News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

13 Perusahaan Besi dan Baja “Lulus” dari KADIN Net Zero Hub Corporate Assistance Program Batch 3.0

Sektor swasta memegang peran kunci dalam mendukung dekarbonisasi nasional, salah satunya di industri berat seperti besi dan baja yang tergolong emisi-intensif.
Rabu, 10 September 2025 - 16:03 WIB
13 perusahaan besi dan baja dari program Corporate Assistance Program (CAP) Batch 3.0 yang difasilitasi KADIN Net Zero Hub, WRI Indonesia, dan IBCSD
Sumber :
  • Istimewa

tvOnenews.com - Sektor swasta memegang peran kunci dalam mendukung dekarbonisasi nasional, salah satunya di industri berat seperti besi dan baja yang tergolong emisi-intensif. Diketahui, sektor industri menyumbang sekitar 34 persen emisi nasional, dengan subsektor besi dan baja menjadi salah satu penyumbang terbesar. Pada 2023, emisi besi dan baja menghasilkan sekitar 32 juta tCO₂e, setara dengan 2,6 persen dari total emisi Indonesia. Subsektor tersebut juga menyumbang sekitar 7–9 persen dari total emisi CO₂ global.  

Kelulusan 13 perusahaan besi dan baja dari program Corporate Assistance Program (CAP) Batch 3.0 yang difasilitasi KADIN Net Zero Hub, WRI Indonesia, dan IBCSD menjadi bukti bahwa pelaku industri mulai mengambil langkah konkret menuju ekonomi rendah karbon. Melalui pendampingan teknis intensif, perusahaan telah menyusun strategi dekarbonisasi awal yang sejalan dengan target nasional net-zero 2050 dan komitmen global untuk mengatasi krisis iklim. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam acara KADIN NZH Corporate Assistance Program (CAP) Batch 3.0 Graduation yang berlangsung di Jakarta, Shinta W. Kamdani, Wakil Ketua Umum KADIN Bidang SDM, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan, menyampaikan, “Satu pesan sederhana yang bisa kita simpulkan: dekarbonisasi bukan beban, tetapi peluang terbesar kita untuk meneguhkan Indonesia menjadi pemain penting di kancah global, sekaligus menjaga agar bumi nusantara tetap menjadi rumah yang layak untuk generasi mendatang.” Menurutnya, partisipasi sektor besi dan baja dalam CAP Batch 3.0 menandai tonggak penting bagi perjalanan dekarbonisasi industri. 

“CAP telah memberikan alat navigasi yang sangat relevan dengan arah kebijakan dan dinamika pasar. Peserta kini bukan hanya tahu “mengapa harus dekarbonisasi”, tetapi juga “bagaimana melakukannya secara nyata”, dan lebih penting lagi, bagaimana memimpin tim, komunitas, dan rantai pasok untuk ikut bergerak bersama.” 

Acara ini merupakan ajang pemberian apresiasi kepada para perusahaan yang telah menyelesaikan program CAP. CAP Batch 3.0 resmi dimulai 29 April 2025 dan telah berjalan selama lima bulan. Melalui program ini, peserta mendapatkan dukungan untuk menyusun inventarisasi emisi gas rumah kaca (GHG), menetapkan target berbasis sains, dan merancang strategi awal dekarbonisasi. Proses pendampingan dilakukan melalui pelatihan, berbagi praktik terbaik, konsultasi 1:1 dengan mentor, serta penggunaan alat perhitungan yang telah disesuaikan dengan sektor besi dan baja, serta disusun dalam empat modul tematik: Emissions Inventory, Target Setting, Strategy Implementation, serta Reporting and Disclosure. 

Dodiet Prasetyo, S.H, M.H, Direktur Industri Logam Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), Kementerian Perindustrian, yang turut hadir dalam acara ini, menyebutkan bahwa inisiatif seperti CAP sejalan dengan arah kebijakan nasional, termasuk penyusunan Peta Jalan Dekarbonisasi Industri oleh Kementerian Perindustrian. “Hadirnya program CAP Batch 3.0 adalah wujud nyata komitmen dunia usaha dalam mendukung agenda dekarbonisasi industri. Pemerintah menyambut baik dan akan terus memberikan dukungan agar inisiatif-inisiatif seperti ini dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan industri nasional, sehingga semakin memperkuat langkah bersama menuju industri rendah karbon.” 

Peta Jalan tersebut mencakup 9 subsektor lahap energi, termasuk besi dan baja, sebagai bagian dari upaya transisi menuju industri nasional yang rendah emisi dan berdaya saing di masa depan. Clorinda Wibowo, Senior Manager of Energy and Sustainable Business WRI Indonesia, menyampaikan, “Pendampingan dalam program CAP fokus pada pembangunan kapasitas internal perusahaan agar siap menghadapi dinamika perubahan regulasi, tuntutan pasar, dan ekspektasi investor terkait keberlanjutan. Tujuan utama program CAP adalah memastikan setiap perusahaan memiliki pendekatan dekarbonisasi yang berbasis sains, terukur, dan sejalan dengan praktik global serta preferensi investor yang kian berfokus pada aksi iklim yang konkret.” 

Dr. Indah Budiani, Direktur Eksekutif Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), menegaskan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil dari kerja bersama yang erat antar berbagai pemangku kepentingan. “Kolaborasi lintas sektor yang terbangun melalui program ini membuktikan bahwa dekarbonisasi adalah perjalanan kolektif. Perusahaan, pemerintah, hingga penyedia solusi harus berjalan beriringan. Melalui CAP Batch 3.0, kita tidak hanya melihat peningkatan kapasitas teknis perusahaan, tetapi juga terbentuknya jejaring kolaborasi yang akan terus berlanjut,” ujarnya. 

13 perusahaan yang berhasil menyelesaikan CAP Batch 3.0 adalah PT Bakrie Metal 
Industries,  PT Bakrie Pipe Industries, PT Dexin Steel Indonesia, PT Fumira, PT Krakatau Baja Industri, PT Krakatau Baja Konstruksi, PT Krakatau Pipe Industries, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Southeast Asia Pipe Industries, PT Tatalogam Lestari, PT Tata Metal Lestari, PT The Master Steel Manufactory, dan PT Tri Sinar Purnama. Seluruh perusahaan tersebut kini memiliki inventarisasi emisi yang mengacu pada panduan GHG Protocol dan hasil simulasi target pengurangan emisi berbasis sains, serta rancangan awal strategi dekarbonisasi, sehingga dapat menjadi pijakan awal untuk implementasi dekarbonisasi perusahaan. 

Dengan kelulusan batch ketiga ini, total lebih dari 43 perusahaan telah mengikuti program CAP sejak diluncurkan pada 2022. Batch pertama telah mendampingi perusahaan di sektor makanan, tekstil, dan manufaktur, dengan hasil nyata berupa perusahaan-perusahaan yang berhasil menetapkan komitmen dan mengajukan target pengurangan emisi ke Science Based Targets initiative (SBTi). Batch kedua, yang dilaksanakan bersama Adidas Indonesia, berhasil mengajak 20 perusahaan dalam rantai pasoknya untuk menetapkan target iklim. Kini, batch ketiga memperluas cakupan ke sektor besi dan baja, menandai komitmen untuk menyentuh sektor dengan intensitas emisi tinggi. 

Perusahaan peserta CAP Batch 3.0 kali ini merasa mendapatkan manfaat dari adanya pendampingan teknis yang komprehensif, salah satunya PT Tata Metal Lestari yang mendapatkan penghargaan ‘Best Graduate’ dari program CAP. "Program CAP Batch 3.0 membantu kami memahami langkah-langkah dekarbonisasi secara nyata, mulai dari menghitung emisi hingga menetapkan target berbasis sains. Penghargaan sebagai ‘Best Graduate’ juga menjadi dorongan semangat untuk terus konsisten dalam perjalanan menuju bisnis rendah karbon melalui produk baja lapis yang perusahaan kami hasilkan." Ujar Nicolas Bagus Setiabudi Koeswandi, VP of Capital Planning PT Tata Metal Lestari. 

KADIN NZH akan terus melanjutkan program CAP dengan memperluas cakupan sektor yang didampingi. Dengan dukungan dari berbagai mitra strategis, termasuk WRI Indonesia dan IBCSD, KADIN NZH berkomitmen menjadi wadah kolaborasi yang memperkuat peran sektor swasta dalam pencapaian target iklim nasional. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain melalui program CAP, KADIN NZH juga menghadirkan Net Zero Learning Hub (NZLH), sebuah platform pembelajaran daring yang memperluas akses edukasi net-zero bagi dunia usaha. Melalui NZLH, pelaku industri dapat terus membangun kapasitas internal secara mandiri melalui modul pembelajaran, diskusi bersama pakar, dan alat bantu praktis. Inisiatif seperti CAP dan NZLH dapat memperkuat ekosistem pembelajaran dan pendampingan yang berkelanjutan, sehingga transisi industri menuju emisi nol bersih dapat dilakukan secara lebih inklusif, terarah, dan berdampak. Akses NZLH di sini: learn.netzerohub.id.(chm)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Top 3 Sports: Reaksi Erick Thohir soal Potensi Malaysia-Singapura Main Mata, Duel Tyson Fury vs Anthony Joshua, hingga Tandem Giovanna Milana

Top 3 Sports: Reaksi Erick Thohir soal Potensi Malaysia-Singapura Main Mata, Duel Tyson Fury vs Anthony Joshua, hingga Tandem Giovanna Milana

Redaksi tvOnenews.com telah memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar dunia olahraga. Berikut rangkuman ketiga berita tersebut.
Sidang Lanjutan Dugaan Kasus Pemerasan, Saksi Akui Akan Hal Ini

Sidang Lanjutan Dugaan Kasus Pemerasan, Saksi Akui Akan Hal Ini

Paulus Bangun Tudungta selaku pengacara yang memeras pengusaha muda Vincent Leo Ca diduga melakukan pemerasan atas arahan sang ayah.
The Temple of Champions Hadirkan Pertandingan Tinju di Kawasan Candi Prambanan

The Temple of Champions Hadirkan Pertandingan Tinju di Kawasan Candi Prambanan

Pertandingan tinju dengan konsep berbeda akan digelar di Yogyakarta. The Temple of Champions akan berlangsung di Candi Prambanan pada 7 November 2026 mendatang.
Bursa Transfer Inter Milan: Mika Godts Pernah Ditawarkan ke Nerazzurri, tetapi Terkendala Taktik yang Kurang Cocok

Bursa Transfer Inter Milan: Mika Godts Pernah Ditawarkan ke Nerazzurri, tetapi Terkendala Taktik yang Kurang Cocok

Mika Godts menjadi sorotan setelah tampil impresif bersama Timnas Belgia di Nations League. Winger muda itu menunjukkan kemampuan sepanjang musim lalu.
AI Bantu Analisis Saham, Keputusan Tetap di Tangan Investor: Data Pasar Jadi Lebih Mudah Dipahami

AI Bantu Analisis Saham, Keputusan Tetap di Tangan Investor: Data Pasar Jadi Lebih Mudah Dipahami

Posisi tersebut penting karena teknologi tidak menghilangkan risiko pasar saham. AI dapat membantu menyusun informasi, tetapi tidak dapat menjadikan
Timnas Italia Mulai Bersinar, Giorgio Scalvini Akui Senang Jadi Tandem Alessandro Bastoni di Lini Belakang Gli Azzurri

Timnas Italia Mulai Bersinar, Giorgio Scalvini Akui Senang Jadi Tandem Alessandro Bastoni di Lini Belakang Gli Azzurri

Giorgio Scalvini bicara mengenai pengalamannya bermain bersama Alessandro Bastoni di Timnas Italia. Bek Atalanta itu merasa sistem empat bek Sarri membantunya.

Trending

Sidang Lanjutan Dugaan Kasus Pemerasan, Saksi Akui Akan Hal Ini

Sidang Lanjutan Dugaan Kasus Pemerasan, Saksi Akui Akan Hal Ini

Paulus Bangun Tudungta selaku pengacara yang memeras pengusaha muda Vincent Leo Ca diduga melakukan pemerasan atas arahan sang ayah.
The Temple of Champions Hadirkan Pertandingan Tinju di Kawasan Candi Prambanan

The Temple of Champions Hadirkan Pertandingan Tinju di Kawasan Candi Prambanan

Pertandingan tinju dengan konsep berbeda akan digelar di Yogyakarta. The Temple of Champions akan berlangsung di Candi Prambanan pada 7 November 2026 mendatang.
Top 3 Sports: Reaksi Erick Thohir soal Potensi Malaysia-Singapura Main Mata, Duel Tyson Fury vs Anthony Joshua, hingga Tandem Giovanna Milana

Top 3 Sports: Reaksi Erick Thohir soal Potensi Malaysia-Singapura Main Mata, Duel Tyson Fury vs Anthony Joshua, hingga Tandem Giovanna Milana

Redaksi tvOnenews.com telah memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar dunia olahraga. Berikut rangkuman ketiga berita tersebut.
Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Bukan Lagi Megawati Hangestri, Giovanna Milana Kini Bertandem dengan Pemain Kelas Dunia

Giovanna Milana akan memulai perjalanan baru dalam kariernya setelah resmi bergabung dengan Kurobe Aqua Fairies Toyama di Liga Voli Jepang 2026-2027. Tidak lagi bermain bersama Megawati Hangestri, ia kini akan bertandem dengan pemain elit kelas dunia.
Link Telegram Video 27 Detik Bilqis Luvena Viral di TikTok, Waspada Jebakan Scam

Link Telegram Video 27 Detik Bilqis Luvena Viral di TikTok, Waspada Jebakan Scam

Video 27 detik Bilqis Luvena viral di media sosial. Ternyata konten aslinya merupakan lipsync dan parodi, sementara link Telegram, X, dan download video perlu
Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Gagal Tembus Final FIFA ASEAN Cup 2026 Karena Thailand, Pelatih Timnas Vietnam Kangen Striker Naturalisasi

Kekalahan 2-0 Vietnam atas Thailand di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (29/9/2026) membuat Vietnam kehilangan kendali dalam persaingan menuju puncak klasemen grup.
FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

FIFA ASEAN Cup 2026: Pengamat Sepak Bola Sebut Kritikus Timnas Indonesia Lupa Siapa Malaysia

Hasil imbang di laga pekan kedua FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia melawan Malaysia berimbas pada kritik tajam bagi pelatih Garuda, John Herdman. 
Selengkapnya

Viral