas kepemimpinan Ketua Umum partai politik maksimal dua periode.

Trending

Pertanyakan Kinerja 1.500 Penyapu Jalan di Kota Bandung, Dedi Mulyadi: Menurut Saya Tidak Berfungsi dengan Baik

Pertanyakan Kinerja 1.500 Penyapu Jalan di Kota Bandung, Dedi Mulyadi: Menurut Saya Tidak Berfungsi dengan Baik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mempertanyakan kinerja 1.500 penyapu jalan di Kota Bandung. 
Bung Ropan Mulai Curiga dengan Niat John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026

Bung Ropan Mulai Curiga dengan Niat John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026

Bung Ropan bicara soal rencana yang mungkin akan dikerjakan John Herdman untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026 nanti menjelang AFF dan ASEAN Cup.
Hidup Produktif Dibiasakan Sejak Kecil, Dedi Mulyadi: Anak-Anak Lebih Baik Cari Kayu Bakar Ketimbang Motor-motoran dan Main Gadget

Hidup Produktif Dibiasakan Sejak Kecil, Dedi Mulyadi: Anak-Anak Lebih Baik Cari Kayu Bakar Ketimbang Motor-motoran dan Main Gadget

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bicara soal hidup yang lebih produktif. Menurut dia, hidup produktif harus dibiasakan sejak kecil. 
Dedi Mulyadi Temui Kakek dan Nenek Pemungut Botol di Tepi Jalan, Langsung Tawarkan Kerja Bergaji Rp4,2 Juta

Dedi Mulyadi Temui Kakek dan Nenek Pemungut Botol di Tepi Jalan, Langsung Tawarkan Kerja Bergaji Rp4,2 Juta

​​​​​​​Dedi Mulyadi temui kakek nenek pemulung botol di jalan, lalu tawarkan pekerjaan sebagai petugas kebersihan di Tangkuban Parahu bergaji Rp4,2 juta.
Jadwal Siaran Langsung Grand Final Proliga 2026: Perjuangan Terakhir Megawati Hangestri Cs Demi Jakarta Pertamina Enduro Pertahankan Gelar Juara

Jadwal Siaran Langsung Grand Final Proliga 2026: Perjuangan Terakhir Megawati Hangestri Cs Demi Jakarta Pertamina Enduro Pertahankan Gelar Juara

Jadwal siaran langsung grand final Proliga 2026, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan akan kembali berjuang untuk terakhir kalinya demi bawa Jakarta Pertamina Enduro pertahankan gelar juara.
Media Belanda Tak Habis Pikir, Gelandang Berdarah Manado Rp347 Miliar Jadi Penentu Lolosnya Lazio ke Final Coppa Italia

Media Belanda Tak Habis Pikir, Gelandang Berdarah Manado Rp347 Miliar Jadi Penentu Lolosnya Lazio ke Final Coppa Italia

Nama Kenneth Taylor kembali mencuri perhatian publik Eropa maupun Indonesia. Gelandang keturunan Rp347 miliar itu jadi penentu lolosnya Lazio ke Final Coppa.
Trending: Kadisdik Jabar Putuskan Sanksi Baru Kasus Bully Guru, Mendikdasmen Susul Langkah KDM, Dedi Mulyadi Ungkap Fakta Haru

Trending: Kadisdik Jabar Putuskan Sanksi Baru Kasus Bully Guru, Mendikdasmen Susul Langkah KDM, Dedi Mulyadi Ungkap Fakta Haru

Langkah tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam menyoroti kasus siswa SMAN 1 Purwakarta yang mengejek guru kini berbuntut panjang. Ini kabar terbarunya.
Selengkapnya

Viral