GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Soal Tuntutan 17+8, Ketum PBB: Jangan Pamer Gaya Hidup Mewah, Dengarkan Aspirasi Rakyat

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bulan Bintang (PBB) menyampaikan sikap resmi terkait maraknya aksi demonstrasi di berbagai daerah yang berujung tindakan anarkistis hingga menimbulkan korban jiwa.
Kamis, 4 September 2025 - 02:40 WIB
Soal Tuntutan 17+8, Ketum PBB: Jangan Pamer Gaya Hidup Mewah, Dengarkan Aspirasi Rakyat
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bulan Bintang (PBB) menyampaikan sikap resmi terkait maraknya aksi demonstrasi di berbagai daerah yang berujung tindakan anarkistis hingga menimbulkan korban jiwa.

Ketua Umum PBB, Gugum Ridho Putra, mengungkapkan rasa belasungkawa mendalam kepada keluarga tujuh korban meninggal dunia dalam aksi tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Korban antara lain Affan Kurniawan (pengemudi ojek online), Sarinawati, Syaiful Akbar, Muhammad Akbar Basri (pegawai DPRD Kota Makassar), Rusdamdiansyah (mahasiswa UMI Makassar), Rheza Sendy Pratama (mahasiswa Amikom Yogyakarta), serta Sumari (kusir becak di Solo).

“Semoga Allah SWT menerima amal ibadah mereka, memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, serta menguatkan keluarga yang ditinggalkan dengan kesabaran,” ujar Gugum saat konferensi pers di Markas DPP PBB, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (3/9/2025).

Lebih lanjut, Gugum menegaskan sejumlah sikap resmi PBB. Pertama, mendukung pemerintah melakukan proses hukum secara transparan dan akuntabel terhadap pihak yang terlibat dalam jatuhnya korban jiwa. 

PBB juga meminta aparat keamanan mengedepankan profesionalisme, humanisme, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Kedua, mendukung langkah pemerintah memulihkan situasi nasional agar kondusif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. 

“Dialog terbuka dan penyampaian pendapat secara damai harus diutamakan,” tegasnya.

Ketiga, PBB mendorong pemerintah dan pejabat publik agar berkomitmen menghapus sumber-sumber kesenjangan sosial yang bisa memicu ketidakpuasan masyarakat, termasuk gaya hidup mewah yang tidak sensitif terhadap kondisi rakyat.

“Fondasi kepercayaan rakyat tidak bisa dibangun dengan pencitraan, melainkan melalui sikap rendah hati, kesederhanaan, serta keteladanan moral,” kata Gugum.

Selain itu, PBB juga menegaskan pentingnya akses keadilan bagi seluruh rakyat. Gugum menolak prinsip “No Viral, No Justice” yang sering muncul di masyarakat.

“Keadilan adalah hak semua anak bangsa,” ujarnya.

Ia juga mengimbau kader, simpatisan, dan keluarga besar PBB di seluruh Indonesia untuk menjaga ketenangan, kewaspadaan, solidaritas sosial, serta menolak segala bentuk provokasi dan ajakan anarkis.

“Alhamdulillah, PBB punya komunikasi yang baik. Kami pastikan kader di daerah tidak ada yang bergaya mewah ataupun bertingkah aneh. Sebab, pada dasarnya kita semua adalah wakil rakyat,” jelasnya.

Menindaklanjuti poin ke-8 dari 17+8 Tuntutan Rakyat, PBB juga mewajibkan 174 pejabat publik mereka yang duduk di DPRD seluruh Indonesia untuk membuka forum dialog dan menampung aspirasi masyarakat di wilayah masing-masing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekjen PBB, Yuri Kemal Fadlullah, menambahkan bahwa partainya akan terus menjembatani aspirasi rakyat.

“Sebagai partai berlandaskan nilai Islam dan kebangsaan, PBB yakin jalan damai, dialog, dan musyawarah adalah cara terbaik menyelesaikan persoalan bangsa,” ujarnya.(lgn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Blak-blakan Pengamat soal Fenomena Pemain Diaspora Eropa yang Pulang Kampung ke Super League Indonesia: Mereka Sulit Bersaing di Luar

Blak-blakan Pengamat soal Fenomena Pemain Diaspora Eropa yang Pulang Kampung ke Super League Indonesia: Mereka Sulit Bersaing di Luar

Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni menilai fenomena pemain diaspora yang merapat ke klub-klub Super League Indonesia sebagai proses yang wajar.
DPR Desak Akses Pancuran 13 Guci Digratiskan Lagi: Kembalikan ke Warga Tanpa Pungutan

DPR Desak Akses Pancuran 13 Guci Digratiskan Lagi: Kembalikan ke Warga Tanpa Pungutan

DPR mendesak agar akses menuju kolam ikonik Pancuran 13 dikembalikan menjadi gratis demi memulihkan ekonomi warga dan menarik kembali kunjungan wisatawan yang sempat merosot drastis.
Ini Alasan Pesan Denada Tak Kunjung Dijawab oleh Ressa Rossano, Kuasa Hukum Singgung Pihak Lain

Ini Alasan Pesan Denada Tak Kunjung Dijawab oleh Ressa Rossano, Kuasa Hukum Singgung Pihak Lain

Ressa Rossano disebut mengalami perubahan sikap usai diakui anak kandung oleh Denada.
Mengenal Demiane Agustien, Wonderkid Arsenal Berdarah Jakarta yang Eligible Bela Timnas Indonesia

Mengenal Demiane Agustien, Wonderkid Arsenal Berdarah Jakarta yang Eligible Bela Timnas Indonesia

Mengenal Demiane Agustien, wonderkid Arsenal berdarah Jakarta, Indonesia yang tengah mencuri perhatian lewat performa gemilang. Simak profilnya hingga peluangnya bela Timnas Indonesia.
Jelang MotoGP 2026 yang Mulai dalam Waktu Dekat, Bos Ducati Pede Francesco Bagnaia akan Bangkit pada Musim Ini

Jelang MotoGP 2026 yang Mulai dalam Waktu Dekat, Bos Ducati Pede Francesco Bagnaia akan Bangkit pada Musim Ini

Jelang dimulainya gelaran MotoGp 2026 dalam waktu dekat, Tim Ducati Lenovo kini tengah diselimuti optimisme tinggi terkait performa dari Francesco Bagnaia.
Miris! Balita 4 Tahun Berteriak Kelaparan Saat Dikunci di Kamar Kos Paman dan Bibinya

Miris! Balita 4 Tahun Berteriak Kelaparan Saat Dikunci di Kamar Kos Paman dan Bibinya

Seorang balita perempuan berusia 4 tahun di Kota Surabaya diduga menjadi korban penyiksaan oleh paman dan bibinya di sebuah kamar kos kawasan Bangkingan Timur. 

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT