News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dewan Perwakilan Mahasiswa Vokasi UI Soroti Sistem Perwakilan dalam Pembuatan Peraturan di Indonesia

Dewan Perwakilan Mahasiswa Vokasi Universitas Indonesia (UI) menggelar Kelas Hukum II bertahuk 'Legal Drafting dan Implementasi Hukum'.
Kamis, 23 Oktober 2025 - 03:30 WIB
Dewan Perwakilan Mahasiswa Vokasi UI Soroti Sistem Perwakilan dalam Pembuatan Peraturan di Indonesia
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Dewan Perwakilan Mahasiswa Vokasi Universitas Indonesia (UI) menggelar Kelas Hukum II bertahuk 'Legal Drafting dan Implementasi Hukum'.

Pramudya Azhar Oktavinanda atau yang akrab disapa Bang Pram hadir sebagai narasumber kegiatan itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bang Pram berbagi kisah awal ketertarikannya pada dunia hukum yang berakar dari kecintaannya terhadap debat sejak SMA. 

Ia menekankan pentingnya organisasi dan networking sejak kuliah sebagai fondasi karier hukum yang kuat.

"Karena suka debat dari SMA, jadi secara natural yang paling masuk akal adalah masuk FH, dan memang sangat mengincar UI. Dari awal belajar di FH UI langsung merasa cocok dan yakin untuk melanjutkan karir di bidang hukum. Untuk Mapres kebetulan dibuka untuk mahasiswa semester 6 dan 7. Sempat jadi penerjemah di PSJ dan ikut berbagai lembaga kajian di FH UI, terutama dalam bidang Pasar Modal," kata Pram kepada awak media, Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Pram menjelaskan membangun jaringan saat kuliah penting termasuk aktif dalam berorganisasi juga bisa melatih skill.

"Maupun terdapat kesalahan atau force majeure, kita harus bertanggung jawab dan belajar sense of responsibility, dan mungkin akan membuat kita memiliki kesempatan baru yang lebih besar," ujarnya.

Sementara itu dirinya juga menyampaikan pendapat terkait pentingnya memahami peraturan dan implementasi hukum terlebih untuk mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan.

"Hidup kita selalu terikat dengan hukum, kemanapun kita berjalan. Walaupun banyak yang tidak sadar, tetapi tanpa kita sadari kita selalu dan terpengaruh dengan hukum. Contoh, banyak dari kita yang memahami syarat dan ketentuan dan dianggap memberikan perhatian terhadap aturan-aturan yang ada," ujarnya.

"Hal tersebut juga berpengaruh dengan UU di negara karena masyarakat akan selalu diasumsikan untuk tahu dan tunduk dengan UU yang berlaku. Sehingga tidak ada alasan bahwa anak fakultas non hukum untuk tidak memahami hukum, kita tidak bisa membangun suatu organisasi yang bagus dan layak apabila tidak memiliki dasar hukum. Dasar hukum berfungsi untuk bagaimana organisasi berjalan," sambungnya.

Pram juga menyampaikan pandangan kritis mengenai sistem perwakilan dalam pembuatan peraturan di Indonesia.

Menurutnya keberagaman masyarakat Indonesia menuntut pendekatan kebijakan yang lebih berbasis data dan riset bukan sekadar representasi politik melalui anggota dewan.

“Untuk negara yang sangat diverse seperti Indonesia, masalah muncul ketika masyarakat tidak memiliki kemampuan menganalisis hukum yang berlaku. Pembuat kebijakan harus peka terhadap kebutuhan rakyatnya, dan itu hanya bisa dicapai lewat survei dan riset,” ujar Bang Pram.

Ia menyoroti bahwa banyak peraturan di Indonesia masih minim kajian mendalam terhadap kebutuhan masyarakat.

Hal ini berpotensi melemahkan legitimasi hukum dan membuat kebijakan tidak tepat sasaran.

Pram juga menyampaikan isu kompetensi dalam organisasi yang menilai individu yang 'bodoh rajin' justru bisa menjadi ancaman serius.

“Usaha tanpa pengetahuan bisa melatih inkompetensi. Ini berbahaya jika dibiarkan berlanjut,” tegasnya.

Menurutnya hukum adalah bidang yang kompleks dan tidak bisa diselesaikan secara individual. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diperlukan kolaborasi lintas disiplin dengan orang-orang yang kompeten dan eksepsional agar sistem hukum berjalan efektif.

“Banyak aspek hukum yang membutuhkan gabungan ilmu dari berbagai bidang. Maka dari itu, kerja sama dan kompetensi adalah kunci,” katanya. (raa)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: RD Kongo Vs Uzbekistan

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: RD Kongo Vs Uzbekistan

RD Kongo akan menghadapi Uzbekistan pada laga terakhir Grup K Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat (AS), Minggu (28/6/2026) dengan kick-off pukul 06.30 WIB.
Ternyata Hal Ini yang Buat Jokowi Yakin PSI Lolos Parlemen di Pemilu 2029: Semuanya Harus Kerja Keras

Ternyata Hal Ini yang Buat Jokowi Yakin PSI Lolos Parlemen di Pemilu 2029: Semuanya Harus Kerja Keras

Mantan Presiden ke-7 RI, Jokowi yakin PSI lolos parlemen di Pemilu 2029. Hal itu ia ungkapkan saat Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Tulang Bawang,
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Kolombia Vs Portugal

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Kolombia Vs Portugal

Duel Kolombia Vs Portugal menjadi salah satu laga yang paling dinantikan dan diprediksi berlangsung sengit pada matchday terakhir Grup K Piala Dunia 2026.
Buntut Kubu Jokowi sebut Orang Kuat untuk Angkat Roy Suryo Jadi Menteri, Kuasa Hukum: Tuduhan yang Serius

Buntut Kubu Jokowi sebut Orang Kuat untuk Angkat Roy Suryo Jadi Menteri, Kuasa Hukum: Tuduhan yang Serius

Buntut kubu mantan Presiden ke-7 Jokowi sebut orang kuat diduga di balik Roy Suryo untuk angkat Roy sebagai menteri. Ternyata  menuai respons menohok dari Kuasa
Buntut Harga Gas Mahal, Diduga Berpotensi Badai PHK 55 Ribu Orang, Satgas Mitigasi PHK Langsung Turun Tangan

Buntut Harga Gas Mahal, Diduga Berpotensi Badai PHK 55 Ribu Orang, Satgas Mitigasi PHK Langsung Turun Tangan

Buntut harga gas mahal, diduga dapat berpotensi badai pemutusan hubungan kerja (PHK) 55 ribu orang. Sontak, hal itu langsung buat Istana sampai turun tangan
Cak Imin: PKB Anak NU Wajib Pikirkan NU, Bukan Campur Tangan

Cak Imin: PKB Anak NU Wajib Pikirkan NU, Bukan Campur Tangan

Ketua Umum Partai Kebangsaan Indonesia (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin jelaskan, bahwa PKB mempunyai tanggungjawab terhadap masa

Trending

PDIP Pertanyakan Solusi Jokowi dan PSI untuk Hadapi Persoalan Bangsa: Bagaimana Konteks IKN Hari Ini?

PDIP Pertanyakan Solusi Jokowi dan PSI untuk Hadapi Persoalan Bangsa: Bagaimana Konteks IKN Hari Ini?

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui Juru bicaranya, Seno Bagaskoro, mempertanyakan solusi yang akan dilakukan oleh mantan Presiden ke-7, Jokowi
Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
BPD Didorong Jadi Garda Terdepan Pengawasan MBG dan Tata Kelola Pemerintahan Desa

BPD Didorong Jadi Garda Terdepan Pengawasan MBG dan Tata Kelola Pemerintahan Desa

Jamintel Kejaksaan Agung (Kejagung), Reda Manthovani mendorong Badan Permusyawaratan Desa (BPD) jadi garda terdepan pengawasan tata kelola pemerintahan desa serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak Hanya Bocorkan Motif Kasus Penyekapan Pacar 3 Tahun, Polisi Juga Beberkan Kebengisan Taufik Hidayat: Kerap Pukuli Ayahnya

Tak hanya bocorkan motif kasus penyekapan pacar berinsial YTR selama tiga tahun. Tetapi, Polisi juga bocorkan kebengisan Taufik Hidayat. Hal ini dibeberkan,
Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Selengkapnya

Viral