GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Teknologi Energi Terbarukan Bisa Tekan 920 Ton Emisi: Cara Baru Tekan Jejak Emisi Karbon di Indonesia

Berbagai negara kini gencar mengadopsi sistem energi yang lebih efisien dan rendah emisi karbon. Mulai dari penggunaan smart grid, optimalisasi energi terbarukan
Jumat, 28 November 2025 - 23:23 WIB
Ilustrasi Teknologi Energi Terbarukan Bisa Tekan 920 Ton Emisi: Cara Baru Tekan Jejak Emisi Karbon di Indonesia
Sumber :
  • Istockphoto

tvOnenews.com - Perlombaan global menuju masa depan rendah karbon semakin bergantung pada inovasi teknologi. Berbagai negara kini gencar mengadopsi sistem energi yang lebih efisien, mulai dari penggunaan smart grid, optimalisasi energi terbarukan, hingga metode perhitungan emisi berbasis digital. 

Lembaga seperti International Energy Agency (IEA) melalui situs resminya menegaskan bahwa penguatan teknologi rendah karbon menjadi kunci menurunkan emisi sektor energi dalam beberapa dekade ke depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Indonesia, komitmen serupa tercermin melalui kebijakan energi nasional yang diarahkan untuk menekan ketergantungan pada energi fosil. 

Pemerintah, lewat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menekankan bahwa pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) harus terus ditingkatkan agar target Net Zero Emission (NZE) tahun 2060 atau lebih cepat dapat tercapai. 

Pembaruan regulasi, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025, memperkuat kerangka kerja menuju transisi energi yang lebih bersih.

Melansir dari berbagai sumber, seiring berkembangnya agenda lingkungan tersebut, berbagai penyelenggaraan kegiatan publik mulai menerapkan pendekatan kalkulasi dan kompensasi emisi karbon (carbon offset). 

Pendekatan ini menjadi cara untuk memastikan aktivitas manusia, termasuk konferensi dan kegiatan industri, memiliki jejak karbon yang dapat diukur serta dikompensasi melalui proyek pengurangan emisi.

Dalam konteks penerapan teknologi penghitungan emisi, penyelenggaraan Electricity Connect 2025 menjadi salah satu contoh praktik pengelolaan jejak karbon yang dilakukan secara terbuka dan terukur. Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) mengumumkan bahwa total emisi dari kegiatan tersebut ditukar menggunakan Sertifikat Pengurangan Emisi (SPE).

Pemerintah mendorong sektor energi untuk menurunkan emisi sebagai bagian dari strategi besar nasional.

Untuk memastikan proses pengukuran berlangsung sesuai standar, MKI bekerja sama dengan PLN Energy Management Indonesia (PLN EMI), yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan emisi dan sertifikasi pengurangan emisi. Salah satunya dengan cara menyusun perhitungan intensitas karbon melalui aktivitas transportasi dan penggunaan energi selama kegiatan berlangsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan perhitungan, jejak karbon yang dihasilkan dari kegiatan tersebut mencapai 920,47 tCO2, termasuk: 869,72 tCO2 dari perjalanan udara, 42,75 tCO2 dari penggunaan mobil, 8,00 tCO2 dari konsumsi listrik.

“Presiden Prabowo Subianto baru saja mengesahkan kebijakan energi baru dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional, di mana tujuannya adalah untuk mengurangi emisi di sektor energi dan kita menarget NZE di tahun 2060 atau lebih cepat,” ujar Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Dadan Kusdiana.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Isu Kenaikan BBM Picu Antrean Kendaraan di SPBU Jemursari Surabaya

Isu Kenaikan BBM Picu Antrean Kendaraan di SPBU Jemursari Surabaya

Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik di Timur Tengah mulai berdampak di sejumlah daerah, termasuk di Kota Surabaya.
Yamaha Masih Terpuruk di Awal MotoGP 2026, Masa Depan Fabio Quartararo Kembali Jadi Sorotan

Yamaha Masih Terpuruk di Awal MotoGP 2026, Masa Depan Fabio Quartararo Kembali Jadi Sorotan

Situasi sulit yang dialami Fabio Quartararo bersama Yamaha MotoGP pada awal musim MotoGP 2026 memicu spekulasi soal masa depan sang pembalap.
Bikin Eks Bintang MU Mason Greenwood Marah seperti Kesetanan, Begini Pengakuan Mengejutkan Calvin Verdonk

Bikin Eks Bintang MU Mason Greenwood Marah seperti Kesetanan, Begini Pengakuan Mengejutkan Calvin Verdonk

Bek Timnas Indonesia Calvin Verdonk buka suara soal insiden panas dengan Mason Greenwood di Ligue 1. Benarkah ada dendam? Simak pengakuan bintang Lille ini.
Dengan Suara Bergetar, Clara Shinta Ngamuk Pergoki Suaminya Selingkuh dan Lakukan Video Call Asusila

Dengan Suara Bergetar, Clara Shinta Ngamuk Pergoki Suaminya Selingkuh dan Lakukan Video Call Asusila

Tak bisa menahan amarahnya, Clara Shinta ngamuk setelah mengetahui sang suami berselingkuh dengan perempuan lain sampai melakukan VC asusila. Simak di sini!
Fabio Quartararo Dibuat Frustrasi dengan Performa Motor Yamaha di MotoGP Amerika 2026: Tidak Ada Hal Positif!

Fabio Quartararo Dibuat Frustrasi dengan Performa Motor Yamaha di MotoGP Amerika 2026: Tidak Ada Hal Positif!

Fabio Quartararo melontarkan kritik keras terhadap performa tim Yamaha MotoGP setelah hasil buruk kembali terjadi pada MotoGP Amerika 2026.
Pertamina Angkat Bicara Soal Isu Kenaikan Harga BBM yang Mencapai Rp17 Ribu di Bulan April 2026

Pertamina Angkat Bicara Soal Isu Kenaikan Harga BBM yang Mencapai Rp17 Ribu di Bulan April 2026

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menegaskan bahwa kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Trending

Timnas Indonesia Terpopuler: Bulgaria Sebut Garuda Lebih Oke, Media Vietnam Heran, Starting XI Disorot

Timnas Indonesia Terpopuler: Bulgaria Sebut Garuda Lebih Oke, Media Vietnam Heran, Starting XI Disorot

Berita Timnas Indonesia terpopuler: dipuji pelatih Bulgaria, disorot media Vietnam, hingga pesan penting Sumardji untuk John Herdman usai FIFA Series 2026.
Usai Kalah dari Bulgaria, Sumardji Beri Catatan Penting untuk John Herdman

Usai Kalah dari Bulgaria, Sumardji Beri Catatan Penting untuk John Herdman

Pertandingan semalam (30/3) timnas Indonesia melawan Bulgaria berbuah poin 0-1. Posisinya garuda menjadi runner-up dalam laga FIFA Series.
Kesaksian Jujur Pelatih Bulgaria Usai Menang Susah Payah Lawan Timnas Indonesia: Selevel Tim Eropa Tengah

Kesaksian Jujur Pelatih Bulgaria Usai Menang Susah Payah Lawan Timnas Indonesia: Selevel Tim Eropa Tengah

Kemenangan tipis Bulgaria atas Timnas Indonesia dalam FIFA Series 2026 ternyata menyisakan cerita yang jauh lebih menarik. Pelatihnya akui level skuad Garuda.
Terpukau Kualitas Dony Tri Pamungkas di Timnas Indonesia, Calvin Verdonk Berharap Wonderkid Persija Segera Berkarier di Eropa

Terpukau Kualitas Dony Tri Pamungkas di Timnas Indonesia, Calvin Verdonk Berharap Wonderkid Persija Segera Berkarier di Eropa

Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk mengaku terpukau dengan kualitas yang dimiliki Dony Tri Pamungkas dan berharap ia bisa segera meniti karier di liga Eropa.
Dibanding Era Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, Ini Reaksi Jujur Justin Hubner soal John Herdman di Timnas Indonesia: Dia Berbeda

Dibanding Era Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, Ini Reaksi Jujur Justin Hubner soal John Herdman di Timnas Indonesia: Dia Berbeda

Justin Hubner ungkapkan perbedaan mencolok dalam gaya melatih John Herdman dibandingkan era sebelumnya di Timnas Indonesia. Ia menilai ada perbedaan pendekatan.
Megawati Hangestri Resmi Reuni Bareng Yeum Hye-seon di Final Four Proliga 2026

Megawati Hangestri Resmi Reuni Bareng Yeum Hye-seon di Final Four Proliga 2026

Megawati Hangestri dikabarkan akan segera bertemu kembali dengan Yeum Hye-seon selaku kawan lamanya di Red Sparks pada final four Proliga 2026.
Reaksi Warga Bulgaria usai Jadi Juara FIFA Series 2026, Mereka Malah Malu dan Berbondong-bondong Puji Penampilan Timnas Indonesia

Reaksi Warga Bulgaria usai Jadi Juara FIFA Series 2026, Mereka Malah Malu dan Berbondong-bondong Puji Penampilan Timnas Indonesia

Warga Bulgaria justru malu usai timnya menang 1-0 atas Timnas Indonesia di final FIFA Series 2026. Mereka malah puji penampilan solid Garuda asuhan John Herdman
Selengkapnya

Viral